Kementan Siapkan Rp600 Miliar untuk Bangun Ekosistem Jagung Pakan Terintegrasi

Foto: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman konfrensi pers ditemani jajaran usai Rapat Koordinasi Jangung Pakan. (nataindonesia.com/istimewa)

Nataindonesia.com | Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan anggaran Rp600 miliar untuk memperkuat produksi jagung pakan nasional melalui pengadaan benih, pengembangan lahan, dan integrasi kemitraan antara petani jagung dan peternak ayam. Kebijakan ini diarahkan untuk menjamin pasokan bahan baku pakan sekaligus memperkuat keberlanjutan usaha peternakan nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah menyiapkan anggaran Rp300 miliar untuk pengadaan benih jagung pakan pada tahap awal. Pemerintah juga merencanakan tambahan anggaran Rp300 miliar pada tahun berikutnya, sehingga total dukungan mencapai Rp600 miliar.

Komitmen tersebut disampaikan Amran dalam Rapat Koordinasi Kemitraan Jagung Pakan di Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (27/10).

“Kami siapkan anggaran untuk Bapak dalam waktu singkat ini itu 300 miliar untuk benih jagung,” ujar Amran.

Melalui program tersebut, pemerintah menargetkan pengembangan penanaman jagung hingga 300 ribu hektare untuk mendukung kebutuhan jagung pakan peternak yang mencapai sekitar 1,8 juta ton.

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat produksi dalam negeri sekaligus mengurangi kerentanan rantai pasok bahan baku pakan terhadap tekanan harga dan ketidakpastian pasokan.

Baca Juga:  Peluang Lulusan SMA, Program Kartu Prakerja Gelombang 52 Dibuka

Petani dan Peternak Terhubung dalam Rantai Pasok Terintegrasi

Kementan mengembangkan sistem kemitraan yang mengintegrasikan petani jagung, koperasi, kelompok peternak, dan Perum Bulog dalam satu rantai pasok dari hulu hingga hilir.

Dalam skema tersebut, petani jagung dan peternak ayam didorong menjadi bagian dari sistem kemitraan yang saling mendukung. Hasil panen petani akan diserap oleh kelompok peternak sebagai mitra, sementara kelebihan produksi dapat dibeli Bulog untuk menjamin kepastian pasar.

Amran menegaskan bahwa pemerintah ingin membangun sistem yang menghubungkan produksi pertanian dengan kebutuhan industri peternakan.

“Kami membangun sistem yang pertama hulu hilir. [Peternak dengan petani jagung menjadi satu kesatuan,” ujarnya.

Melalui pola kemitraan tersebut, pemerintah berharap petani memperoleh kepastian penyerapan hasil panen, sedangkan peternak mendapatkan akses bahan baku pakan dengan pasokan yang lebih terjamin.

Penguatan hubungan antara produsen jagung dan pengguna bahan baku pakan juga diharapkan dapat memperbaiki efisiensi distribusi serta mengurangi ketergantungan pada rantai perdagangan yang panjang.

Baca Juga:  Penemuan Zona Incerta Otak, Tempat Jutaan Ingatan bisa Dikembalikan

Bantuan Alsintan dan Penguatan Pascapanen

Selain dukungan benih, pemerintah menyiapkan bantuan sarana produksi untuk meningkatkan kapasitas petani dan kelompok peternak yang terlibat dalam program kemitraan.

Bantuan tersebut mencakup 100 unit traktor, 100 unit pompa air, dan 100 unit mesin pengering atau dryer.

Penyediaan mesin pengering menjadi salah satu perhatian pemerintah untuk mengatasi kendala pascapanen, terutama ketika musim hujan berpotensi menghambat proses pengeringan dan menurunkan kualitas hasil panen jagung.

Dengan dukungan sarana produksi dan pengolahan, pemerintah berharap produktivitas lahan serta kualitas jagung pakan dapat meningkat sehingga mampu memenuhi kebutuhan industri peternakan.

Amran menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memberikan dukungan nyata kepada pelaku usaha peternakan rakyat.

“Jangankan traktor, diriku pun saya wakafkan untuk peternak Indonesia,” tegasnya.

Pengawasan Tata Niaga dan Intervensi Harga Telur

Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat pengawasan tata niaga untuk melindungi peternak dari praktik perdagangan yang merugikan.

Kementan akan melibatkan pemerintah daerah dan Satgas Pangan dalam pengawasan distribusi serta perdagangan komoditas peternakan. Langkah ini ditujukan untuk mencegah praktik yang merugikan peternak rakyat sekaligus mendorong pembentukan harga yang lebih adil.

Baca Juga:  Kolaborasi KKN UNTAG - UMKM Sinom Mantul: Luanching Jamu Lokal Spirit Pancasila

Amran menegaskan bahwa pelaku usaha tidak boleh mengambil keuntungan dengan cara yang membebani peternak.

“Kalau sampai dia menjual semena-mena ambil keuntungan, berarti dia tidak boleh menyusahkan peternak,” ujarnya.

Pemerintah juga menyiapkan intervensi untuk membantu mengatasi tekanan harga telur yang sempat terpuruk. Dalam program tersebut, Bulog dan IDFood diinstruksikan melakukan penyerapan telur dengan dukungan anggaran darurat Rp30 miliar.

Langkah ini diharapkan membantu menjaga stabilitas harga sekaligus mengurangi tekanan ekonomi yang dihadapi peternak ayam petelur.

Melalui penguatan produksi jagung, kemitraan terintegrasi, bantuan sarana produksi, serta pengawasan tata niaga, Kementan mendorong terbentuknya ekosistem peternakan yang lebih tangguh.

Pemerintah menargetkan kebijakan tersebut tidak hanya memperkuat ketersediaan jagung pakan nasional, tetapi juga memberikan kepastian usaha bagi petani dan peternak sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.