<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pelecehan seksual &#8211; Nata Indonesia</title>
	<atom:link href="https://nataindonesia.com/tag/pelecehan-seksual/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nataindonesia.com</link>
	<description>Narasi Kita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 20 Sep 2025 16:58:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2022/12/nata-indonesia-32x32.png</url>
	<title>Pelecehan seksual &#8211; Nata Indonesia</title>
	<link>https://nataindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>GMNI Pacitan Gugat Ketegasan Pemda: Jangan Biarkan Predator Berkeliaran di Sekolah!</title>
		<link>https://nataindonesia.com/gmni-pacitan-gugat-ketegasan-pemda-jangan-biarkan-predator-berkeliaran-di-sekolah/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/gmni-pacitan-gugat-ketegasan-pemda-jangan-biarkan-predator-berkeliaran-di-sekolah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mr. B]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Sep 2025 16:50:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Dan Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas pendidikan pacitan]]></category>
		<category><![CDATA[GMNI Pacitan]]></category>
		<category><![CDATA[Pelecehan seksual]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=7576</guid>

					<description><![CDATA[Nataindonesia.com – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Pacitan mengeluarkan pernyataan keras terkait dugaan pelecehan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nataindonesia.com</strong> – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Pacitan mengeluarkan pernyataan keras terkait dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang oknum guru di Kabupaten Pacitan. Dalam sorotan tajam terhadap pemerintah daerah dan instansi terkait karena kasus ini diduga sudah kerap kali terjadi yang menimpa siswi di Pacitan, bahkan salah satu orang tua korban melaporkan kejadian yang menimpa anaknya kepada Dinas Pendidikan setempat pada 12 September 2025. GMNI menilai kasus ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi ancaman nyata terhadap masa depan anak-anak bangsa.</p>
<p>Ketua GMNI Pacitan, Bung Febri Firdiansyah, menyampaikan desakan tegas agar Pemda, Dinas Pendidikan, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) segera turun tangan.</p>
<p>“Ini bukan waktu untuk berdiam diri atau bersembunyi di balik prosedur birokrasi. Dugaan pelecehan oleh tenaga pendidik adalah tamparan keras bagi sistem perlindungan anak di Pacitan,” tegasnya.</p>
<p>GMNI menuntut penanganan yang cepat, transparan, dan akuntabel, serta menekankan bahwa proses hukum harus bebas dari intimidasi dan intervensi. Korban, keluarga, dan saksi wajib mendapatkan perlindungan menyeluruh, termasuk pendampingan psikologis dan jaminan keamanan dari tekanan sosial yang kerap membungkam suara keadilan.</p>
<p>“Jika benar terjadi, pelaku harus dihukum seberat-beratnya. Membiarkan predator anak berkeliaran di lingkungan pendidikan adalah bentuk kelalaian fatal pemerintah daerah. Ini bukan hanya soal hukum, ini soal moral dan tanggung jawab publik,” ujar Bung Febri dengan nada geram.</p>
<p>GMNI juga mengingatkan bahwa jika tuduhan ini tidak terbukti, klarifikasi terbuka wajib dilakukan untuk meredam keresahan masyarakat dan menghindari stigmatisasi yang merusak reputasi institusi pendidikan.</p>
<p>Lebih jauh, GMNI Pacitan menyatakan komitmennya untuk mengawal kasus ini hingga tuntas, dan siap melakukan advokasi jika ditemukan indikasi pembiaran, intimidasi terhadap korban, atau pengabaian hak-hak anak.</p>
<p>“Ini adalah ujian integritas bagi Pemda, aparat penegak hukum, dan PPPA Pacitan. Sekolah seharusnya menjadi benteng terakhir perlindungan anak, bukan ladang eksploitasi oleh oknum tak bermoral. Jika pemerintah gagal bertindak, maka publik berhak mempertanyakan siapa sebenarnya yang mereka lindungi,” tutup Bung Febri dengan nada tajam.</p>
<p>(Red/Bhr).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/gmni-pacitan-gugat-ketegasan-pemda-jangan-biarkan-predator-berkeliaran-di-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Korban Pemerkosaan sampai Jam 5 Pagi Dituding Tawarkan Hubungan Intim Lebih Dulu</title>
		<link>https://nataindonesia.com/korban-pemerkosaan-sampai-jam-5-pagi-dituding-tawarkan-hubungan-intim-lebih-dulu/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/korban-pemerkosaan-sampai-jam-5-pagi-dituding-tawarkan-hubungan-intim-lebih-dulu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nata]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Dec 2023 06:50:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Hotel Garuda Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Pelecehan seksual]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerkosaan di Sumenep]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=5300</guid>

					<description><![CDATA[TW Dituding Menawarkan Hubungan Intim Lebih Dulu Kasus wanita 25 Tahun diperkosa sampai jam 5...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h1>TW Dituding Menawarkan Hubungan Intim Lebih Dulu</h1>
<p>Kasus <a href="https://nataindonesia.com/wanita-25-tahun-diperkosa-5-jam-di-hotel/" target="_blank" rel="noopener">wanita 25 Tahun diperkosa sampai jam 5 pagi di Hotel Garuda Sumenep</a> memasuki babak baru.  TW umur 25 tahun, wanita asal Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur yang diduga dianiaya kemudian diperkosa oleh oleh TS di Hotel Garuda Sumenep sampa Jam 5 pagi dilaporkan balik oleh terduga melalui kuasa hukumnya.</p>
<p>Ach Supyadi Kuasa Hukum TS membantah tudingan TW dan dianggap telah memberikan keterangan palsu soal pemerkosaan itu. Bahkan TW dituding balik tengah merencanakan pemerasan kepada pelaku.</p>
<p>”Karena faktanya tidak seperti ditudukan pelapor. Saya pastikan itu tidak benar dan tidak akan pernah bisa dibuktikan oleh TW, Karena kami memiliki cukup bukti yang sangat kuat dan akan sampaikan dipersidangan,” katanya dikutip dari Madura Expose, 2 Desember 2023.</p>
<p>Kata Supyadi, pemerkosaan itu hanyalah siasat untuk memeras terlapor. Itu, sambungnya, dibuktikan dari hasil investigasi yang ia dilakukan ke sejumlah tempat kejadi perkara (TKP).</p>
<p>Supyadi berdasar keterangan kliennya menjelaskan bahwa  TW yang terlebih dahulu menawarkan hubungan badan dengan terlapor.</p>
<p>“Saat itu TW menanyakan kamu mau melakukan hubungan tidak ? Lalu TW bilang tunggu dulu saya mau ke kamar mandi karena baru selesai menstruasi. Lalu yang membuka baju TW adalah TW sendiri,” imbuh Supyadi kepada wartawan.</p>
<p>Selain itu, penganiayaan seperti diterangkan oleh pihak TW kepada wartawan juga dibantah dan dianggap keliru.</p>
<p>“Tidak ada yang mencekik dan menyeret TW. Justru yang menanyakan pertama kali untuk melakukan hubungan adalah si TW,” pungkasnya. (na/red)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/korban-pemerkosaan-sampai-jam-5-pagi-dituding-tawarkan-hubungan-intim-lebih-dulu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wanita 25 Tahun Diperkosa sampai Jam 5 Pagi di Hotel Garuda Sumenep</title>
		<link>https://nataindonesia.com/wanita-25-tahun-diperkosa-5-jam-di-hotel/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/wanita-25-tahun-diperkosa-5-jam-di-hotel/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nata]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Nov 2023 07:37:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[cerita di nata indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Pelecehan seksual]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=5156</guid>

					<description><![CDATA[Korban Disetubuhi dengan Kasar Nata Indonesia &#8211; TW umur 25 tahun, wanita asal Kabupaten Sumenep,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h1>Korban Disetubuhi dengan Kasar</h1>
<p>Nata Indonesia &#8211; TW umur 25 tahun, wanita asal Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur diduga dianiaya kemudian <a href="https://nataindonesia.com/kronologi-dugaan-guru-ngaji-perkosa-santriwati-di-sumenep-selama-2-tahun/">diperkosa</a> oleh TS pada sekitar pukul 01:00 Wib dini hari sampai pukul 05.00 wib pagi, di Hotel Garuda Sumenep, 23 November 2023. Kejadian memilkukan itu sudah dilaporakan ke Polres Sumenep pada tanggal yang sama.</p>
<p>Nataindonesia.com mewawancara salah satu teman TW (korban), Abd Waris yang ikut mendampingi korban saat <a href="https://nataindonesia.com/mbak-nong-minta-pemerkosa-anak-di-kangean-segera-ditangkap/">melaporkan kebejatan pelaku</a> ke pihak berwajib. Menurut keterangannya, status TW dan TS semula adalah pacaran. &#8220;Tapi sudah putus. Cuma saya tidak tahu putusnya kapan,&#8221; katanya, dikonfirmasi melalui panggilan WhatsApp, 24 November 2023.</p>
<p>Berdasar keterangan korban, Waris bercerita, kejadian itu bermula saat TS menghubungi TW lewat chating. Dalam percakapan chating itu, pelaku menuding bahwa TW telah selingkuh dan tidur sekamar dengan teman pelaku sendiri, inisial R.</p>
<p>&#8220;Pelaku itu kirim <a href="https://nataindonesia.com/link-nonton-video-kebaya-hijau-full-mudah-diakses/">sebuah video</a> orang ngamar ke TW dan mengatakan bahwa wanita dalam video itu adalah TW. Mendapat tudingan itu TW tidak terima dan meminta pelaku untuk memberi tahu siapa orang yang ngirim video itu,&#8221; ujar Waris.</p>
<p>Akhirnya, TW, TS dan R sepakat untuk bertemu ke sebuah kafe yang ada di kelurahan Pangarangan, Kecamatan Kota Sumenep. Pertemuan mereka adalah untuk mengklarifikasi kebenaran video tersebut. &#8220;Mereka sempat ramai dan TS meski sudah dijelaskan seperti tetap tidak percaya,&#8221; kata Waris.</p>
<p>Kemudian, TW hendak langsung mau pulang ke rumahnya di Parsanga. Kendati demikian, TS memaksa untuk mengantar korban dengan menaiki mobil pelaku. &#8212; Ternyata TW tidak langsung diantar pulang, masih dibawa muter-muter hingga masuk ke Hotel Garuda Sumenep, di Jl. Kamboja No.20A, Lingkungan Dhalem, Pajagalan, Kec. Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur 69451</p>
<p>Pelaku langsung memesan kamar ke resepsionis. Sementara korban berusah lari ke luar hotel untuk menghindari TS yang sudah setengah buta.</p>
<p>Waktu TW berusah kabur, TW kebutulan bertemu dengan temannya inisial W yang tengah boncengan dengan pacarnya. TW meminta tolong W untuk numpang bonceng, namun TS langsung mencengah dan mengancam W akan ditabrak pakai mobil. &#8220;Karena diancam mau ditabrak W takut, dan pelaku minta teman korban untuk tidak ikut campur masalah itu. TW juga takut ditabrak akhirnya korban ikuti pelaku lagi ke dalam hotel,&#8221; urai Waris berdasar keterangan Korban.</p>
<p>TS tidak segan membawa TW dengan diseret-seret ke dalam kamar hotel. Sampai dalam kamar, korban masih sempat teriak menggedor pintu kamar hotel, namun upayanya tersebut sia-sia.</p>
<p>TS mencekik dan menyumbal mulut TW,  lalu mencumbunya dengan gabas. Pakaian TW kemudian dilepas dengan paksa oleh pelaku dan akhirnya digauli dengan kasar.</p>
<p>Kejadian pemerkosaan itu berlangsung sekitar 5 jam. Pasalnya, TW baru diantar pulang oleh pelaku sekitar pukul 05.00 pagi.</p>
<p>&#8220;Korban langsung melaporkan TS ke Polres Sumenep dan kemarin sudah langsung mendapat surat laporan (LP),&#8221; pungkas Waris. (na/red)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/wanita-25-tahun-diperkosa-5-jam-di-hotel/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
