Nataindonesia.com — Mesin politik Partai Amanat Nasional (PAN) mulai dinyalakan di Kabupaten Sumenep. Konsolidasi struktur hingga tingkat kecamatan menjadi salah satu langkah partai tersebut dalam membangun kekuatan organisasi menuju Pemilu 2029.
Langkah itu terlihat dalam kunjungan Ketua Umum Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN), Slamet Ariyadi, ke Sumenep, Sabtu (8/8/2026). Dalam agenda yang berlangsung di Bupati Hall, Jalan KH. Mansur, Pabian, Slamet mengukuhkan 500 relawan PAN sekaligus melantik pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PAN di 27 kecamatan.
Agenda tersebut berlangsung bersamaan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I PAN Sumenep dan menjadi bagian dari kunjungan kerja Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Jawa Timur.
Penguatan struktur tersebut menandai upaya PAN Sumenep memperluas kerja organisasi hingga tingkat kecamatan. Relawan yang dikukuhkan juga diposisikan sebagai bagian dari kerja politik partai di tengah masyarakat.
Slamet mengatakan, para relawan yang telah dikukuhkan akan berada di garis depan dalam membantu masyarakat.
“Relawan yang sudah dilantik ini yang akan berada di garda terdepan membantu rakyat,” kata Slamet.
Menurut Slamet, konsolidasi bukan semata agenda internal partai, tetapi bagian dari kewajiban kader untuk memastikan keberadaan PAN memberikan dampak kepada masyarakat.
“Sebagai kader partai sudah menjadi kewajiban yang melekat untuk berkontribusi mengonsolidasikan partai dan berdampak kepada masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, pelantikan DPC PAN di 27 kecamatan memperkuat struktur organisasi PAN Sumenep di tingkat akar rumput. Struktur tersebut berada di bawah koordinasi DPD PAN Sumenep.
Slamet juga mengapresiasi PAN Sumenep yang telah memiliki kantor permanen. Keberadaan kantor tersebut dinilai menjadi salah satu modal kelembagaan untuk menjalankan aktivitas partai di daerah.
“Ini sebagai legacy dan menjadi contoh bahwa PAN siap memenangkan pemilu di 2029,” katanya.
Terkait target perolehan kursi di masing-masing daerah pemilihan, Slamet menyebut tidak ada instruksi khusus. Namun, ia menegaskan bahwa konsolidasi dan upaya memenangkan partai merupakan kewajiban kader.
“Tidak ada perintah, tapi sudah menjadi kewajiban bagi DPD untuk konsolidasi dan memenangkan partai,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD PAN Sumenep, Faisal Muhlis, mengatakan konsolidasi organisasi akan diikuti dengan upaya membaca potensi yang ada di daerah.
“Kami akan menggali potensi lokal untuk nantinya dirumuskan program-program dan langkah strategis partai menuju pemilu,” kata Faisal.
Dengan struktur DPC yang kini mencakup seluruh kecamatan, ditambah penguatan melalui 500 relawan, PAN Sumenep mulai memiliki perangkat organisasi yang lebih lengkap untuk menjalankan agenda politiknya.
Kerja berikutnya adalah menerjemahkan struktur tersebut ke dalam program dan aktivitas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Di titik inilah konsolidasi politik PAN Sumenep akan diuji, bukan hanya dari seberapa lengkap strukturnya, tetapi dari seberapa efektif mesin tersebut bekerja di lapangan. (Moh/red)











