<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hari Santri Nasional &#8211; Nata Indonesia</title>
	<atom:link href="https://nataindonesia.com/tag/hari-santri-nasional/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nataindonesia.com</link>
	<description>Narasi Kita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Oct 2025 15:27:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2022/12/nata-indonesia-32x32.png</url>
	<title>Hari Santri Nasional &#8211; Nata Indonesia</title>
	<link>https://nataindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Selamat Hari Santri: Pesantren, Publik Mata Duitan, dan Artificial Intelligence</title>
		<link>https://nataindonesia.com/selamat-hari-santri-pesantren-publik-mata-duitan-dan-artificial-intelligence/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/selamat-hari-santri-pesantren-publik-mata-duitan-dan-artificial-intelligence/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nata]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Oct 2025 15:27:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Santri Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[HSN 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=7849</guid>

					<description><![CDATA[Oleh : Moh Riyadi* Pesantren adalah lembaga pendidikan tertua dan paling otentik di Indonesia, ia...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh</strong> : <em><strong>Moh Riyadi</strong></em>*</p>
<p>Pesantren adalah lembaga pendidikan tertua dan paling otentik di Indonesia, ia berdiri jauh sebelum istilah “lembaga pendidikan formal” dikenal. Di sana ilmu bukan sekadar kurikulum, melainkan laku hidup dan pondasi agama. Sistemnya sederhana, akan tapi sarat makna. Kiai sebagai pusat keteladanan, santri adalah murid sekaligus pejuang ilmu pengetahuan, dan masyarakat merupakan lingkar yang menopang keduanya.</p>
<p>Tradisi di pesantren mungkin memang tidak lazim bagi pandangan modern, santri menunduk, mencium tangan, bahkan kadang mencium kaki gurunya sebagai tanda hormat. Ada pula yang menyelipkan amplop berisi uang dalam salaman, itu adalah sebuah simbol terima kasih, bukan transaksi.</p>
<p>Tapi, (<em>ah sudah lah)</em> sebagian orang terburu-buru menilai itu sebagai bentuk feodalisme atau relasi ekonomi, ini adalah silogisme yang terjadi. Ketika penghormatan ditafsir hanya dengan logika untung rugi, yang hilang bukan hanya makna, akan tetapi juga adab.</p>
<p>Demikian yang dilakukan Trans7 tentang Pesantren Lirboyo, tayangan yang seharusnya memperkenalkan khazanah tradisi malah menggiring opini seolah pesantren adalah ladang kapitalisme spiritual dan sebuah “bisnis kharisma” yang memperjualbelikan kesucian. Framing semacam ini bukan hanya menyederhanakan realitas, akan tetapi juga mencederai kehormatan lembaga yang selama ini menjaga nalar dan moral bangsa.</p>
<p>Padahal bila mau berpikir jernih, apa yang salah dari seorang kiai menerima amplop dari santrinya sebagai tanda cinta adab dan rasa terimakasih karena telah diajarkan ilmu? Apakah amplop itu sepadan dengan jasa para kyai dan guru di pesantren yang telah berhasil mendidik anak menjadi orang hebat ? Tentu tidak sepadan karena kyai dan pesantren tentu sudah jelas jasanya bagi berdirinya sebuah negeri bermana NKRI.</p>
<p>Kiai bukan aparatur negara yang digaji dari pajak rakyat, malah sebaliknya, merekalah yang justru mengeluarkan uang pribadi demi menjaga keberlangsungan pendidikan. Banyak pesantren berdiri di atas tanah warisan, dibangun tanpa subsidi, dijalankan dengan gotong royong. Maka, ketika santri atau wali santri memberikan sebagian rezekinya, itu bukan suap itu sedekah sebagai tanda terimakasih meskipun tidak sepadan dengan jasa para kyai. Hal itu dilakukan sebagai bentuk saling menanggung beban agar ilmu tetap berjalan, dalam hal ini pesantren, kyai, dan santri lebih mengerti konsepsi dasar Ekasila bangsa.</p>
<p>Tanpa pesantren, kyai, santri dan para pejuang islam Nusantara niscaya sejarah berkata lain dalam mencatat kemerdekaan negeri ini, hal itu jelas dan terang dalam catatan berdirinya Republik ini. Bahwa peran kyai dan santri sangat fundamental, suka atau tidak negeri lekat dengan tradisi dan perjuangan pesantren dalam menata bangsa.</p>
<p><a href="https://nataindonesia.com/peringati-hsn-2024-jurnalis-filantropi-indonesia-bagikan-100-paket-alquran-dan-sembako-bagi-santri-dhuafa/">Hari Santri</a> yang diperingati setiap 22 Oktober seharusnya menjadi momen mengingat akar itu, santri bukan hanya pelajar kitab, akan tetapi juga penjaga bangsa. Sebelum republik ini berdiri, para santri sudah turun ke medan perjuangan. Resolusi Jihad 1945 lahir dari tangan ulama pesantren, jauh sebelum banyak tokoh nasional memahami arti kemerdekaan yang sesungguhnya. Para kiai tak hanya membentuk moral umat, tapi juga pondasi kebangsaan.</p>
<p>Pesantren bukan sekadar tempat belajar ilmu agama. Ia adalah ruang hidup, tempat tumbuhnya karakter, akhlak, dan kebijaksanaan. Di pesantren, hubungan antara guru dan murid bukan hanya pengajar dan pelajar, melainkan penuh kasih, keteladanan, dan pembentukan jiwa. Bahkan santri militan akan melakukan segala hal yang diperintah oleh kyai dan ilmunya demi sebuah kebenaran, bahkan santri berani mati demi bangsa dan negara yang telah tercatat dalam titah peradaban bangsa Indonesia.</p>
<p>Kini, ketika dunia menghadapi revolusi teknologi dan krisis moral, pesantren kembali memegang peran strategis. Bukan hal tak mungkin transfer pengetahuan lewat guru kelak digantikan oleh teknologi kecerdasan (AI). AI bisa menjawab soal, menulis kitab, bahkan membuat khotbah. Pengetahuan tak lagi langka. Tapi ada yang tak bisa digantikan oleh algoritma, yakni moral!</p>
<p>AI bisa meniru nalar, tapi tidak bisa meniru niat. AI bisa menyusun argumentasi, tapi tidak bisa menumbuhkan empati. AI bisa mengenali pola, tapi tak punya hati nurani. Dunia semakin pintar, namun manusia bisa jadi rawan kehilangan kebijaksanaan.</p>
<p>Di saat manusia bisa belajar apapun lewat AI, hanya pesantren yang masih mengajarkan cara menjadi manusia. Kecerdasan buatan mampu meniru logika, tapi tidak bisa menanamkan keikhlasan. Mesin bisa menjawab pertanyaan, tapi tak mampu memahami niat.</p>
<p>Maka pesantren akan selalu relevan. Ia bukan anti-kemajuan, hanya menolak kehilangan ruh. Di tengah dunia yang semakin canggih tapi kehilangan hati, pesantren tetap berdiri di jalan yang sama; menjaga ilmu agar tetap beradab, dan menjaga adab agar tetap hidup.</p>
<p><em>“<strong>Ketika guru bisa digantikan mesin, hanya pesantren yang mampu menjaga kemanusiaan di dalam diri manusia</strong>.”</em></p>
<p><strong>*</strong><em>Politisi Kabupaten Sumenep</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/selamat-hari-santri-pesantren-publik-mata-duitan-dan-artificial-intelligence/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peringati HSN 2024, Jurnalis Filantropi Indonesia Bagikan 100 Paket Alquran dan Sembako bagi Santri Dhuafa</title>
		<link>https://nataindonesia.com/peringati-hsn-2024-jurnalis-filantropi-indonesia-bagikan-100-paket-alquran-dan-sembako-bagi-santri-dhuafa/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/peringati-hsn-2024-jurnalis-filantropi-indonesia-bagikan-100-paket-alquran-dan-sembako-bagi-santri-dhuafa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nata]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Oct 2024 04:55:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Santri Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[HSN 2024]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=5893</guid>

					<description><![CDATA[Nataindonesia.com &#8211; Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) ke-10, Jurnalis Filantropi Indonesia (Jufi) membagikan 100 paket...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nataindonesia.com</strong> &#8211; Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) ke-10, Jurnalis Filantropi Indonesia (Jufi) membagikan 100 paket Alquran dan sembako kepada santri dhuafa. Pembagian paket sembako dilakukan bersamaan dengan Tasyakuran Hari Santri Nasional 2024 dan Tabligh Akbar di Pesantren Alam Prasasti, Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Ahad (20/10/2024).</p>
<p>Ketua Jufi Wiyanto mengatakan santri merupakan elemen bangsa yang berada di garda terdepan dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. &#8220;Hari Santri adalah momen penting bagi bangsa Indonesia. Santri sangat berperan dalam perjalanan bangsa ini. Maka Jufi memberikan kepedulian, khususnya kepada santri-santri dhuafa,&#8221; ungkap Wiyanto dalam sambutannya.</p>
<p>Menurut Wiyanto, program kepedulian terhadap kaum santri bukan kali pertama dilakukan Jufi. &#8220;Kami juga pernah melakukan kegiatan sosial yang menyasar kaum santri seperti di Garut, Bogor, maupun Cianjur,&#8221; jelas Wiyanto.</p>
<p>Pada kesempatan ini, Wiyanto mengapresiasi Pesantren Alam Prasasti yang membebaskan biaya pendidikan santri yang seluruhnya berstatus dhuafa. &#8220;Saya berharap Prasasti berkembang dan menjadi model pesantren yang dikhususkan untuk santri dhuafa,&#8221; kata Wiyanto.</p>
<p>Sementara itu, Pimpinan Pesantren Alam Prasasti Abah Komarudin Ibnu Mikam dalam kesempatan ini mengucapkan terima kasih kepada Jufi yang telah menjadi jembatan kebaikan.</p>
<p>&#8220;Pada 2022, Jufi pernah membantu menjadi penghubung donatur atas pembangunan tiga lokal asrama santri di Prasasti. Semoga Jufi terus menjadi jembatan kebaikan bagi siapapun yang membutuhkan bantuan,&#8221; kata Abah Komar.</p>
<p>Tasyakuran dan Tabligh Akbar Hari Santri Nasional ke-10 diisi ceramah oleh Ustaz Bernard Abdul Jabbar dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi. Para santri juga turut menampilkan kreasi seni dan atraksi bela diri.</p>
<p>Untuk diketahui, Jurnalis Filantropi Indonesia (Jufi) menggelar sejumlah acara pada momen Hari Santri Nasional ke-10 tahun 2024. Selain tabligh akbar dan santunan santri dhuafa, Jufi menggelar lomba menulis artikel populer bagi kalangan santri dengan hadiah jutaan rupiah. Rencananya pemenang akan diumumkan pada 30 Oktober 2024.</p>
<p>Terselenggaranya acara tersebut atas dukungan Mandiri Amal Insani, Baznas Bazis DKI, Lembaga Pengkajian Pangan, Kosmetika dan Obat-obatan (LPPOM), Amaliah Astra, JNE serta Laznas Dewan Da’wah. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/peringati-hsn-2024-jurnalis-filantropi-indonesia-bagikan-100-paket-alquran-dan-sembako-bagi-santri-dhuafa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>HSN 2024, H Zainal Arifin: Santri Harus Nasionalis</title>
		<link>https://nataindonesia.com/hsn-2024-h-zainal-arifin-santri-harus-nasionalis/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/hsn-2024-h-zainal-arifin-santri-harus-nasionalis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nata]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Oct 2024 08:26:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[H Zainal Arifin]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Santri Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[HSN 2024]]></category>
		<category><![CDATA[PDI Perjuangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=5881</guid>

					<description><![CDATA[Nataindonesia.com &#8211; Hari Santri Nasional (HSN) diperingati setiap tanggal 22 Oktober untuk mengenang jasa para...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nataindonesia.com</strong> &#8211; Hari Santri Nasional (HSN) diperingati setiap tanggal 22 Oktober untuk mengenang jasa para santri dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Tanggal ini dipilih karena bertepatan dengan dikeluarkannya Resolusi Jihad oleh KH. Hasyim Asy&#8217;ari pada tahun 1945.</p>
<p>Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep <a href="https://nataindonesia.com/ketua-dprd-sumenep-h-zainal-sebagai-santri-geram-pada-praktik-prostitusi-kita-jaga-marwah-kemanusiaan/">H Zainal Arifin</a> menjelaskan, resolusi jihad itu menyerukan seluruh umat Islam untuk berjihad melawan penjajah. Yakni agresi militer dua oleh tentara Belanda dan Inggris beserta sekutunya.</p>
<p>&#8220;Kita sebagai santri wajib untuk terus berjuang memajukan bangsa dan negara ini,&#8221; katanya.</p>
<figure id="attachment_5880" aria-describedby="caption-attachment-5880" style="width: 940px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-5880 size-full" src="https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2024/10/hitam-putih-dan-merah-modern-foto-hari-santri-nasional-konten-facebook_20241020_145155_0000.png" alt="" width="940" height="788" srcset="https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2024/10/hitam-putih-dan-merah-modern-foto-hari-santri-nasional-konten-facebook_20241020_145155_0000.png 940w, https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2024/10/hitam-putih-dan-merah-modern-foto-hari-santri-nasional-konten-facebook_20241020_145155_0000-768x644.png 768w" sizes="(max-width: 940px) 100vw, 940px" /><figcaption id="caption-attachment-5880" class="wp-caption-text"><strong>Foto</strong> : Ketua DPRD Sumenep H Zainal Arifin</figcaption></figure>
<p>Alumni Pesantren Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan ini mengatakan, sudah sepatutnya seluruh elemen masyarakat untuk memberikan penghormatan kepada para santri yang telah berjuang mempertahankan kemerdekaan.</p>
<p>&#8220;Santri itu adalah elemen bangsa yang memiliki peran multi komplek bagi bangsa ini, kita lihat saja sejarah para ulama dan santri sejak masa kolonial Belanda hingga penjajahan Jepang, santri ada di berbagai tempat konsisten dengan perjuangannya untuk kemerdekaan bangsa ini,&#8221; urainya.</p>
<p>H Zainal menegaskan, santri tidak hanya belajar agama, tetapi juga berperan aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Mereka memupuk nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, dan kemanusiaan yang diajarkan oleh para Kiai.</p>
<p>&#8220;Ini yang perlu dicatat, Hari Santri bukan hanya milik kalangan pesantren, tetapi milik seluruh bangsa Indonesia. Peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia,&#8221; terangnya.</p>
<p>H Zainal berharap, para santri di Kabupaten Sumenep senantiasa bisa melahirkan inovasi dan karya-karya monumental untuk menunjang pembangunan Kabupaten Sumenep yang semakin maju.</p>
<p>&#8220;Saya harap begitu, karena santri memiliki latar belakang keilmuan yang multi akademik, mereka juga bisa menguasai berbagai keilmuan, hal itu sudah banyak terbukti,&#8221; tegasnya.</p>
<p>&#8220;Selamat Hari Santri Nasional 2024 yang kini mengusung tema &#8220;Menyambung Juang, Merengkuh Masa Depan,&#8221; imbuh H Zainal. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/hsn-2024-h-zainal-arifin-santri-harus-nasionalis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Srikandi Relawan Mbak Nong Bersama Nahdliyin Ramaikan JJS HSN Sumenep 2023</title>
		<link>https://nataindonesia.com/srikandi-relawan-mbak-nong-bersama-nahdliyin-ramaikan-jjs-hsn-sumenep-2023/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/srikandi-relawan-mbak-nong-bersama-nahdliyin-ramaikan-jjs-hsn-sumenep-2023/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nata]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Oct 2023 02:54:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Santri Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[HSN 2023]]></category>
		<category><![CDATA[JJS]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Umum PKB]]></category>
		<category><![CDATA[PKB Sumenep]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=4684</guid>

					<description><![CDATA[Nata Indonesia &#8211; Srikandi Relawan Nur Jannah -akrab disapa Mbak Nong- membaur bersama Rribu peserta...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nata Indonesia</strong> &#8211; Srikandi Relawan Nur Jannah -akrab disapa Mbak Nong- membaur bersama Rribu peserta Jalan-jalan sehat Hari Santri Nasional (HSN) yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumenep.</p>
<p>Srikandi Relawan Mbak Nong yang berjumlah 21 orang membagikan air botol kepada peserta JJS HSN. Mereka juga turut serta membagikan bendera NU kepada masyarakat yang ada di area titik kumpul JJS HSN PCNU Sumenep.</p>
<p>Menurut Korlap Srikandi Relawan Mbak Nong, Maulina, aksi itu sengaja dirancang untuk mendukung kegiatan NU sebagai cerminan bahwa partai kebangkitan bangsa (PKB) lahir dipangkuan NU. &#8220;Itu jelas tidak terbantahkan, sehingga hububgan NU dan PKB haruslah saling mendukung,&#8221; ucapnya saat ditemui di lokoasi JJS HSN.</p>
<p>Maulina menjelaskan, semula relawan Mbak Nong yang  bakal ikut meraikan HSN Sumenep banyak, namun kemudian ada banyak yang berhalangan. &#8220;Kalau tidak tetap pada rencana semula mungkin ada ratusan baik laki-laki dan perempuan yang ikut,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Kala itu, Mbak Nong juga terlihat di tengah-tengah relawannya itu. Meski dalam keadaan hamil, Mbak Nong setia menemani kegiatan para relawannya untuk terus meramainkan acara-acara NU.</p>
<p>Para relawan Mbak Nong itu terlihat berseragam memakai kaos putih dan bergambar Mbak Nong dengan tagline tulisan &#8220;PELEAN ATEH NUR JANNAH&#8221;.</p>
<figure id="attachment_4686" aria-describedby="caption-attachment-4686" style="width: 300px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="size-medium wp-image-4686" src="https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2023/10/IMG-20231015-WA0016-300x169.jpg" alt="" width="300" height="169" srcset="https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2023/10/IMG-20231015-WA0016-300x169.jpg 300w, https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2023/10/IMG-20231015-WA0016-1024x576.jpg 1024w, https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2023/10/IMG-20231015-WA0016-768x432.jpg 768w, https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2023/10/IMG-20231015-WA0016-1536x864.jpg 1536w, https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2023/10/IMG-20231015-WA0016-640x360.jpg 640w, https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2023/10/IMG-20231015-WA0016-24x14.jpg 24w, https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2023/10/IMG-20231015-WA0016-36x20.jpg 36w, https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2023/10/IMG-20231015-WA0016-48x27.jpg 48w, https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2023/10/IMG-20231015-WA0016.jpg 1600w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-4686" class="wp-caption-text"><em>Srikandi Relawan Mbak Nong foto bersama di Alun-Alun Sumenep usai mengikuti JJS HSN Sumenep 2023. (Istimewa/nataindonesi.com)</em></figcaption></figure>
<p>Terlihat pula bersama Srikandi Relawan Nur Jannah, ada Neng Aif, panggilan akrab Arifatul Fasikh dari Berembeng Kalimook. Putri Nyai Am.</p>
<p>JJS HSN Sumenep ini dihadiri oleh Wakil Bupati Sumenep Nyai Dewi Khalifah, Pengurus PCNU Sumenep beserta seluruh pengurus banom-banomnya. Tidak ketinggalan juga ada santri dari beberapa pesantren yang ada di Sumenep</p>
<p>PCNU Sumenep membangikan banyak hadiah kepada peserta JJS HSN yang beruntung. Mulai dari sovenir, kipas, Kulkas bahkan hingga tiga hadih umrah gratis bagi peserta yang beruntung.</p>
<p>Mbak Nong merupakan santri alumni Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep. Kini tengah mencalonkan diri sebagai calon legeslatif (Caleg) Dapil I DPRD Sumenel diusung oleh partai besutan (Alm) KH Abddurrahman Wahid alias Gus Dur. (red)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/srikandi-relawan-mbak-nong-bersama-nahdliyin-ramaikan-jjs-hsn-sumenep-2023/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
