<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kriminal &#8211; Nata Indonesia</title>
	<atom:link href="https://nataindonesia.com/tag/kriminal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nataindonesia.com</link>
	<description>Narasi Kita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Jan 2025 08:21:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2022/12/nata-indonesia-32x32.png</url>
	<title>kriminal &#8211; Nata Indonesia</title>
	<link>https://nataindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tiga Pengedar Uang Palsu di Sumenep Ditangkap Polisi</title>
		<link>https://nataindonesia.com/tiga-pengedar-uang-palsu-di-sumenep-ditangkap-polisi/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/tiga-pengedar-uang-palsu-di-sumenep-ditangkap-polisi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nata]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jan 2025 08:14:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Uang Palsu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=6226</guid>

					<description><![CDATA[Nataindonesia.com. Sumenep &#8211; Polsek Manding Polres Sumenep Madura Jawa Timur telah berhasil melakukan ungkap kasus...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nataindonesia.com</strong>. Sumenep &#8211; Polsek Manding Polres Sumenep Madura Jawa Timur telah berhasil melakukan ungkap kasus Peredaran Uang Palsu pada hari Sabtu, tanggal 4 Januari 2025, sekira Pukul 20.00 Wib.</p>
<p>Tempat kejadian perkara dirumah R Dsn.Tobeto Desa Manding Daya Kec. Manding Kab. Sumenep. Dengan tersangka AS (23), R (36) dan AFW (34) ketiganya warga Dsn. Mandapan Desa. Manding Timur, Kec. Manding Kab. Sumenep.</p>
<p>Barang Bukti yang diamankan diantaranya 11 (sebelas) lembar uang palsu pecahan Rp.50.000,- (lima puluh ribu) dengan total Rp. 550.000 (lima ratus lima puluh ribu rupiah), 2 (dua) lembar uang asli pecahan Rp.1.000,- (seribu rupiah) dengan total Rp.2.000 (dua ribu rupiah) uang sisa hasil dari pengedaran uang palsu, 1 (Satu) unit Printer Epson L 120, 1 (Satu) perangkat Komputer, 1 (satu) bungkus rokok beserta isi merk Balveer dan 1(satu) buah songkok warna hitam</p>
<p>Kronologis kejadian berawal pada hari Sabtu tanggal 4 Januari 2025 sekira pukul 16.00 Wib petugas mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di Pasar Barisan Ds. Manding Daya Kec. Manding, Kab. Sumenep ada warga yang menjadi korban peredaran uang palsu selanjutnya petugas melakukan penyelidikan dengan cara memantau lokasi dimaksud dan melakukan intrograsi terhadap korban dan sekira pukul 20.00 wib petugas mendapatkan informasi terhadap ciri ciri orang yang diinformasikan yang sebelumnya sudah melakukan peredaran uang palsu tersebut,&#8221; ungkap Humas Polres Sumenep Akp Widiarti S.,S.H</p>
<p>Setelah itu petugas langsung mendatangi rumah dan mengamankan orang yang di curigai tersebut dan diketahui bernama R dan AS, selanjutnya petugas melakukan penggeledahan badan diketemukan barang bukti berupa 5(lima) lembar uang palsu pecahan Rp.50.000 (lima puluh ribu) di dalam plastik rokok balveer berwarna putih ungu, 1 lembar uang palsu pecahan Rp.50.000 (lima puluh ribu rupiah) di dalam selipan songkok warna hitam,dan 2 (dua) lembar uang asli pecahan Rp.1.000 (seribu rupiah) di saku baju R sisa dari hasil peredaran uang palsu tersebut.</p>
<p>Selanjutnya ditunjukkan barang bukti kepada R dan AS mengakui bahwa barang bukti tersebut benar milik R. Selanjutnya petugas melakukan pengembangan pelaku pembuat uang palsu tersebut yang di ketahui bernama AFW dan petugas berhasil mengamankan pelaku tersebut selanjutnya tersangka dan barang bukti diamankan dan dibawa ke kantor Polsek Manding untuk pemerikasaan lebih lanjut,&#8221; jelasnya</p>
<p>Akibat perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 244 KUH Pidana mengatur tentang pelaku yang meniru atau memalsukan mata uang atau uang kertas yang dikeluarkan oleh negara atau bank, dengan maksud untuk mengedarkannya sebagai asli, diancam dengan pidana penjara paling lama 15 tahun. (Red/*)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/tiga-pengedar-uang-palsu-di-sumenep-ditangkap-polisi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cinta Menyesatkan, Nyawa Melayang</title>
		<link>https://nataindonesia.com/cinta-menyesatkan-nyawa-melayang-a/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/cinta-menyesatkan-nyawa-melayang-a/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nata]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Nov 2023 06:19:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Sumenep]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=5201</guid>

					<description><![CDATA[Nyawa Melayang Akibat Perempuan ZH, laki-laki berumur 30 tahun asal Dusun Malaka Desa Jaddung Kecamatan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h1>Nyawa Melayang Akibat Perempuan</h1>
<p>ZH, laki-laki berumur 30 tahun asal Dusun Malaka Desa Jaddung Kecamatan Pragaan,  Sumenep, Madura Jawa Timur, tewas dipinggir jalan gara-gara perempuan. Nasibnya berakhir tragis atas nama cinta yang menyesatkan.</p>
<p>Sebelum nyawa ZH berakhir tragis, ia sempat diduga telah bermain api asmara dengan istri TJ, laki-laki umur 32 tahun alamat Desa Onggeen Desa Prenduan Kecamatan Pragaan. Jalinan asmara terlarang itu sudah terdengar oleh TJ.</p>
<p>Kemudian pada Sabtu tanggal 25 November 2023, benar saja ZH kepergok tengah memboceng istri TJ di Jl Raya Sumenep Pamekasan. Kedua belah pihak bekejaran pakai motor. Sampai di depan SDN Pragaan Laok, ZH terkejar oleh TJ.</p>
<p>Sekitar Pukul 19.00 Wib, keduanya langsung terlibat perkelahian yang sempat terekam kamera pengguna jalan. ZH tampak lari ke sisi kiri jalan dan dikejar oleh TJ.</p>
<p>Masyarakat yang menyaksikan tidak sempat menolong karena perkelahian mereka cukup singkat, hingga TJ berhasil menikam ZH pakai senjata tajam. Sekita, nyawa ZH melayang.</p>
<p>TJ usai melakukan penikaman itu langsung diaman oleh Kepolisian Sumenep. Pasalnya, kepolisian juga langsung sigap mendengar ada pertikaian di pinggir jalan raya.</p>
<p>Pelaku dan barang bukti berupa baju korban, sepeda motor pelaku dan pisau (masih dalam pencarian) diamankan di Polres Sumenep.</p>
<p>Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 340 KUHP Subs 338 KUHP Jo 351 ayat 3 KUHP.</p>
<p>&#8220;Setelah mendengar adanya informasi terkait kejadian tersebut Unit Resmob dipimpin Kanit Resmob Ipda Sirat, mendatangi TKP dan melakukan penyelidikan terhadap keberadaan pelaku, selanjutnya pelaku atas nama TJ dibawa dan diserahkan oleh Kepala Desa Prenduan dan diserahkan kepada aparat Kepolisian,&#8221; ujar Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti.</p>
<p>Sementara itu, rilis Polres Sumenep yang diterima nataindonesi.com tidak mengurai secara detail tentang kronologi penangkapan TJ. (na/red)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/cinta-menyesatkan-nyawa-melayang-a/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wanita 25 Tahun Diperkosa sampai Jam 5 Pagi di Hotel Garuda Sumenep</title>
		<link>https://nataindonesia.com/wanita-25-tahun-diperkosa-5-jam-di-hotel/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/wanita-25-tahun-diperkosa-5-jam-di-hotel/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nata]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Nov 2023 07:37:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[cerita di nata indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Pelecehan seksual]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=5156</guid>

					<description><![CDATA[Korban Disetubuhi dengan Kasar Nata Indonesia &#8211; TW umur 25 tahun, wanita asal Kabupaten Sumenep,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h1>Korban Disetubuhi dengan Kasar</h1>
<p>Nata Indonesia &#8211; TW umur 25 tahun, wanita asal Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur diduga dianiaya kemudian <a href="https://nataindonesia.com/kronologi-dugaan-guru-ngaji-perkosa-santriwati-di-sumenep-selama-2-tahun/">diperkosa</a> oleh TS pada sekitar pukul 01:00 Wib dini hari sampai pukul 05.00 wib pagi, di Hotel Garuda Sumenep, 23 November 2023. Kejadian memilkukan itu sudah dilaporakan ke Polres Sumenep pada tanggal yang sama.</p>
<p>Nataindonesia.com mewawancara salah satu teman TW (korban), Abd Waris yang ikut mendampingi korban saat <a href="https://nataindonesia.com/mbak-nong-minta-pemerkosa-anak-di-kangean-segera-ditangkap/">melaporkan kebejatan pelaku</a> ke pihak berwajib. Menurut keterangannya, status TW dan TS semula adalah pacaran. &#8220;Tapi sudah putus. Cuma saya tidak tahu putusnya kapan,&#8221; katanya, dikonfirmasi melalui panggilan WhatsApp, 24 November 2023.</p>
<p>Berdasar keterangan korban, Waris bercerita, kejadian itu bermula saat TS menghubungi TW lewat chating. Dalam percakapan chating itu, pelaku menuding bahwa TW telah selingkuh dan tidur sekamar dengan teman pelaku sendiri, inisial R.</p>
<p>&#8220;Pelaku itu kirim <a href="https://nataindonesia.com/link-nonton-video-kebaya-hijau-full-mudah-diakses/">sebuah video</a> orang ngamar ke TW dan mengatakan bahwa wanita dalam video itu adalah TW. Mendapat tudingan itu TW tidak terima dan meminta pelaku untuk memberi tahu siapa orang yang ngirim video itu,&#8221; ujar Waris.</p>
<p>Akhirnya, TW, TS dan R sepakat untuk bertemu ke sebuah kafe yang ada di kelurahan Pangarangan, Kecamatan Kota Sumenep. Pertemuan mereka adalah untuk mengklarifikasi kebenaran video tersebut. &#8220;Mereka sempat ramai dan TS meski sudah dijelaskan seperti tetap tidak percaya,&#8221; kata Waris.</p>
<p>Kemudian, TW hendak langsung mau pulang ke rumahnya di Parsanga. Kendati demikian, TS memaksa untuk mengantar korban dengan menaiki mobil pelaku. &#8212; Ternyata TW tidak langsung diantar pulang, masih dibawa muter-muter hingga masuk ke Hotel Garuda Sumenep, di Jl. Kamboja No.20A, Lingkungan Dhalem, Pajagalan, Kec. Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur 69451</p>
<p>Pelaku langsung memesan kamar ke resepsionis. Sementara korban berusah lari ke luar hotel untuk menghindari TS yang sudah setengah buta.</p>
<p>Waktu TW berusah kabur, TW kebutulan bertemu dengan temannya inisial W yang tengah boncengan dengan pacarnya. TW meminta tolong W untuk numpang bonceng, namun TS langsung mencengah dan mengancam W akan ditabrak pakai mobil. &#8220;Karena diancam mau ditabrak W takut, dan pelaku minta teman korban untuk tidak ikut campur masalah itu. TW juga takut ditabrak akhirnya korban ikuti pelaku lagi ke dalam hotel,&#8221; urai Waris berdasar keterangan Korban.</p>
<p>TS tidak segan membawa TW dengan diseret-seret ke dalam kamar hotel. Sampai dalam kamar, korban masih sempat teriak menggedor pintu kamar hotel, namun upayanya tersebut sia-sia.</p>
<p>TS mencekik dan menyumbal mulut TW,  lalu mencumbunya dengan gabas. Pakaian TW kemudian dilepas dengan paksa oleh pelaku dan akhirnya digauli dengan kasar.</p>
<p>Kejadian pemerkosaan itu berlangsung sekitar 5 jam. Pasalnya, TW baru diantar pulang oleh pelaku sekitar pukul 05.00 pagi.</p>
<p>&#8220;Korban langsung melaporkan TS ke Polres Sumenep dan kemarin sudah langsung mendapat surat laporan (LP),&#8221; pungkas Waris. (na/red)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/wanita-25-tahun-diperkosa-5-jam-di-hotel/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemuda Asal Matanair Sumenep Dipukul Inisial Z Hingga Kepalanya Bocor</title>
		<link>https://nataindonesia.com/pemuda-asal-matanair-sumenep-dipukul-inisial-z-hingga-kepalanya-bocor/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/pemuda-asal-matanair-sumenep-dipukul-inisial-z-hingga-kepalanya-bocor/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nata]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Oct 2023 06:59:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=4792</guid>

					<description><![CDATA[Nata Indonesia &#8211; Moh Syamsul Arifin warga Desa Matanair Kecamatan Rubaru, Sumenepe Jawa Timur, dipukul...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nata Indonesia</strong> &#8211; Moh Syamsul Arifin warga Desa Matanair Kecamatan Rubaru, Sumenepe Jawa Timur, dipukul inisia Z hingga kepalanya bocor bercucuran darah, pada pada 29 Oktober 2023. Motif pelaku melakukan tindak kriminal itu belum diketahui dan masih menunggu keterangan dari pihak kepolisian.</p>
<p>Korban mengalami luka yang cukup serius di bagian kepala belakang. Ada tiga luka cukup dalam yang mengakibatkan darah terus mengalir. Kemudian, korban segera dilarikan ke Puskesmas Pandian Sumenep untuk mendapat penanganan medis. Alhasil, kepala Samsu mendapat tiga jahitan dengan ukuran berbeda.</p>
<p>Menurut keterangan korban, kejadian itu bemula saat dirinya hendak pulang ke rumahnya melewati jalan Raya Rubaru bagian selatan. Kemudian, sampai di jalan dekat perbatasan Desa Matanair-Desa Kasengan, Samsul dioraki atau diteriaki oleh pelaku yang mengandung nada mengejek. Sementara kala itu pelaku tengah berkumpul bersama teman-temannya.</p>
<p>Mendapat nada ejekan demikian, Samsul seketika turun dari motornya untuk mempertanyakan maksud pelaku meneriaki pelaku. Namun pada saat yang sama, pelaku menghampiri korban sudah langsung memegang benda keras.</p>
<p>Tanpa basa-basi lagi, pelaku langsung memukul. Semula korban sempat melawan dengan tangan kosong sementara pelaku memakai benda keras. kejadian ini berlangsung di pinggir jalan raya Rubaru bagian selatan.</p>
<p>&#8220;Saya tidak tahu dipukul pakai apa hingga kepalaku luka. Namun yang saya waktu Z menghampiri saya dia membawa sok motor. Terus setelah beberap saat saya sudah tidak ingat apa-apa lagi, tiba-tiba banyak orang,&#8221; urai Samsul, Senin 30 Oktober 2023 kepada Nata Idnonesia saat ditemui di rumahnya.</p>
<p>Tindak kekerasan itu sudah dilaporka oleh Samsul ke Mapolres Sumenep usai dirinya mendapat perawatan medis pada 29 Oktober lalu. &#8220;Saya langsung melaporkan ke Kepolisian pada hari itu juga,&#8221; katanya. (ari/red)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/pemuda-asal-matanair-sumenep-dipukul-inisial-z-hingga-kepalanya-bocor/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>1530 Polisi Terlibat Kasus Narkoba, Jangkar Minta Polda Jatim Evaluasi Kinerja</title>
		<link>https://nataindonesia.com/1530-polisi-terlibat-kasus-narkoba-jangkar-minta-polda-jatim-evaluasi-kinerja/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/1530-polisi-terlibat-kasus-narkoba-jangkar-minta-polda-jatim-evaluasi-kinerja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nata]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jun 2023 09:56:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Bawaslu Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[Jangkar]]></category>
		<category><![CDATA[Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=4342</guid>

					<description><![CDATA[Nata Indonesia &#8211; Jaringan Kajian Advokasi Rakyat (Jangkar) mempertanyakan kinerja Polda Jawa Timur dalam memberantas...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nata Indonesia</strong> &#8211; Jaringan Kajian Advokasi Rakyat (Jangkar) mempertanyakan kinerja Polda Jawa Timur dalam memberantas penyalah gunaan obat-obatan terlarang dan narkoba. Semakin ironis banyak oknum kepolisian yang diduga terlibat dalam transaksi gelap itu.</p>
<p>Berdasar alasan di atas, Jangkar melakukan aksi pada Senin (19/06) guna mendesak Kapolda Jatim untuk memperbaiki moral dan kinerja anggota kepolisian agar benar-benar menjadi pengayom masyarakat yang memberikan rasa aman dan nyaman.</p>
<p>&#8220;Kami telah melakukan berbagai kajian yang berujung temuan-tumuan di Jawa Timur bahwa masyarakat masih dalam keresahan penyalahgunaan narkoba dan berbagai isu sosial lainnya,&#8221; ujar Koordinator Aksi Jangkar Mohamma Nor kepada Media.</p>
<p>Ia menjelaskan,  berdasarkan data yang dirilis oleh Polda Jatim ada 1.530 anggota kepolisian yang dipecat karena terlibat kasus narkoba, namun sampai hari ini masih menjadi tanda tanya besar terkait siapa biang keladi yang menjadikan jawa Timur dimasuki oleh barang haram tersebut.</p>
<p>&#8220;Seharusnya kasus ini tidak hanya berujung pada pemecatan saja, tapi harus ada target dalam jangka tertentu terkait bandar narkoba, sebagai evaluasi mantan Kapolda Jawa timur juga terlibat,&#8221; urainya.</p>
<p>Pada sisi lain, sambung Nor, masih menumpuk berbagai kasus kemasyarakatan yang terjadi di lingkungan Jawa Timur, salah satunya beberapa waktu yang lalu, anggota kepolisian tidak ramah terhadap masyarakat yang melaksanakan aksi demonstrasi, yang seharusnya dilindungi oleh Kepolisian sesuai amanat UU no. 9 tahun 1998 tentang kebebasan menyampaikan pendapat dimuka umum.</p>
<p>&#8220;Kapolda Jatim mesti melaksanakan evaluasi besar-besaran demi terciptanya Jawa Timur yang aman dan damai,&#8221; pungkasnya, saat aksi di Depan Kantor Polda Jatim, Jln. A. Yani no. 116 Gayungan, Kecamatan Wonocolo, Surbaya.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/1530-polisi-terlibat-kasus-narkoba-jangkar-minta-polda-jatim-evaluasi-kinerja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Anggota BPD di Sumenep Nagih Gaji 3 Tahun Malah Dipukul Hampir Bonyok</title>
		<link>https://nataindonesia.com/anggota-bpd-di-sumenep-nagih-gaji-3-tahun-malah-dipukul-hampir-bonyok/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/anggota-bpd-di-sumenep-nagih-gaji-3-tahun-malah-dipukul-hampir-bonyok/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nata]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jun 2023 12:31:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=4333</guid>

					<description><![CDATA[Nata Indonesia &#8211; Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Jukong-Jukong Kecamatan Kepulauan Kangayan, Kabupaten Sumenep Hasanullah...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nata Indonesia</strong> &#8211; Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Jukong-Jukong Kecamatan Kepulauan Kangayan, Kabupaten Sumenep Hasanullah diduga mendapat perlakuan aniaya dari Kepala Desa (Kades) setempat. Modus pemukulan ini lantaran korban meminta gajinya yang selama tiga tahun belum diberikan.</p>
<p>Berdasar pengakuan korban, oknum Kades itu enggan memberikan gajinya lantaran SK korban sebagai perangkat BPD dinilai palsu dan tidak sah. Kendati demikian, mantan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Kangayan Nurullah menyatakan, SK Hasanullah itu sah sesuai SK Bupati Tahun 2020.</p>
<p>Bahkan Nurullah menegaskan bahwa pihak kecamatan semula telah menyerahkan SK BPD yang mencatumkan ada nama Hasanullah kepada pihak bersangkatn dan pihak Pemdes Jukong-Jukong.</p>
<p>&#8220;Jadi tidak benar jika ada yang menyebut SK BPD bernama Hasanullah bodong atau salah prosedur, karena saya sendiri selaku Sekcam waktu itu yang memverifikasi, baru menyerahkan pada Camat untuk diusulkan kepada Bupati,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Berdasar penegaskan Sekcam di atas, Hasanullah terus menagih gajinya sebagai haknya. Nasib nahas Hasanullah memuncak saat ia datang ke rumah Kadesnya untuk kembali menagih gajiinya itu.</p>
<p>Kendati demikian, kedatangan Hasanullah itu malah mendapat penganiayaan yang menyebabkan beberapa memar pada badannya. Kata korban, ia belum sempat berbicara sudah langsung dipukul dengan keras.</p>
<p>Akhirnya korban langsung melaporkan peristiwa nahas itu kepada kepolisian kecamatan setempat dan kasusnya kini sudah dilimpah ke Polres Sumenep.</p>
<p>Menanggapi peristiwa tersebut, Praktisi Hukum Ferry meminta penegak hukum mesti mengungkap tuntas Kasus penganiayaan anggota BPD Jukong-Jukong yang dilakukan oleh Kades inisial HRW. Perilaku pejabat pemerintah desa itu dinilai sangat amoral dan jauh dari contoh ketertiban dan pembangunan masyarakat sejahtera.</p>
<p>Menurut Ferry,  perbuatan HRW tidak dapat ditoleransi karena berprilaku arogansi dan main hakim sendiri. &#8220;Pelakunya harus dihukum seberat-beratnya. Ia pejabat publik mestinya memberikan contoh baik kepada masyarakat,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep melalui Kepala Bidang (Kabid) Pemdes DPMD Kabupaten Sumenep, Ir. Supardi, MM, menyatakan, menghilangkan atau tidak memberikan gaji kepada anggota BPD merupakan perbuatan yang salah.</p>
<p>Menurut Supardi, pihaknya akan menelusuri data yang masuk ke DPMD mengenai kasus tersebut. Kemudian ia nanti akan segera memberikan informasi lanjutakan setelah usai melakukan berkoordinasi dengan Pimpinannya. (red)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/anggota-bpd-di-sumenep-nagih-gaji-3-tahun-malah-dipukul-hampir-bonyok/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Anak dan Ayah Kompak Aniaya Seorang Perempuan di Gapura Sumenep</title>
		<link>https://nataindonesia.com/anak-dan-ayah-kompak-aniaya-seorang-perempuan-di-gapura-sumenep/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/anak-dan-ayah-kompak-aniaya-seorang-perempuan-di-gapura-sumenep/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nata]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 May 2023 07:18:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=4203</guid>

					<description><![CDATA[Nata Indonesia &#8211; Anak dan ayah warga Desa Desa Palo’loan, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Madura,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nata Indonesia</strong> &#8211; Anak dan ayah warga Desa Desa Palo’loan, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur kompak diduga aniaya tetangganya sendiri inisial SR (perempuan) pada 1 Mei 2023 lalu. Penganiayaan terjadi hinggal dua kali pada hari yang sama dengan jam yang berbeda.</p>
<p>Anak dan ayah itu adalah inisial S (perempuan) dan M. Keduanya kompak melakukan penganiayaan sebagai pelampiasan emosi atas cekcok mulut yang dipicu oleh pelaku atas korban.</p>
<p>SR usai dianiaya mengalami luka lebam dan memar di sekitar wajahnya. Hal itu mengakibatkan SR melalukan perawatan medis guna penyembuhan.</p>
<p>Korban tidak terima atas dugaan penganiayaan itu dan akhirnya langsung melakukan pelaporan ke pihak kepolisian. SR melalukan visum di Polsek Gapura dan resmi mengajukan laporan ke Polres Sumenep pada 2 Mei 2023. Hal itu tertuang dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan, Nomor: STTLP/B/110/V/2023/SPKT/POLRES SUMENEP/ POLDA JAWA TIMUR/.</p>
<p>SR mengatakan, ia ingin mendapat keadilan dan penegakan hukum atas dirinya. Semula ia sempat cemas lantaran pelaporannya tidak cepat mendapat respon tindak lanjut dari Polres Sumenep. &#8220;Cukup lama saya menunggu jadi khawatir tidak diproses,&#8221; katanya, 14 Mei 2023.</p>
<p>Kemudian ia baru mendapat kepastian setelah sekitar 10 hari menunggu hasil pelaorannya. Polres Sumenep mengeluarkan surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyeledikan dari Mapolres Sumenep dengan nomor surat B/287/SP2HP Ke I/Satreskrim. pada 11 Mei 2023.</p>
<p>“Bersama ini kami memberitahukan bahwa laporan saudara telah kami terima, selanjutnya kami akan melakukan penyelidikan dalam waktu 30 hari dan jika diperlukan perpanjangan penyelidikan akan kami beritahukan lebih lanjut,” berikut bunyi surat Satreskrim Polres Sumenep, AKP Irwan Nugraha, dalam keterangan pemanggilan saksi dugaan pemukulan tersebut.</p>
<p>Pihak kepolisian juga telah melakukan pemanggilan terhadap terduga dua pelaku  anak dan ayah yang kompak melakukan penganiayaan terhadap SR.</p>
<p>Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Rus maupun Masranu atas dugaan penganiayaan yang dilakukannya terhadap SR. (mud/red)<!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_230518_140639_182.sdocx--></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/anak-dan-ayah-kompak-aniaya-seorang-perempuan-di-gapura-sumenep/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gerombolan yang Viral di Semarang Bawa Bendera Merah dan Celurit</title>
		<link>https://nataindonesia.com/gerombolan-di-semarang-bawa-bendera-merah-dan-celurit/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/gerombolan-di-semarang-bawa-bendera-merah-dan-celurit/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nata]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2023 06:45:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=3613</guid>

					<description><![CDATA[Nata Indonesia – Viral video gerombolan orang serang dan merusak motor warga. Terlihat Sekolompok orang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nata Indonesia</strong> – Viral video gerombolan orang serang dan merusak motor warga. Terlihat Sekolompok orang membawa bendera merah dengan brutal memburu seorang lelaki dan merusak motor di pinggir jalan. Kejadian ini terekam dalam video berdurasi 59 detik, tersiar di Twitter, Pukul 0.41, 16 Januari 2023.</p>
<p>Netizen menduga bendera merah tersebut merupakan bendera salah satu partai yang ada di Indonesia. Pasalnya di tengah bendera merah seperti ada gambar banteng warna hitam dan hidungnya berwarna putih.</p>
<p>“Seperti bendera partai yang baru ulang tahun ke-50 kemarin?” komen akun @pangerandodol.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter wp-image-3614" src="https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2023/01/Screenshot_20230116-124009_Twitter-300x185.jpg" alt="Gerombolan yang Viral di Semarang Bawa Bendera Merah dan Celurit" width="350" height="216" srcset="https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2023/01/Screenshot_20230116-124009_Twitter-300x185.jpg 300w, https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2023/01/Screenshot_20230116-124009_Twitter-24x15.jpg 24w, https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2023/01/Screenshot_20230116-124009_Twitter-36x22.jpg 36w, https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2023/01/Screenshot_20230116-124009_Twitter-48x30.jpg 48w, https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2023/01/Screenshot_20230116-124009_Twitter.jpg 720w" sizes="(max-width: 350px) 100vw, 350px" /></p>
<p>Dalam video tersebut telihat, semula ada seorang lelaki dengan kaus putih tengah duduk di atas motor di depan sebuah warung. Kemudian lelaki beskaus putih ini langsung kabur karena melihat gerombolan orang datang menghampirinya.</p>
<p>Gerombolan orang itu mengejar dengan beringas, bahkan terlihat ada yang membawa celurit. Namun yang paling menarik perhatian netizen adalah bendera merah yang dibawa oleh salah satu orang dari gerombolan tersebut.</p>
<p>Dalam kejadian, gerombolan ini seperti tidak melanjutkan pengejaran terhadap lelaki berakaus putih yang mereka buru.</p>
<p>Kendati demikian, mereka menyalurkan kemarahannya dengan menyerang motor yang diduduki oleh orang barkuas putih tersebut.</p>
<p>Mereka menendang motor tersebut hingga tergelimpang. Mereka tampak memukul-mukul motor tersebut. Tak ketinggalan, bendera merah yang diduga bendera partai itu dijakan alat untuk ikut merusak motor lelaki berkaus itu.</p>
<p>“Ini gak jelas penyebab gerombolan itu menyerang orang di pinggir jalan, yang (mungkin) gak mereka kenal, seperti dengan kemarahan. Tapi memang brutal. Smoga bisa diproses hukum. Benderanya sih P*I* ya &#8230;” jelas akun @Priyo_Muhammad.</p>
<p><img decoding="async" class="size-medium wp-image-3616 aligncenter" src="https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2023/01/VideoCapture_20230116-133113-300x192.jpg" alt="Gerombolan yang Viral di Semarang Bawa Bendera Merah dan Celurit" width="300" height="192" srcset="https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2023/01/VideoCapture_20230116-133113-300x192.jpg 300w, https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2023/01/VideoCapture_20230116-133113-24x15.jpg 24w, https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2023/01/VideoCapture_20230116-133113-36x23.jpg 36w, https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2023/01/VideoCapture_20230116-133113-48x31.jpg 48w, https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2023/01/VideoCapture_20230116-133113.jpg 600w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Video ini diunggah oleh akun twitter @6unduhl0h. Namun dalam video tertera watermark mejeli kopi. Video ini juga dijelaskan merupakan video milik akun facebook/info kota Semarang.</p>
<p>Dilansir Tvone, Peristiwa anarkis itu diterjadi di Cinde Raya no 23 Semarang, Jawa Tengah. Namun, dalam keterangan unggahan video tersebut, mereka juga melakukan penyerangan daerah di dekat Bunderan Cinde sebelah Alfamart. (red)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/gerombolan-di-semarang-bawa-bendera-merah-dan-celurit/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kiai Jember yang Dilaporkan Istrinya Diduga Cabuli Santriwati, Sempat Fitnah Ulama Sumenep Eks PKI</title>
		<link>https://nataindonesia.com/kiai-jember-yang-dilaporkan-istrinya-diduga-cabuli-santriwati-sempat-fitnah-ulama-sumenep-eks-pki/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/kiai-jember-yang-dilaporkan-istrinya-diduga-cabuli-santriwati-sempat-fitnah-ulama-sumenep-eks-pki/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nata]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Jan 2023 20:05:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=3358</guid>

					<description><![CDATA[Nata Indonesia &#8211;  Muhammad Fahim Mawardi, pengasuh Pondok Pesantren Al Djaliel 2 di Desa Mangaran,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><strong>Nata Indonesia</strong> &#8211;  Muhammad Fahim Mawardi, pengasuh Pondok Pesantren Al Djaliel 2 di Desa Mangaran, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jawa Timur, merupakan kiai yang dilaporkan istrinya ke kepolisian lantaran diduga telah cabuli santrinya.</p>
<p>Bahkan Fahim ditengerai sampai memiliki rungan khusus untuk mencabuli santriwati yang tubuhnya ia minati untuk disetubuhi.</p>
<p>&#8220;Pak kiai ini disebut sering kalau malam memasukan santrinya ke dalam ruangan khusus berbentuk kamar atau ruang pribadi Pak Kiai. Masuknya malam, keluarnya sekitar subuh jam 3 dini hari,&#8221; ujar Kanit Perlindungan Perempuan dan anak (PPA) Satrekrim Polres Jember Iptu Dyah Vitasari, Jumat (6/1/), dilansir Liputan6.</p>
<p>Fakta lain mengungkapkan, ternyata Fahim pernah dilaporkan karena telah memfitnah Ulama Sumenep Madura yang tergabung dalam Nadliyin Madura Bergerak (Nabrak) sebagai keturunan eks PKI. Tuduham Fatim itu lantaran Nabrak telah melaporkan sebuah akun yang diduga telah mencemarkan nama baik ulma NU sekitar 2 tahun lalu.</p>
<p>Tuduhan Fahim masih tersimpan rapi di jejak digital video youtube GMNU TV.</p>
<p>Kordinator Nabrak Firmansyah Ali Mirza menjelaskan, ulama yang difitnah Fahim sebagai anak-anak eks PKI salah satunya merupakan Kiai asal Pesntren Guluk-Guluk Sumenep, salah satu pesantren besar di Madura dengan ribuan santri.</p>
<p>&#8220;Dia tidak tahu kalau deklarator Nabrak ada Kiai Faidal Mubarok, beliau keturunan Guluk-Guluk,&#8221; katanya.</p>
<p>Kasus Fahim ini terus didalmi oleh pihak kepolisian hingga pemeriksaan ke lokasi pondok Fahim mengajar santri-santrinya. (red)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/kiai-jember-yang-dilaporkan-istrinya-diduga-cabuli-santriwati-sempat-fitnah-ulama-sumenep-eks-pki/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kronologi Dugaan Guru Ngaji Perkosa Santriwati di Sumenep Selama 2 Tahun</title>
		<link>https://nataindonesia.com/kronologi-dugaan-guru-ngaji-perkosa-santriwati-di-sumenep-selama-2-tahun/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/kronologi-dugaan-guru-ngaji-perkosa-santriwati-di-sumenep-selama-2-tahun/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nata]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2023 17:16:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Ngaji Perkosa Santriwati]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=3306</guid>

					<description><![CDATA[Nata Indonesia –  Kronologi dugaan guru ngaji perkosa santriwati di Sumenep, Dusun Mandar, Sukajeruk, Kecamatan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nata Indonesia</strong> –  Kronologi dugaan <a href="https://nataindonesia.com/diduga-guru-ngaji-perkosa-santriwati-di-sumenep-selama-2-tahun-korban-usia-sd-dan-hamil-muda/">guru ngaji perkosa santriwati di Sumenep</a>, Dusun Mandar, Sukajeruk, Kecamatan Kepulauan Masalembu memprihatikan. Korban diduga juga sempat mengalami ancaman pembunuhan.</p>
<p>Aksi bejat pelaku berlangsung sudah 2 tahun, yakni sejak korban inisial N umur 12 masih kelas 4 SD. Pencabulan tersebut berlangsung hingga korban menginjak kelas 6 SD.</p>
<p>Korban dua kali disetubuhi dalam gubuk milik pelaku. Ia sudah tidak bisa menahan hasratnya untuk menggauli santrinya yang masih anak-anak itu.</p>
<p>Kemudian, pada suatu malam pelaku juga memaksa korba melakukan hubungan intim di kamar mandi. “Korban dibangunkan dan diajak ikut, karena pelaku adalah guru ngajinya akhirnya korban ikut, dan di kamar mandi dipaksa telanjang kemudian diperkosa, saat mau berteriak kesakitan pelaku mengancam membunuh dengan celurit,” demikian keterangan pengaduan orang tua korba yang dilayangkan ke KPAI yang diterima redaksi nataindonesia.com.</p>
<p>Kasus dugaan guru ngaji perkosa santriwati di Sumenep ini telah ditangani oleh Polsek Kecamatan Masalembu.</p>
<p>Kopolsek Masalembu Ahmad Budi Santoso mengatakan, kasus itu sudah masuk ke Polres Sumenep khusus penanganan bidang anak. “Korban mengalami trauma, dan sedang dalam pengamanan di rumah anggota kepolisian,” kata Budi.</p>
<p>Bersadar keterangan Polsek Masalembu, kasus dugaan guru ngaji perkosa santriwati di Sumenep korba tengah hamil muda. (red)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/kronologi-dugaan-guru-ngaji-perkosa-santriwati-di-sumenep-selama-2-tahun/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
