Nataindonesia.com • Coretan dinding bertuliskan “Turunkan Harga Kami Lapar Cok” muncul di sejumlah titik Kota Surabaya, Sabtu 13 Juni 2026.
Aksi protes warga dalam bentuk grafiti di tembok dan dinding fasilitas umum, belum diketahui pelaku coretan, namun isinya merepresentasikan keresahan pedagang kecil dan warga Surabaya.
Terpantau masif dalam sepekan terakhir, hingga 14 April 2026, dan tersebar di area Pasar Keputran, jalan arteri, dan beberapa fasilitas publik di Kota Surabaya.
Dipicu melonjaknya harga bahan pokok seperti beras, telur, cabai, bawang merah, minyak goreng, serta dampak kenaikan BBM terhadap biaya hidup.
Warga menggunakan cat semprot hitam dan merah. Kata “Cok” menegaskan logat Suroboyoan sebagai bentuk jeritan warga akar rumput. Beberapa titik coretan mulai dibersihkan petugas, namun foto-fotonya viral di media sosial.
Pemkot Surabaya belum memberikan keterangan resmi hingga berita ini diturunkan, sementara itu Alfa Salsabilla mahasiswa Universitas 17 Agustus Surabaya menanggapi adanya gravity. Ia menyebut tindakan itu wajar karena memang masyarakat dinilai resah dengan kanaikan harga BBM hingga bahan pokok.
“Hal itu wajar dalam negara dekorasi, semua boleh berekspresi dengan caranya masing-masing, apalagi semua harga naik, BBM naik,” katanya.
mnm/Bhr).











