<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Universitas 17 Agustus Surabaya &#8211; Nata Indonesia</title>
	<atom:link href="https://nataindonesia.com/tag/universitas-17-agustus-surabaya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nataindonesia.com</link>
	<description>Narasi Kita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 May 2025 13:44:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2022/12/nata-indonesia-32x32.png</url>
	<title>Universitas 17 Agustus Surabaya &#8211; Nata Indonesia</title>
	<link>https://nataindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Inovasi Dapur Sehat untuk Cegah Stunting Ala KKN NR03 Untag Surabaya</title>
		<link>https://nataindonesia.com/inovasi-dapur-sehat-untuk-cegah-stunting-ala-kkn-untag-surabaya/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/inovasi-dapur-sehat-untuk-cegah-stunting-ala-kkn-untag-surabaya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mr. B]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 May 2025 10:44:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Creatif]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas 17 Agustus Surabaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=7250</guid>

					<description><![CDATA[Nataindonesia.com • Jakarta, 24 Mei 2025 – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan stunting,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nataindonesia.com</strong> • Jakarta, 24 Mei 2025 – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan stunting, Kelompok KKN NR 03 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya menyelenggarakan kegiatan bertajuk Sosialisasi dan Dapur Sehat Jimbaran Wetan: Inovasi Pangan Bergizi untuk Cegah Stunting. Acara yang berlangsung di Pos PAUD Nusa Indah Desa Jimbaran Wetan ini menghadirkan dua narasumber ahli di bidang gizi dan psikologi anak.</p>
<h4 dir="ltr">Edukasi Gizi dan Pengasuhan Sehat</h4>
<p dir="ltr">Sesi pertama diisi oleh Aprilia Kusumawardhani, S.Gz, ahli gizi dari Lembaga Wahana Visi Indonesia, yang menekankan pentingnya pemenuhan gizi seimbang pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Ia mengajak para peserta untuk memanfaatkan bahan pangan lokal seperti sayuran hijau, ikan, dan protein nabati demi mencegah stunting sejak dini.</p>
<p dir="ltr">Sesi kedua menghadirkan Aulya Maharani, S.Psi., M.Psi, psikolog dari Rumah Stimulasi, yang mengedukasi peserta mengenai strategi mengatasi stres serta pentingnya pola asuh yang penuh kasih sayang. Ia menggarisbawahi bahwa pengasuhan yang baik harus berjalan seiring dengan pemenuhan gizi yang memadai.</p>
<h4 dir="ltr">Antusiasme Peserta dan Praktik Dapur Sehat</h4>
<p dir="ltr">Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu yang memiliki balita dengan status BGM (Bawah Garis Merah) dan BGT (Bawah Garis Tengah). Setelah sesi sosialisasi, mereka diajak untuk langsung mempraktikkan pembuatan makanan sehat berbasis bahan lokal, seperti Kue Talam Kacang Hijau, Sate Lilit Lele, Ikan Kembung Kuah Santan, Ayam Pop Khas Minang, dan Nasi Uduk Daun Jeruk.</p>
<p dir="ltr">Menurut Dia Puspitasari, S.Sosio., M.Si, Dosen Pendamping Lapangan NR 03, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi warga Desa Jimbaran Wetan.</p>
<p dir="ltr">“Kami ingin program ini bisa menjadi langkah nyata dalam mendukung kesehatan ibu dan anak serta penurunan angka stunting,” ujarnya.</p>
<h4 dir="ltr">Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat</h4>
<figure id="attachment_7252" aria-describedby="caption-attachment-7252" style="width: 1280px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-7252" src="https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250525-WA0099.jpg" alt="" width="1280" height="793" srcset="https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250525-WA0099.jpg 1280w, https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250525-WA0099-768x476.jpg 768w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption id="caption-attachment-7252" class="wp-caption-text">Antusiasme Peserta dan Praktik Dapur Sehat<br />Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu yang memiliki balita dengan status BGM (Bawah Garis Merah) dan BGT (Bawah Garis Tengah).</figcaption></figure>
<p dir="ltr">Mahasiswa KKN berperan aktif sebagai fasilitator, pendamping teknis, dan dokumentator dalam kegiatan ini. Menurut Aisyah Ayu Ardhani, mahasiswa Jurusan Psikologi, keberadaan mereka di desa bertujuan untuk memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.</p>
<p dir="ltr">Pemerintah desa dan kader kesehatan setempat menyambut baik inisiatif ini dan berencana mengadakannya secara berkala. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Desa Jimbaran Wetan diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam upaya pencegahan stunting demi generasi yang lebih sehat dan berkualitas.</p>
<p dir="ltr">(Red/Bhr).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/inovasi-dapur-sehat-untuk-cegah-stunting-ala-kkn-untag-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Asmaraloka Dosen Cantik UNTAG Surabaya: Apakah cinta dianggap terlalu berlebihan atau diremehkan? </title>
		<link>https://nataindonesia.com/asmaraloka-dosen-cantik-asal-untag-surabaya-apakah-cinta-dianggap-terlalu-berlebihan-atau-diremehkan/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/asmaraloka-dosen-cantik-asal-untag-surabaya-apakah-cinta-dianggap-terlalu-berlebihan-atau-diremehkan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nata]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Feb 2025 00:36:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Creatif]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas 17 Agustus Surabaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=6854</guid>

					<description><![CDATA[Nataindonesia.com • Surabaya – Rizkya Dwijayanti, S.IP., M.IP., dosen Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, terus...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nataindonesia.com</strong> • Surabaya – Rizkya Dwijayanti, S.IP., M.IP., dosen Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, terus menunjukkan komitmennya dalam misi mencerdaskan kehidupan bangsa melalui kegiatan pengabdian yang berkolaborasi dengan Yayasan Pondok Kasih dan Forum Lintas Agama, yakni Forum Beda Tapi Mesra, Selasa, 19 Februari 2025.</p>
<p>Sebagai Dosen Administrasi Publik Untag Surabaya dan Ketua Rampak Sarinah Jawa Timur, Rizkya menunjukkan dedikasinya sebagai pendidik melalui aktivitas komunikasi antar generasi dan dialog lintas agama. Tujuan utamanya adalah mengubah pola pikir generasi muda Indonesia untuk berpikir logis dan bijak dalam mengambil keputusan sehari-hari, termasuk dalam hal konsep cinta.</p>
<p>Kegiatan ini dilaksanakan setelah perayaan Hari Valentine yang identik dengan ekspresi cinta kasih dan dirayakan setiap tanggal 14 Februari. Rizkya mengamati bahwa banyak generasi muda menganggap cinta sebagai perasaan yang berlebihan terhadap pasangan, baik yang sudah menikah maupun yang belum. Akibatnya, banyak generasi muda terlibat dalam tindakan penyalahgunaan perasaan cinta seperti fenomena friends with benefits, hubungan toksik, cinta yang ditolak hingga mengakibatkan tindakan ekstrem, serta isu kesehatan mental karena cinta yang bertepuk sebelah tangan.</p>
<p>Rizkya menekankan bahwa cinta adalah kesadaran, bukan sekadar pemahaman. &#8220;Kenali diri Anda, renungkan apa yang ingin Anda capai dalam hidup ini, dan tumbuhkan kesadaran serta komitmen atas jalan logis yang sudah Anda pilih,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurut Rizkya, tanpa kesadaran, cinta hanya akan menjadi pemahaman tanpa komitmen untuk berjuang bersama dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan bermasyarakat. Cinta untuk negara, rasa patriotik sebagai warga negara, dan empati sosial terhadap masyarakat serta lingkungan tempat tinggal seringkali terabaikan.</p>
<p>Syuhada Endrayono, SH, Ketua Umum Forum Beda Tapi Mesra, menambahkan bahwa esensi cinta sangat penting untuk menjaga keragaman budaya Indonesia, keharmonisan antar umat beragama, serta perdamaian dunia di tengah konflik yang terus berlangsung di Eropa dan Timur Tengah. Indonesia harus memberikan teladan yang baik sebagai negara yang multikultur dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika.</p>
<p>Melalui kegiatan kolaborasi yang melibatkan akademisi dan pemuka agama, diharapkan dapat membuka wawasan dan mengubah pola pikir generasi muda tentang konsep cinta dari sudut pandang agama-agama yang ada di Indonesia. Dialog antar generasi, mulai dari milenial, gen-Z, hingga baby boomer, semakin memperkaya diskusi dengan suasana yang hidup, syahdu, dan penuh warna.</p>
<p>Syuhada Endrayono berharap seminar dan dialog semacam ini dapat dilakukan secara berkelanjutan agar semakin banyak generasi muda yang teredukasi dan memiliki cara berpikir yang logis dengan kesadaran dan pikiran bijak. Hal ini penting untuk melawan stigma generasi strawberry dan kekhawatiran Indonesia akibat pemahaman yang salah tentang konsep cinta yang kian marak di tengah masyarakat.</p>
<p>(Red/Bhr).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/asmaraloka-dosen-cantik-asal-untag-surabaya-apakah-cinta-dianggap-terlalu-berlebihan-atau-diremehkan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
