<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Madura &#8211; Nata Indonesia</title>
	<atom:link href="https://nataindonesia.com/tag/madura/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nataindonesia.com</link>
	<description>Narasi Kita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Jun 2025 15:09:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2022/12/nata-indonesia-32x32.png</url>
	<title>Madura &#8211; Nata Indonesia</title>
	<link>https://nataindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Karapan Sapi di Madura Berujung Maut</title>
		<link>https://nataindonesia.com/karapan-sapi-di-madura-berujung-maut/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/karapan-sapi-di-madura-berujung-maut/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nata]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Jun 2025 15:09:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Madura]]></category>
		<category><![CDATA[Kapan Sapi]]></category>
		<category><![CDATA[Madura]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=7397</guid>

					<description><![CDATA[Nataindonesia.com – Tragedi menyelimuti gelaran Lomba Karapan Sapi “Pakar Sakera” Piala Bupati Sumenep 2025 di...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nataindonesia.com</strong> – Tragedi menyelimuti gelaran Lomba Karapan Sapi “Pakar Sakera” Piala Bupati Sumenep 2025 di Lapangan Giling, Jalan Agus Salim, Desa Pangarangan, Kecamatan Kota, Sumenep, Madura, pada Minggu, 22 Juni 2025. Pagar pembatas sisi timur lapangan roboh sekitar pukul 17.20 WIB, menewaskan satu penonton dan melukai tiga lainnya.</p>
<p>Insiden terjadi saat pertandingan final karapan sapi, yang menarik antusiasme besar dari masyarakat. Pagar tembok setinggi 4 meter dan panjang 25 meter, yang sudah tua dan miring, tidak mampu menahan beban penonton yang memanjat di atasnya meski panitia telah mengimbau agar tidak melakukannya. Akibatnya, pagar ambruk dan menimpa empat penonton di bawahnya.</p>
<p>Korban meninggal dunia adalah Sueb (60 tahun), warga Desa Aeng Merah, Kecamatan Batu Putih, Sumenep, yang mengalami sesak napas dan kritis. Ia dirujuk ke RSUD Moh. Anwar, namun dinyatakan meninggal pada pukul 19.40 WIB.</p>
<p>Tiga korban lainnya adalah Aldi (35 tahun) dengan keluhan sakit punggung, Sudahnan (55 tahun) dengan luka robek di mata kaki kanan, dan Ahmad Baidi (40 tahun) dengan patah tulang paha kanan. Ketiganya masih dirawat intensif di RSUD Moh. Anwar setelah mendapat pertolongan pertama di Puskesmas Pamolokan.</p>
<p>Kronologi kejadian bermula dari membludaknya penonton yang menyaksikan lomba sejak pukul 08.00 hingga 17.30 WIB. Ketika final berlangsung, banyak penonton yang nekat berdiri di atas pagar pembatas sisi timur, yang berbatasan dengan Masjid Al-Muhajirin.</p>
<p>Robohnya pagar memicu kepanikan, namun evakuasi cepat dilakukan oleh panitia, penonton, dan petugas pengamanan.Pihak kepolisian setempat mengamankan lokasi kejadian, membantu evakuasi korban, dan memastikan lomba berlangsung kondusif tanpa kericuhan.</p>
<p>Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti menerangkan, penyelidikan awal menunjukkan bahwa pagar tembok yang sudah rapuh menjadi faktor utama, diperparah oleh beban penonton yang memanjat. &#8220;Kami masih menyelidiki, tunggu info selanjutnya,&#8221; katanya.</p>
<p>Karapan sapi, tradisi balap sapi khas Madura, merupakan ajang budaya yang sarat makna. Namun, insiden ini menjadi peringatan akan pentingnya perawatan infrastruktur dan pengawasan ketat terhadap keamanan acara.</p>
<p>Pemerintah daerah diminta segera mengevaluasi penyelenggaraan karapan sapi untuk mencegah tragedi serupa di masa mendatang. (<strong>Ros/red</strong>)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/karapan-sapi-di-madura-berujung-maut/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Surat Terbuka Untuk Dirjen Cukai: Madura Subur Rokok Ilegal, Jenderal Bisa Apa?</title>
		<link>https://nataindonesia.com/surat-terbuka-untuk-dirjen-cukai-madura-subur-rokok-ilegal-jenderal-bisa-apa/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/surat-terbuka-untuk-dirjen-cukai-madura-subur-rokok-ilegal-jenderal-bisa-apa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nata]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2025 08:14:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Bea Dan Cukai]]></category>
		<category><![CDATA[Madura]]></category>
		<category><![CDATA[Rokok Ilegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=7344</guid>

					<description><![CDATA[Surat Terbuka kepada Lentan Jenderal (Purn) Djaka Budi Utama Kepada Yth. Menteri Keuangan Republik Indonesia...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Surat Terbuka kepada Lentan Jenderal (Purn) Djaka Budi Utama</h2>
<p><strong>Kepada Yth.</strong><br />
Menteri Keuangan Republik Indonesia<br />
<strong><em>Up. Direktur Jenderal Bea dan Cukai Lentan Jenderal (Purn) Djaka Budi Utama.</em></strong></p>
<p><em>di Tempat.</em></p>
<p>Oleh: Siswadi<br />
<a href="https://nataindonesia.com/aktivis-gari-undang-sri-mulyani-ke-madura-sumenep-untuk-tinjau-produksi-rokok-ilegal/">Ketua Gerakan Anti Rokok Ilegal (GARI) Madura–Jawa Timur</a></p>
<p><em>Dengan hormat,</em></p>
<p style="text-align: left;">Melalui surat ini, kami dari Gerakan Anti Rokok Ilegal (GARI) Madura–Jawa Timur menyampaikan keprihatinan mendalam atas terus berlangsungnya praktik produksi dan <a href="https://nataindonesia.com/rokok-ilegal-naik-daun-siapa-yang-membiarkannya-tumbuh/">distribusi rokok ilegal di wilayah Madura.</a> Selama bertahun-tahun, aktivitas ini berlangsung secara terang-terangan, melibatkan jaringan terstruktur yang menyentuh berbagai lapisan, termasuk kemungkinan keterlibatan oknum aparat dan pihak pengawas.</p>
<p>Kami menyambut baik kehadiran Direktur Jenderal Bea dan Cukai yang baru. Namun kami ingin menegaskan: pergantian pejabat tidak akan berarti apa-apa bila tidak dibarengi dengan keberanian untuk melakukan perubahan radikal dan menyeluruh.</p>
<h3>Fakta di Lapangan: Negara Tak Hadir</h3>
<p>Pabrik rokok ilegal masih beroperasi secara bebas, di Madura. Rokok tanpa pita cukai dijual secara terbuka di pasar dan warung. Aparat penegak hukum dan petugas pengawas dari bea cukai sering kali hanya melakukan penindakan sporadis yang tidak menyentuh akar masalah. Selama ini, tindakan yang diambil cenderung menyasar pelaku kecil, sementara pelaku besar tetap tidak tersentuh.</p>
<p>Kami menilai, ini adalah bentuk kegagalan negara dalam melindungi regulasi dan integritas fiskal. Negara kehilangan miliaran rupiah setiap tahun, sementara masyarakat dikondisikan untuk menerima praktik ilegal sebagai hal yang normal.</p>
<h3>Tuntutan dan Harapan Kami</h3>
<p>Kami, GARI Madura, menuntut agar Dirjen Cukai yang baru menjadikan Madura sebagai prioritas nasional dalam penegakan hukum cukai. Kami menyampaikan beberapa poin berikut:</p>
<p><strong>1.</strong> <em><strong>Lakukan audit internal besar-besaran terhadap pegawai bea cukai di wilayah Jawa Timur, khususnya Madura.</strong></em></p>
<p><em><strong>2. Perkuat kerja sama dengan KPK dan Kejaksaan untuk mengusut potensi keterlibatan oknum dalam jaringan rokok ilegal.</strong></em></p>
<p><em><strong>3. Terapkan sistem pelaporan masyarakat (whistle-blower) yang dijamin kerahasiaannya.</strong></em></p>
<p><em><strong>4. Adakan operasi berskala nasional, bukan sekadar razia simbolis.</strong></em></p>
<p><em><strong>5. Berikan transparansi data hasil penindakan kepada publik secara berkala.</strong></em></p>
<p>Kami ingin melihat keberanian nyata, bukan sekadar jargon. Rokok ilegal di Madura adalah ujian integritas dan efektivitas Ditjen Bea Cukai. Jika praktik ini tidak mampu diberantas dalam enam bulan ke depan, kami akan menyimpulkan bahwa pergantian Dirjen hanya pergantian nama, bukan perubahan sistem.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Kami siap bekerja sama dengan pemerintah dan lembaga terkait untuk mengatasi masalah ini. Namun kami juga akan terus mengawasi dan menyuarakan suara rakyat jika tidak ada kemajuan berarti.</p>
<p><em>Atas perhatian dan tanggapan yang serius, kami ucapkan terima kasih.</em></p>
<p>Hormat kami,<br />
<strong>Gerakan Anti Rokok Ilegal (GARI) Madura – Jawa Timur</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/surat-terbuka-untuk-dirjen-cukai-madura-subur-rokok-ilegal-jenderal-bisa-apa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aktivis GARI Undang Sri Mulyani ke Madura Sumenep untuk Tinjau Produksi Rokok Ilegal</title>
		<link>https://nataindonesia.com/aktivis-gari-undang-sri-mulyani-ke-madura-sumenep-untuk-tinjau-produksi-rokok-ilegal/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/aktivis-gari-undang-sri-mulyani-ke-madura-sumenep-untuk-tinjau-produksi-rokok-ilegal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nata]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Mar 2025 13:06:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Dan Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Bea Dan Cukai]]></category>
		<category><![CDATA[Madura]]></category>
		<category><![CDATA[Rokok Ilegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=6970</guid>

					<description><![CDATA[Nataindonesia.com • Gerakan Anti Rokok Ilegal (GARI), sebuah organisasi aktivis yang fokus mengawal peredaran rokok...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><strong>Nataindonesia.com</strong> • Gerakan Anti Rokok Ilegal (GARI), sebuah organisasi aktivis yang fokus mengawal peredaran rokok tanpa pita cukai, mengumumkan rencananya untuk mengundang Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, ke Sumenep. Undangan ini bertujuan Sri Mulyani dapat melihat langsung kondisi pabrik-pabrik rokok yang diduga memproduksi rokok ilegal, yang dianggap merugikan negara dari sektor pajak.</p>
<p>Adi Sejagat ketua GARI menyatakan bahwa sejak berdiri, organisasi ini telah melakukan berbagai langkah strategis, seperti konsolidasi dengan pabrik rokok (PR) di Sumenep, audiensi dengan pihak Bea Cukai, serta kajian dan diskusi kelompok terarah (FGD).</p>
<p>&#8220;Hasil dari FGD menunjukkan potensi kerugian negara yang sangat besar akibat peredaran rokok ilegal. Kami ingin Ibu Sri Mulyani memahami langsung situasi ini dan mencari solusi bersama,&#8221; ujar Ketua GARI, Jum&#8217;at (14/03/2025).</p>
<p>Selain itu, GARI juga berencana menyampaikan hasil audiensi dengan Bea Cukai Madura kepada Direktorat Jenderal Pajak. Organisasi ini berharap dapat menemukan solusi terkait perkembangan industri rokok di Sumenep, yang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil tembakau terbaik di Indonesia.</p>
<p>Pria pemilik nama asli &#8220;Siswadi&#8221; itu juga menyoroti adanya indikasi permainan besar di sektor perpajakan, khususnya terkait pengawasan Bea Cukai.</p>
<p>&#8220;Kami menduga ada gurita besar yang bermain di sektor ini, mulai dari hulu hingga hilir. Bahkan, keberadaan Bea Cukai di daerah terindikasi tidak mampu mengatasi masalah ini, atau bahkan terlibat dalam skandal rokok ilegal,&#8221; tambahnya.</p>
<p>GARI berharap langkah ini tidak hanya menarik perhatian Sri Mulyani, tetapi juga Presiden Prabowo Subianto, agar pemerintah dapat mengambil tindakan tegas terhadap praktik-praktik yang merugikan negara ini.</p>
<p>&#8220;Kami ingin memastikan bahwa keadilan dan transparansi dalam sektor perpajakan dapat ditegakkan,&#8221; tutup Ketua GARI.</p>
<p>(Red/Bhr).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/aktivis-gari-undang-sri-mulyani-ke-madura-sumenep-untuk-tinjau-produksi-rokok-ilegal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PCNU Sumenep Resmikan Gedung NU KH Abdul Wahhab Hasbullah Pasongsongan</title>
		<link>https://nataindonesia.com/pcnu-sumenep-resmikan-gedung-nu-kh-abdul-wahhab-hasbullah-pasongsongan/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/pcnu-sumenep-resmikan-gedung-nu-kh-abdul-wahhab-hasbullah-pasongsongan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nata]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 May 2023 13:15:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Madura]]></category>
		<category><![CDATA[NU Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=4173</guid>

					<description><![CDATA[Nata Indonesia &#8211; Rais PCNU Sumenep, KH Hafidhi Sarbini dan Ketua PCNU Sumenep, KH A...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nata Indonesia</strong> &#8211; Rais PCNU Sumenep, KH Hafidhi Sarbini dan Ketua PCNU Sumenep, KH A Pandji Taufiq meresmikan Gedung KH Abdul Wahab Hasbullah MWCNU Pasongsongan. Peresmian itu ditandai dengan penandatanganan prasasti, Ahad, 14 Mei 2023.</p>
<p>Gedung yang berlokasi di Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan ini mulai dibangun sejak September 2022 lalu. Dirancang dengan konstruk bangunan dua lantai seluas 20 x 12 meter.</p>
<p>Ketua PCNU Sumenep KH A Pandji Taufiq menuturkan bahwa pihaknya sangat menyambut baik dan bangga atas pembangunan gedung tersebut. Tanah yang semula tak terawat, kini disulap menjadi gedung megah rumah warga NU Pasongsongan.</p>
<p>&#8220;Kami turut berbahagia dan senang atas didirikannya gedung ini. Berkat perjuangan Rais dan Ketua MWCNU Pasongsongan, bebatuan yang bertanah, bukan tanah yang berbebatuan ini disulap menjadi gedung yang megah ini,&#8221; ujarnya saat menyampaikan sambutan.</p>
<p>Kiai Pandji, sapaan lekatnya, menyebut bahwa penamaan gedung KH Wahab Hasbullah sangat tepat. Sebab Muassis NU yang satu ini, dulu pernah datang ke bumi Pasongsongan. Meski Ia belum bisa menjelaskan pasti kapan tahunnya.</p>
<p>&#8220;Dulu KH Wahab Hasbullah pernah datang ke Pasongsongan ini. Cuman belum tahu pasti kapan itu. Yang jelas berdasarkan cerita dari lisan ke lisan seperti itu,&#8221; terangnya.</p>
<p>Gedung NU tidak hanya sebagai repesentasi infrastruktur, melainkan juga wujud semangat warga NU dalam menghidupkan nilai-nilai ke-NU-an. Hingga menjelma gedung megah yang dibangun pertama kali di abad kedua usia NU.</p>
<p>&#8220;Tapi sesungguhnya, pusat NU ini bukan di gedung ini. Gedung ini hanyalah sebatas penanda, simbol. Pusat NU ini justru ada di kampung-kampung. Maka ini yang perlu kita jaga bersama,&#8221; pintanya.</p>
<p>Hadirnya NU di kampung-kampung, lanjut Kiai Pandji, sangat penting. Mengingat, eksistensi guru ngaji bersama dengan mushalla dan masjidnya perlu disejahterakan.</p>
<p>&#8220;NU wajib hadir di mushalla dan masjid. Karena kita punya utang budi ke mereka. Bagaimana NU bisa menebar manfaat bagi guru ngaji,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Diketahui, peresmian Gedung KH Abdul Wahab Hasbullah MWCNU Pasongsongan ini dihadiri jajaran pengurus Syuriah dan Tanfidziyah PCNU Sumenep, Forkopimka Pasongsongan, lembaga dan badan otonom NU serta tokoh masyarakat setempat.</p>
<p>Turut hadir pula, KH Muhammad Shalahuddin A Warits, Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk sebagai pemateri dalam Dialog Kebangsaan dengan tema &#8216;NU dan Komitmen Politik Kebangsaan. (mud/red)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/pcnu-sumenep-resmikan-gedung-nu-kh-abdul-wahhab-hasbullah-pasongsongan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
