<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pertanian Sumenep &#8211; Nata Indonesia</title>
	<atom:link href="https://nataindonesia.com/tag/pertanian-sumenep/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nataindonesia.com</link>
	<description>Narasi Kita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Sep 2025 11:49:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2022/12/nata-indonesia-32x32.png</url>
	<title>Pertanian Sumenep &#8211; Nata Indonesia</title>
	<link>https://nataindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sumenep Luncurkan Terobosan Baru dalam Pertanian: Uji Coba Varietas Padi Unggul HMS 700</title>
		<link>https://nataindonesia.com/sumenep-luncurkan-terobosan-baru-dalam-pertanian-uji-coba-varietas-padi-unggul-hms-700/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/sumenep-luncurkan-terobosan-baru-dalam-pertanian-uji-coba-varietas-padi-unggul-hms-700/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mr. B]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2025 11:49:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Penelitian]]></category>
		<category><![CDATA[DKPP Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Hasil panen petani]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=7601</guid>

					<description><![CDATA[Nataindonesia.com • Sumenep kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi sektor pertanian melalui inovasi varietas unggul....]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nataindonesia.com</strong> • Sumenep kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi sektor pertanian melalui inovasi varietas unggul. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep saat ini tengah melakukan uji coba terhadap varietas padi HMS 700 hasil persilangan unggulan yang dikembangkan oleh pakar pertanian terkemuka, Prof. Hariadi dari Malang.</p>
<p>Kepala Jabatan Fungsional Penyuluh DKPP Sumenep, Dewo Ringgih, mengungkapkan bahwa HMS 700 memiliki potensi hasil panen yang jauh melampaui rata-rata varietas padi konvensional yang selama ini dibudidayakan oleh petani lokal.</p>
<p>“Produktivitas HMS 700 sangat menjanjikan. Varietas ini merupakan hasil riset dan persilangan yang cermat oleh Prof. Hariadi, dan kini kami uji perdana di Kecamatan Kota Sumenep,” ujar Dewo Ringgih, Kamis (18/9/2025).</p>
<p>Langkah strategis ini telah menarik perhatian langsung dari Bupati Sumenep, yang secara khusus melakukan peninjauan lapangan terhadap proses uji coba varietas tersebut. Dukungan ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemkab Sumenep siap mengakselerasi adopsi teknologi pertanian berbasis inovasi.</p>
<p>Selain HMS 700, DKPP juga mulai memperkenalkan sejumlah varietas unggul lain yang dirancang untuk menggantikan varietas lama seperti CRM. Di antaranya adalah Impari 3.2, Impari 4.2, padi Sembaga, dan Mapan semuanya dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan hasil produksi.</p>
<p>“Kami melihat tren positif dalam peralihan ke varietas baru yang lebih adaptif dan produktif. Ini bagian dari strategi besar kami untuk memperkuat ketahanan pangan daerah,” tambahnya</p>
<p>Dengan varietas-varietas inovatif ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap dapat mendorong lonjakan produktivitas pertanian, khususnya komoditas padi, secara berkelanjutan. Jika HMS 700 terbukti unggul dalam uji coba, varietas ini akan menjadi prioritas pengembangan di berbagai kecamatan lain di wilayah Sumenep.</p>
<p>Transformasi sektor pertanian di Kabupaten Sumenep kini memasuki babak baru yang lebih progresif. Melalui uji coba varietas padi HMS 700, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep menunjukkan langkah nyata dalam mengintegrasikan riset ilmiah dengan praktik pertanian lokal. Varietas ini merupakan hasil persilangan unggulan dari Prof. Hariadi, seorang akademisi dan peneliti pertanian dari Malang yang telah lama berkontribusi dalam pengembangan benih nasional.</p>
<p>“HMS 700 bukan sekadar varietas baru, tapi simbol kemajuan teknologi pertanian yang bisa mengubah wajah produksi padi di Sumenep,” ujar Dewo Ringgih, Kepala Jabatan Fungsional Penyuluh DKPP.</p>
<p>Uji coba perdana yang dilakukan di Kecamatan Kota Sumenep telah menarik perhatian langsung dari Bupati Sumenep, yang secara aktif memantau perkembangan varietas ini. Dukungan kepala daerah terhadap inovasi pertanian menjadi katalis penting dalam mempercepat adopsi teknologi di tingkat petani.</p>
<p>Lebih dari sekadar HMS 700, DKPP juga memperkenalkan generasi baru varietas padi seperti Impari 3.2, Impari 4.2, Sembaga, dan Mapan semuanya dirancang untuk menjawab tantangan iklim, efisiensi lahan, dan peningkatan hasil panen.</p>
<p>“Kami tidak hanya mengganti varietas lama, tapi membangun ekosistem pertanian yang lebih adaptif, produktif, dan berkelanjutan,” tambah Dewo.</p>
<p>Langkah ini sejalan dengan visi besar Pemkab Sumenep untuk menjadikan wilayahnya sebagai pionir pertanian modern di Jawa Timur. Jika HMS 700 terbukti unggul dalam produktivitas dan ketahanan, varietas ini akan menjadi model pengembangan di seluruh kecamatan, membuka peluang baru bagi petani untuk meningkatkan kesejahteraan dan daya saing.</p>
<p>(Red/bhr).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/sumenep-luncurkan-terobosan-baru-dalam-pertanian-uji-coba-varietas-padi-unggul-hms-700/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DKPP Sumenep Kenalkan Aplikasi Silangtani Sumenep, Tersedia di Playstore: Berikut Fungsinya</title>
		<link>https://nataindonesia.com/dkpp-sumenep-kenalkan-aplikasi-silangtani-sumenep-tersedia-di-playstore-berikut-fungsinya/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/dkpp-sumenep-kenalkan-aplikasi-silangtani-sumenep-tersedia-di-playstore-berikut-fungsinya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nata]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Jan 2025 11:40:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[DKPP Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian Sumenep]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=6633</guid>

					<description><![CDATA[Nataindonesia.com &#8211; Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep perlahan menggiring pertanian di Kota...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nataindonesia.com</strong> &#8211; Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep perlahan menggiring pertanian di Kota Keris menuju pertanian moderen. Sistem penjualan hasil pertanian mulai disediakan dalam bentuk aplikasi.</p>
<p>Inovasi baru ini membuka cakrawala baru bagi anak muda tentang pertanian dan nilai ekonomis dari ladang dan sawah yang ada di Kabupaten Sumenep.</p>
<p>Dengan berbagai inovasi, bertani bukan lagi pekerjaan yang dipandang kurang etis dalam strata sosial.</p>
<p>Hasil pertanian masyarakat yang dikemas dengan lebih menarik, secara otomatis juga bakal meningkatkan nilai jual dan meningkatkan daya tarik pembeli.</p>
<p>Kabupaten Sumenep memiliki luas lahan pertanian dengan luas lahan 131.000 hektare yang tersebar di 27 Kecamatan. Hal itu telah menghasilkan ragam pertanian masyarakat. Hal ini juga peluang untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pertanian.</p>
<p>Berdasar uraian di atas, <a href="https://nataindonesia.com/dkpp-sumenep-siap-menyongsong-ketahanan-pangan-nasional/">DKPP Kabupaten Sumenep</a> ambil langkah inovatif dengan membuat aplikasi “Silangtani Sumenep”. &#8211;Aplikasi ini merupakan sebuah platform tempat pelelangan komoditas hasil pertanian para petani yang ada di Kabupaten Sumenep.</p>
<p>Kata Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid, melalui aplikasi Silangtani Sumenep, pasar bakal lebih mudah dijangkau dan bisa menciptakan pasar yang lebih luas.</p>
<p>“Aplikasi ini sebagai langkah nyata dalam memperkuat hilirisasi pertanian,” kata Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid kepada media ini. Jumat (31/01/2025).</p>
<p>Melalui aplikasi ini, setelah panen, para petani dapat mengunggah komoditas pertaniannya, dan dapat dijangkau oleh para pembeli yang tidak hanya dari daerah Sumenep, melainkan juga daerah luar.</p>
<p>“Minimal, calon pembeli baik dari Sumenep maupun luar daerah mendapatkan informasi terkait hasil pertanian masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, Apps Silangtani Sumenep bakal segera dikenalkan kepada masyarakat melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang ada Kecamatan. “Semoga dapat membantu memperkuat hilirisasi komoditas pertanian masyarakat,” harapnya.</p>
<p>Kendati demikian, Aplikasi Silangtani Sumenep diakui masih masih dalam tahap pengembangan oleh tim Cyber yang bekerjasama dengan DKPP Sumenep. Seperti scurity dan fitur-fitur penunjang yang lebih menarik serta mudah digunakan.</p>
<p>“Kemarin kami sudah diskusi terkait kemanan ini, seterusnya akan secara berkala dilakukan pemantauan dan evaluasi. Sehingga para pengguna mendapatkan keamanan,” tegasnya.</p>
<p>Penting diketahui, Apps Silangtani Sumenep telah tersedia di Playstore. Masyarakat untuk menggunakannya bisa langsung mengunduh melalui smartphone masing.<strong> (Red/BRi)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/dkpp-sumenep-kenalkan-aplikasi-silangtani-sumenep-tersedia-di-playstore-berikut-fungsinya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DKPP Sumenep Siap Menyongsong Ketahanan Pangan Nasional</title>
		<link>https://nataindonesia.com/dkpp-sumenep-siap-menyongsong-ketahanan-pangan-nasional/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/dkpp-sumenep-siap-menyongsong-ketahanan-pangan-nasional/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nata]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jan 2025 10:08:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[DKPP Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian Sumenep]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=6499</guid>

					<description><![CDATA[Nataindonesia.com &#8211; Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep sukses membangun kolaborasi dalam mendukung...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nataindonesia.com</strong> &#8211; Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep sukses membangun kolaborasi dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan apresiasi tinggi terhadap semua pihak yang terlibat.</p>
<p>Diterangkan oleh DKPP Sumenep, Kabupaten Sumenep merupakan daerah yang mempunyai hamparan pertanian yang cukup luas. Sehingga, beberapa komoditas menjadi komoditi andalan bahkan terbesar se Jawa Timur.</p>
<p>Beberapa komidit andalan yang dimiliki Sumenep adalah kelapa, cabe rawit, cabe jamu, bawang merah, dan tembakau. Selain itu, untuk tanaman padi, jagung dan sayuran menjadi komoditas yang tidak luput dari perhatian pemerintah dalam membangun ketahan pangan.</p>
<p>Untuk mencapai target pencapaian ketahanan pangan nasional, DKPP mempererat kerjasama dengan menggelar Temu Ramah dan Apresiasi dengan tema “Mengasah Kuat Menuai Hasil: Refleksi dan Harapan Tahun 2025”. Bertempat di Pendopo Agung Keraton Sumenep, pada Kamis 23 Januari 2025.</p>
<p>Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Sumenep berserta jajaran Forkopimda dan Pimpinan OPD, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Pertanian se Madura, Perwakilan PT Pokphand, Perwakilan Pupuk Indonesia Wilayah Provinsi Jawa Timur, ratusan penyuluh pertanian, ratusan kios pupuk, distributor pupuk, asosiasi bawang merah, asosiasi pisang, petani milenial, Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani), Inseminator, Perkumpulan Kelompok Tani Sumekar dan sejumlah tokoh lainnya.</p>
<p>Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi atas kerja keras semua pihak yang terlibat dalam mendukung sektor pertanian di Kabupaten Sumenep. &#8212; Menurutnya, kolaborasi sangat penting untuk mencapai ketahanan pangan dan keberlanjutan pertanian yang lebih baik di masa depan.</p>
<p>“Pertanian adalah tulang punggung ekonomi kita. Saya harap, melalui refleksi ini, kita semua semakin solid dalam bekerja dan terus berinovasi untuk menghadapi tantangan di tahun 2025,” terang Bupati Fauzi.</p>
<p>Kepala DKPP Kabupaten Sumenep Chainur Rasyid menjelaskan, pertemuan tersebut merupakan ruang bersama untuk mengevaluasi capaian di tahun-tahun sebelumnya. “Sekaligus untuk menyusun strategi yang lebih baik ke depan,” jelas Kepala DKKP Sumenep yang familiar disapa Kadis Inung.</p>
<p>Kadis Inung mengungkapkan, saat ini DKPP Sumenep siap melaunching aplikasi hasil olahan pertanian Sumenep. Hal itu, sambungnya, sebagai upaya menindaklanjuti arahan Menteri Pertanian yaitu Menuju Pertanian yang Tangguh, Modern dan Mandiri.</p>
<p>“Dan saat ini kami mempersiapkan aplikasi yang dapat memudahkan sektor pertanian di Kabupaten Sumenep yaitu Aplikasi Si Teken dan Aplikasi Silang Tani,” papar Kadis Inung. <strong>(Red/NR)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/dkpp-sumenep-siap-menyongsong-ketahanan-pangan-nasional/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DKPP Sumenep Beri Pelatihan Managemen Pengembangan bagi Koperasi Petani</title>
		<link>https://nataindonesia.com/dkpp-sumenep-beri-pelatihan-managemen-pengembangan-bagi-koperasi-petani/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/dkpp-sumenep-beri-pelatihan-managemen-pengembangan-bagi-koperasi-petani/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nata]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Jun 2024 05:49:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Bawang merah variates Rubaru]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian Sumenep]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=5599</guid>

					<description><![CDATA[Nataindonesia.com &#8211; Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep Managemen Pengelolaan Korporasi Petani Upland untuk...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nataindonesia.com</strong> &#8211; Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep Managemen Pengelolaan Korporasi Petani Upland untuk meningkatkan penjualan produk dua koperasi pertanian yang dinaunginya. Bertempat di Hotel Grand Inna Tunjungan Surabaya, berlangsung sejak 12-15 Juni 2024.</p>
<p>Ada dua koperasi yang mengikuti pelatihan tersebut yakni Koperasi PIR Rubaru dan Koperasi Keraton Langit Pasongsongan. Total peserta yang mengikuti pelatihan tersebut yakni berjumlah 20 orang.</p>
<p>Keduanya merupakan korporasi binaan DKPP Sumenep yang fokus meningkatkan penjualan bawang merah khas Sumenep, mulai dari bahan baku hingga olahan.</p>
<p>Target pelatihan yakni untuk meningkatkan penjualan bawang mentah di pasar lokal, meningkatkan penjualan produk olahan dan meningkatkan kualitas menejemen korporasi petani.</p>
<p>Salah satu peserta pelatihan Moh Holid mengatakan, pihaknya menilai bahwa DKPP Sumenep patut diapresiasi karena telah mengupayakan para petani bawang merah terus berkembang dan bisa meningkatkan nilai jual bawang merah lokal.</p>
<p>&#8220;Kita para petani memang sangat butuh dukungan dari pemerintah, terutama kalau sudah mengenai jangkauan pasar penjualan,&#8221; katanya.</p>
<p>Holid sendiri merupakan Manager Marketing di Koperasi PT PIR sekaligus petani muda yang senantiasa mengembangkan produk olahan Bawang Merah khas Sumenep.</p>
<p>Menurutnya, <a href="https://nataindonesia.com/petani-di-balik-ekspor-bawang-goreng-sumenep-ke-belanda/">Bawang Merah khas Sumenep</a>, terutama variates Rubaru merupakan bawang merah terbaik yang ada di Indonesia. Kualitasnya juga sudah diakui hingga ke manca Negera.</p>
<p>&#8220;Cuma masalahnya kita kadang kalah bersaing di pasar lokal karena Managemen yang belum maksimal. Jadi ini pelatihan sangat penting bagi kami semua,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sekadar diketahui, kini DKPP Sumenep juga telah memberikan bantuan berupa bibit dan pupuk kepada para petani bawang merah. Hal itu mereka lakukan sudah setiap tahun selama tiga tahun terakhir. (nif/red)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/dkpp-sumenep-beri-pelatihan-managemen-pengembangan-bagi-koperasi-petani/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
