<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Santri &#8211; Nata Indonesia</title>
	<atom:link href="https://nataindonesia.com/tag/santri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nataindonesia.com</link>
	<description>Narasi Kita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 Oct 2025 08:06:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2022/12/nata-indonesia-32x32.png</url>
	<title>Santri &#8211; Nata Indonesia</title>
	<link>https://nataindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Di luar Nalar, Warga NU Segel Transmart: Aksi Protes atas Tayangan Kontroversial</title>
		<link>https://nataindonesia.com/di-luar-nalar-warga-nu-segel-transmart-aksi-protes-atas-tayangan-kontroversial/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/di-luar-nalar-warga-nu-segel-transmart-aksi-protes-atas-tayangan-kontroversial/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mr. B]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Oct 2025 04:47:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Dan Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>
		<category><![CDATA[Trans7]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=7819</guid>

					<description><![CDATA[Nataindonesia.com • Ratusan anggota Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser), yang merupakan bagian...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nataindonesia.com</strong> • Ratusan anggota Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser), yang merupakan bagian dari Nahdlatul Ulama (NU), melakukan aksi tidak terpuji, mereka beramai-ramai menyegel gerbang pusat perbelanjaan Transmart Buahbatu, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jum&#8217;at 17 Oktober kemarin.</p>
<p>Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap tayangan program televisi “Xpose Uncensored” yang ditayangkan oleh stasiun Trans7. Tayangan tersebut dinilai oleh massa telah merendahkan martabat pesantren, ulama, dan santri, khususnya menyangkut institusi pesantren Lirboyo.</p>
<p>Dalam aksi tersebut, massa menutup pintu masuk Transmart dengan lakban dan menuliskan kata “DISEGEL” menggunakan cat semprot. Meskipun sempat menimbulkan ketegangan, demonstrasi berlangsung kondusif dan segel dibuka kembali setelah aksi selesai.</p>
<p>Ketua GP Ansor Kabupaten Bandung, Dede Sumarsah, menyatakan bahwa permintaan maaf dari pihak Trans7 dianggap tidak cukup untuk meredakan kekecewaan warga NU.</p>
<p>“Kami ingin ada tanggung jawab lebih dari sekadar permintaan maaf. Tayangan itu telah melukai marwah pesantren,” ujarnya, jum&#8217;at (17/12025).</p>
<p>Pihak Transmart belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini. Sementara itu, masyarakat diimbau untuk tetap menjaga ketertiban dan menyampaikan aspirasi secara damai.</p>
<p>Sbelumnya, salah satu segmen tayangan Trans7 yang memicu kemarahan publik adalah pernyataan bahwa santri “rela ngesot” untuk memberikan amplop kepada kiai, serta judul provokatif seperti “Santrinya Minum Susu Aja Kudu Jongkok”. Tayangan ini memicu tagar #BoikotTrans7 yang viral di berbagai platform media sosial.</p>
<p>Menteri Agama Nasaruddin Umar turut angkat bicara, menegaskan bahwa pesantren adalah benteng moral bangsa dan tidak layak dicap buruk. Sejumlah tokoh agama seperti Gus Miftah juga menyampaikan kecaman terhadap tayangan tersebut.</p>
<p>Menanggapi kontroversi ini, Trans7 telah menyampaikan permohonan maaf secara resmi dan berkomitmen untuk mengevaluasi konten siarannya. Mereka juga memutus kerja sama dengan rumah produksi yang bertanggung jawab atas tayangan tersebut.</p>
<p>(Red/Bhr).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/di-luar-nalar-warga-nu-segel-transmart-aksi-protes-atas-tayangan-kontroversial/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pesantren Filter Westernisasi pada Anak</title>
		<link>https://nataindonesia.com/peran-pesantren-dalam-membentuk-moral-anak/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/peran-pesantren-dalam-membentuk-moral-anak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nata]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Nov 2023 12:51:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Moral Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=5146</guid>

					<description><![CDATA[Peran Pesantren dalam Membentuk Moral Anak Pesantren di era modern mempunyai peran yang sangat penting...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h1>Peran Pesantren dalam Membentuk Moral Anak</h1>
<p>Pesantren di era modern mempunyai peran yang sangat penting dalam pembentukan moral anak. Pesantren adalah media relegius untuk menanamkan nilai-nilai moral di tengah-tengah pengaruh asing yang jauh dari nilai-nilai agama. &#8212; Alhasil Peranan pesantren menjadi sangat penting untuk menghentikan <em>westernisasi</em> (pemujaan terhadap tradisi barat) yang condong pada hal-hal negative. &#8212; Genari kita harus kembali di arahkan pada tradisi nenek moyang mereka yaitu kembali menganut nilai-nilai ketimuran (islam).</p>
<p>Pesantren juga mampu menciptakan santri-santri yang siap berkontestasi dalam ruang-ruang professional (ruang kerja) karena pesantren juga terus bergulir menyesuaikan diri dengan zaman dan berkontribusi dalam menjawab menjawab kebutuhan zaman namun pesantren tidak akan pernah meninggalkan tradisi/identitas mereka sebagai pengkaji kitab-kitab klassik seperti kitab ihya’ ulumuddin atau kitab hadits seperti bulughul maram dan riyadus sholihin.</p>
<p>Selain itu, penampilan santri terlihat lebih sopan dengan ciri khas mereka yang “sarungan”. Nilai-nilai agama benar-benar di terapkan dalam kehidupan sosial mereka. Inilah yang kemudian disebut &#8220;adab&#8221; kesantrian.</p>
<p>Adab para santri ditanamkan sedemikian, dcontohkan langsung oleh para ustazd/kiai sebagai suri tauladan mereka.</p>
<p>Para santri usai menempuh pendidikan di pesantren, mereka dituntut untuk menerapkan ilmu yang diajarkan oleh para guru mereka dalam kehidupan sosial masyarakat. Hal ini sesuai dengan semboyan spirit mereka, “ilmu tanpa amal ibarat pohon tanpa buah”.</p>
<p>History panjang tentang para santri, telah berhasil membentuk sudut pandang positif bagi masyarakat. Bahkan, sebagian masyarakat menganggap, &#8220;santri simbol kealiman dan keluasan ilmu&#8221;.</p>
<p>Secara tidak langsung, status &#8220;santri&#8221; telah menemapati hirarki sosial lebih tinggi dibanding status masyarakat umum. Mereka telah terikat dengan pola pandang yang konotosinya &#8220;Alim, pintar dan paham agama&#8221;. &#8212; Pola pandang masyarakat ini kemudian juga melahirkan hukum tidak tertulis yang mengharuskan santri mesti bisa menjawab persoalan sosial-agama. Minimal bisa menjadi imam shalat.</p>
<p>Berdasar uraian di atas, pesantren layak menjadi salah satu solusi terbaik untuk membentuk moral anak atau kaum pelajar. Pesantren adalah tameng di tengah dunia yang dilanda westernisasi dalam bingkai kemajuan teknologi informasi.</p>
<p>Penulis: Mahasiswa Sumenep Hulil Amsari</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/peran-pesantren-dalam-membentuk-moral-anak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
