OPINI – Malik Effendi bilang, gagasan Kabupaten Sumenep Kepulauan sudah diperjuangkannya sejak menjadi anggota DPRD. Menarik.
Sebab kalau benar itu gagasan lama, pertanyaannya sederhana, Selama tiga periode di DPRD Sumenep dan dua periode di DPRD Jawa Timur, apa yang benar-benar sudah diperjuangkan sampai gagasan itu menjadi nyata?
Jangan sampai politik hanya pandai merawat narasi, tetapi miskin jejak hasil.
Hari ini ketika isu Sumenep Kepulauan kembali ramai, tiba-tiba para pemilik “gagasan lama” bermunculan membawa klaim bahwa merekalah yang sejak dulu memperjuangkannya.
Kalau memang perjuangan itu sudah lama, mana hasil perjuangannya?
Masyarakat kepulauan tidak hidup dari nostalgia politik. Mereka tidak makan dari cerita bahwa seorang politisi “sudah menggagas sejak dulu.”
Mereka butuh transportasi yang layak, pelayanan kesehatan, pendidikan, listrik, infrastruktur, konektivitas, dan pembangunan yang benar-benar sampai ke pulau-pulau.
Jadi jangan buru-buru menjual kata “percepatan pembangunan” sebelum publik melihat apa yang sudah dipercepat.
Sebab rakyat berhak bertanya,
Ini benar-benar perjuangan untuk kepulauan, atau sekadar kesempatan untuk menghidupkan kembali nama lama dalam panggung politik yang baru?
Malik Effendi boleh mengatakan ini bukan sekadar persoalan status. Kami juga sepakat.
Justru karena bukan sekadar persoalan status, maka publik berhak menagih lebih dari sekadar pernyataan dukungan.
Kalau memang dulu memperjuangkan, tunjukkan jejaknya, Kalau memang sekarang mendukung, tunjukkan langkahnya, Kalau memang untuk rakyat kepulauan, jangan hanya hadir ketika isu sedang ramai.
Karena masyarakat tidak membutuhkan politisi yang paling cepat mengaku sebagai pencetus.
Masyarakat membutuhkan pemimpin yang paling nyata membuktikan perjuangannya.
Jangan sampai “Kabupaten Kepulauan” hanya menjadi pulau baru tempat para politisi menambatkan kembali perahu kepentingannya, jangan sampai Sumenep Kepulauan cuma dijadikan panggung baru untuk memainkan lakon lama dan jangan sampai pulau-pulau masyarakat hanya dijadikan latar belakang untuk memperbesar panggung politik seseorang.
Ingat, rakyat tidak sedang mencari siapa yang paling pintar mengaku sebagai pencetus melainkan siapa yang berani bertanggung jawab atas perjuangannya dalam kurun waktu yang tidak lama.
Sebab, pada akhirnya, GAGASAN TANPA JEJAK ADALAH NARASI, DUKUNGAN TANPA LANGKAH ADALAH SEREMONI, DAN POLITIK TANPA BUKTI HANYALAH PANGGUNG UNTUK BERTEPUK TANGAN SENDIRI.
Rakyat sudah terlalu lama menunggu pembangunan. Jangan suruh mereka menunggu lagi hanya untuk sebuah narasi politik. (*)











