Nataindonesia.com – Menteri Keuangan Suahasil Nazara melantik lima Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jumat (23/10/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Aula Mezzanine Kemenkeu, Jakarta, Suahasil menekankan pentingnya kolaborasi lintas unit untuk memperkuat kinerja pengelolaan keuangan negara dan menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.
Suahasil menyatakan, kepercayaan yang diberikan Presiden harus dijawab melalui kerja bersama, koordinasi yang kuat, serta pelaksanaan tugas yang efektif. Menurutnya, tanggung jawab Kemenkeu tidak dapat dijalankan secara terpisah karena setiap unit memiliki keterkaitan dalam mendukung kebijakan pemerintah.
Lima pejabat yang dilantik yakni Astera Primanto Bhakti sebagai Sekretaris Jenderal, Tri Budhianto sebagai Direktur Jenderal Perbendaharaan, Nufransa Wira Sakti sebagai Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan, Hidayat Amir sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional, serta Neilmaldrin Noor sebagai Staf Ahli Bidang Pengawasan Pajak.
Dalam arahannya, Suahasil meminta Sekretaris Jenderal memperkuat dukungan organisasi, mulai dari pengelolaan sumber daya manusia, anggaran, organisasi, hukum, komunikasi, hingga aset. Penguatan fungsi manajemen dan tata kelola dinilai menjadi fondasi bagi seluruh unit dalam menjalankan tugas secara optimal.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perbendaharaan diarahkan untuk melanjutkan transformasi menuju *modern treasury operations* melalui digitalisasi, pembenahan proses bisnis, dan penguatan tata kelola. Langkah tersebut diharapkan meningkatkan efisiensi pelaksanaan APBN serta memperkuat pengelolaan kas negara, dengan tetap mempertimbangkan dampaknya terhadap perekonomian dan sektor keuangan.
Pada bidang hubungan fiskal pusat dan daerah, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan diminta memperkuat desain dan tata kelola transfer ke daerah. Dukungan kepada pemerintah daerah juga perlu disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing wilayah agar desentralisasi fiskal lebih efektif, pemerataan pembangunan meningkat, dan manfaat kebijakan dapat dirasakan masyarakat.
Suahasil juga menyoroti pentingnya analisis terhadap perkembangan geopolitik dan ekonomi global. Kepada Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional, ia meminta penguatan kajian serta dukungan terhadap diplomasi ekonomi Indonesia.
Adapun Staf Ahli Bidang Pengawasan Pajak diharapkan memperkuat pengawasan perpajakan dan integrasi data untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus mengamankan penerimaan negara.
Selain penguatan fungsi kelembagaan, Suahasil menekankan pentingnya kepemimpinan yang dekat dengan pegawai, terbuka terhadap gagasan, dan mampu mempersiapkan pemimpin generasi berikutnya. Ia berharap para pejabat baru dapat membangun budaya kerja yang mendorong kolaborasi dan perbaikan berkelanjutan.
“Gunakan kepercayaan tersebut untuk menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan, baik oleh pegawai internal Kementerian Keuangan maupun untuk masyarakat keseluruhan yang kita layani,” ujar Suahasil.
Ia menegaskan, sinergi antarunit menjadi bagian penting dalam memperkuat kinerja Kemenkeu dalam menjalankan mandat pengelolaan keuangan negara dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sumber: Kementerian Keuangan RI











