<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DKPP Sumenep &#8211; Nata Indonesia</title>
	<atom:link href="https://nataindonesia.com/tag/dkpp-sumenep/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nataindonesia.com</link>
	<description>Narasi Kita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 27 Oct 2025 05:27:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2022/12/nata-indonesia-32x32.png</url>
	<title>DKPP Sumenep &#8211; Nata Indonesia</title>
	<link>https://nataindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>DKPP Sumenep Salurkan Bibit Jagung RK457 untuk 655 Kelompok Tani</title>
		<link>https://nataindonesia.com/dkpp-sumenep-salurkan-bibit-jagung-rk457-untuk-655-kelompok-tani/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/dkpp-sumenep-salurkan-bibit-jagung-rk457-untuk-655-kelompok-tani/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nata]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2025 05:27:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[DKPP Sumenep]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=7864</guid>

					<description><![CDATA[Nataindonesia.com — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKPP) Kabupaten Sumenep menyalurkan bibit jagung varietas unggul...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nataindonesia.com</strong> — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKPP) Kabupaten Sumenep menyalurkan bibit jagung varietas unggul RK457 kepada 655 kelompok tani. Langkah ini bukan sekadar distribusi benih, melainkan strategi pembangunan sektor pertanian yang berorientasi pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.</p>
<p>Penyerahan simbolis berlangsung di kantor BPP Manding, Senin (27/10). Acara tersebut dipimpin Kapolres Sumenep AKBP Rivanda, S.I.K., dan turut disaksikan Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, sebagai representasi Pemerintah Daerah dalam mendorong semangat baru pertanian Sumenep.</p>
<p>Momentum ini seakan menjadi alarm optimisme bagi petani memasuki musim tanam. RK457, yang dikenal dengan keunggulan produktivitasnya, dipandang sebagai “amunisi awal” untuk menantang fluktuasi hasil panen dan cuaca yang semakin tidak menentu.</p>
<p>Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, menegaskan bahwa program ini merupakan mandat langsung Bupati Sumenep, sekaligus cermin keberpihakan Pemkab terhadap petani sebagai tulang punggung ekonomi daerah.</p>
<p>“Program ini adalah bentuk keberpihakan Pemkab Sumenep kepada petani. Bibit unggul RK457 ini menjadi modal awal yang berkualitas untuk menyambut musim tanam, dengan harapan hasil panen dan pendapatan mereka meningkat,” tegasnya.</p>
<p>Lebih dari sekadar menyalurkan benih, pemerintah daerah ingin menunjukkan bahwa pertanian Sumenep tidak dibiarkan berjalan dengan pola lama. Ada dorongan inovasi, transformasi, dan percepatan agar sektor pangan tetap tangguh menghadapi tantangan zaman.</p>
<p>Bantuan bibit ini merupakan tindak lanjut proposal DKPP kepada Pemerintah Pusat, yang selama ini menjadi kanal sinergi dalam memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus memperluas daya saing pertanian Sumenep.</p>
<p>Untuk memastikan kualitas benih berada pada standar unggul, DKPP menggandeng PT WINMAR sebagai penyedia bibit. Kolaborasi ini diharapkan memberi jaminan mutu sehingga petani memperoleh hasil optimal, bukan sekadar formalitas program musiman.</p>
<p>Harapannya, bibit ini bukan hanya tumbuh menjadi tanaman produktif di lahan petani, tetapi juga menjadi simbol perubahan: bahwa pertanian Sumenep mampu berlari lebih jauh, lebih modern, dan lebih berpihak pada kesejahteraan pelaku utamanya. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/dkpp-sumenep-salurkan-bibit-jagung-rk457-untuk-655-kelompok-tani/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menembus Tembok Kebijakan Nasional Demi Petani, DKPP Sumenep Perjuangankan Tembakau Masuk Daftar Pupuk SSubsidi</title>
		<link>https://nataindonesia.com/menembus-tembok-kebijakan-nasional-demi-petani-dkpp-sumenep-perjuangankan-tembakau-masuk-daftar-pupuk-ssubsidi/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/menembus-tembok-kebijakan-nasional-demi-petani-dkpp-sumenep-perjuangankan-tembakau-masuk-daftar-pupuk-ssubsidi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mr. B]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2025 10:36:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[DKPP Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Petani Tembakau]]></category>
		<category><![CDATA[Pupuk Subsidi]]></category>
		<category><![CDATA[Tembakau Madura]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=7593</guid>

					<description><![CDATA[Nataindonesia.com • Sumenep &#8211; Di tengah deru perjuangan petani tembakau yang kian terhimpit oleh mahalnya...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nataindonesia.com</strong> • Sumenep &#8211; Di tengah deru perjuangan petani tembakau yang kian terhimpit oleh mahalnya biaya produksi, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, tampil sebagai garda terdepan. Mereka tak tinggal diam. Dengan semangat yang tak kenal lelah, DKPP bertekad memperjuangkan nasib para petani agar tembakau komoditas kebanggaan Madura masuk dalam daftar penerima pupuk subsidi dari pemerintah pusat.</p>
<p>Selama bertahun-tahun, tembakau tak pernah masuk dalam daftar tanaman yang berhak atas pupuk subsidi. Padahal, ribuan petani menggantungkan hidup mereka pada daun emas ini. Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, dengan nada tegas dan penuh keprihatinan, menyatakan bahwa aturan tersebut berlaku secara nasional, memaksa petani tembakau di seluruh Indonesia, termasuk Madura, untuk bertahan tanpa sokongan subsidi.</p>
<p>“Petani tembakau tidak boleh menggunakan pupuk bersubsidi, aturannya memang begitu,” ujar Chainur, Minggu (21/09/2025), dengan nada getir.</p>
<p>Di balik meja rapat dan dokumen kebijakan, Chainur yang akrab disapa Inung bergerak aktif. Ia tak hanya menyuarakan aspirasi Sumenep, tetapi juga menggandeng kabupaten lain yang menjadi sentra tembakau. Tujuannya satu: memperkuat suara, menembus tembok kebijakan pusat yang selama ini membisu terhadap nasib petani tembakau.</p>
<p>“Setiap rapat dengan pemerintah pusat, kami sudah menyampaikan persoalan tersebut. Kami juga berkoordinasi dengan kabupaten lain sentra tembakau, khususnya di Madura, agar suara kami lebih kuat,” tegasnya.</p>
<p>Namun, perjuangan ini bukan tanpa rintangan. Chainur menyadari bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan pemerintah pusat. Daerah hanya bisa mengusulkan, berharap, dan menunggu dengan harap-harap cemas.</p>
<p>Di sisi lain, suara dari ladang tembakau menggema penuh harap. Asim, seorang petani asal Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, menyampaikan jeritan hati yang mewakili ribuan petani lainnya.</p>
<p>“Kalau bisa diberikan bantuan pupuk khusus bagi petani tembakau di Sumenep. Kami berharap pemerintah segera memberikan solusi untuk meringankan beban petani,” ungkapnya, dengan mata yang menyimpan harapan dan kelelahan.</p>
<p>Meski jalan terjal terbentang di depan, DKPP Sumenep tak mundur. Mereka terus melangkah, membawa harapan para petani yang selama ini berjuang dalam senyap. Ini bukan sekadar soal pupuk ini soal keadilan, soal keberpihakan, soal keberlangsungan hidup para penjaga tanah Madura.</p>
<p>Jika tembakau adalah napas bagi petani, maka subsidi adalah oksigen yang mereka butuhkan. Dan DKPP Sumenep, dengan segala daya dan upaya, bertekad untuk memastikan napas itu tak terputus.</p>
<p>(Red/bhr).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/menembus-tembok-kebijakan-nasional-demi-petani-dkpp-sumenep-perjuangankan-tembakau-masuk-daftar-pupuk-ssubsidi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sumenep Luncurkan Terobosan Baru dalam Pertanian: Uji Coba Varietas Padi Unggul HMS 700</title>
		<link>https://nataindonesia.com/sumenep-luncurkan-terobosan-baru-dalam-pertanian-uji-coba-varietas-padi-unggul-hms-700/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/sumenep-luncurkan-terobosan-baru-dalam-pertanian-uji-coba-varietas-padi-unggul-hms-700/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mr. B]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2025 11:49:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Penelitian]]></category>
		<category><![CDATA[DKPP Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Hasil panen petani]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=7601</guid>

					<description><![CDATA[Nataindonesia.com • Sumenep kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi sektor pertanian melalui inovasi varietas unggul....]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nataindonesia.com</strong> • Sumenep kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi sektor pertanian melalui inovasi varietas unggul. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep saat ini tengah melakukan uji coba terhadap varietas padi HMS 700 hasil persilangan unggulan yang dikembangkan oleh pakar pertanian terkemuka, Prof. Hariadi dari Malang.</p>
<p>Kepala Jabatan Fungsional Penyuluh DKPP Sumenep, Dewo Ringgih, mengungkapkan bahwa HMS 700 memiliki potensi hasil panen yang jauh melampaui rata-rata varietas padi konvensional yang selama ini dibudidayakan oleh petani lokal.</p>
<p>“Produktivitas HMS 700 sangat menjanjikan. Varietas ini merupakan hasil riset dan persilangan yang cermat oleh Prof. Hariadi, dan kini kami uji perdana di Kecamatan Kota Sumenep,” ujar Dewo Ringgih, Kamis (18/9/2025).</p>
<p>Langkah strategis ini telah menarik perhatian langsung dari Bupati Sumenep, yang secara khusus melakukan peninjauan lapangan terhadap proses uji coba varietas tersebut. Dukungan ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemkab Sumenep siap mengakselerasi adopsi teknologi pertanian berbasis inovasi.</p>
<p>Selain HMS 700, DKPP juga mulai memperkenalkan sejumlah varietas unggul lain yang dirancang untuk menggantikan varietas lama seperti CRM. Di antaranya adalah Impari 3.2, Impari 4.2, padi Sembaga, dan Mapan semuanya dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan hasil produksi.</p>
<p>“Kami melihat tren positif dalam peralihan ke varietas baru yang lebih adaptif dan produktif. Ini bagian dari strategi besar kami untuk memperkuat ketahanan pangan daerah,” tambahnya</p>
<p>Dengan varietas-varietas inovatif ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap dapat mendorong lonjakan produktivitas pertanian, khususnya komoditas padi, secara berkelanjutan. Jika HMS 700 terbukti unggul dalam uji coba, varietas ini akan menjadi prioritas pengembangan di berbagai kecamatan lain di wilayah Sumenep.</p>
<p>Transformasi sektor pertanian di Kabupaten Sumenep kini memasuki babak baru yang lebih progresif. Melalui uji coba varietas padi HMS 700, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep menunjukkan langkah nyata dalam mengintegrasikan riset ilmiah dengan praktik pertanian lokal. Varietas ini merupakan hasil persilangan unggulan dari Prof. Hariadi, seorang akademisi dan peneliti pertanian dari Malang yang telah lama berkontribusi dalam pengembangan benih nasional.</p>
<p>“HMS 700 bukan sekadar varietas baru, tapi simbol kemajuan teknologi pertanian yang bisa mengubah wajah produksi padi di Sumenep,” ujar Dewo Ringgih, Kepala Jabatan Fungsional Penyuluh DKPP.</p>
<p>Uji coba perdana yang dilakukan di Kecamatan Kota Sumenep telah menarik perhatian langsung dari Bupati Sumenep, yang secara aktif memantau perkembangan varietas ini. Dukungan kepala daerah terhadap inovasi pertanian menjadi katalis penting dalam mempercepat adopsi teknologi di tingkat petani.</p>
<p>Lebih dari sekadar HMS 700, DKPP juga memperkenalkan generasi baru varietas padi seperti Impari 3.2, Impari 4.2, Sembaga, dan Mapan semuanya dirancang untuk menjawab tantangan iklim, efisiensi lahan, dan peningkatan hasil panen.</p>
<p>“Kami tidak hanya mengganti varietas lama, tapi membangun ekosistem pertanian yang lebih adaptif, produktif, dan berkelanjutan,” tambah Dewo.</p>
<p>Langkah ini sejalan dengan visi besar Pemkab Sumenep untuk menjadikan wilayahnya sebagai pionir pertanian modern di Jawa Timur. Jika HMS 700 terbukti unggul dalam produktivitas dan ketahanan, varietas ini akan menjadi model pengembangan di seluruh kecamatan, membuka peluang baru bagi petani untuk meningkatkan kesejahteraan dan daya saing.</p>
<p>(Red/bhr).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/sumenep-luncurkan-terobosan-baru-dalam-pertanian-uji-coba-varietas-padi-unggul-hms-700/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bazar Tani di Jantung Keraton: Ketika Sejarah dan Harapan Petani Coba Diwujudkan Oleh DKPP Sumenep</title>
		<link>https://nataindonesia.com/bazar-tani-di-jantung-keraton-ketika-sejarah-dan-harapan-petani-coba-diwujudkan-oleh-dkpp-sumenep/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/bazar-tani-di-jantung-keraton-ketika-sejarah-dan-harapan-petani-coba-diwujudkan-oleh-dkpp-sumenep/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mr. B]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2025 11:01:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Creatif]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Bazar Tani]]></category>
		<category><![CDATA[DKPP Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Keraton Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Petani Madura]]></category>
		<category><![CDATA[Petani Sumenep]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=7597</guid>

					<description><![CDATA[Nataindonesia.com • Sumenep, 2 September 2024 &#8211; Di bawah bayang-bayang megah Keraton Sumenep yang menyimpan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nataindonesia.com</strong> • Sumenep, 2 September 2024 &#8211; Di bawah bayang-bayang megah Keraton Sumenep yang menyimpan jejak kejayaan masa silam, sebuah peristiwa bersejarah kembali tercipta. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep menggelar Bazar Tani, sebuah perhelatan yang bukan sekadar pasar, melainkan panggung harapan bagi para petani lokal.</p>
<p>Bazar Tani ini bukan sembarang bazar. Ia digelar tepat di depan Keraton Sumenep ikon budaya dan sejarah Madura seolah ingin menegaskan bahwa pertanian adalah bagian tak terpisahkan dari identitas dan masa depan daerah. Di tengah aroma hasil bumi dan semangat gotong royong, masyarakat berkumpul bukan hanya untuk membeli, tetapi untuk belajar dan merayakan.</p>
<h4>Simbol Perubahan: Dari Ladang ke Perlindungan Sosial</h4>
<p>Kepala DKPP, Chainur Rasyid, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam mendukung kesejahteraan petani, khususnya mereka yang tergolong rentan. Dalam momen yang penuh makna, dilakukan penyerahan simbolis sarana pertanian dan kartu BPJS Ketenagakerjaan.</p>
<p>&#8220;sebuah bentuk pengakuan bahwa petani bukan hanya tulang punggung pangan, tetapi juga pekerja yang layak mendapat perlindungan sosial,&#8221; ujar chainur saat ditanya wartawan.</p>
<p>Lebih dari sekadar transaksi, bazar ini menjadi ruang promosi produk lokal dan edukasi pertanian. Chainur menekankan pentingnya pemahaman yang lebih baik tentang komoditas unggulan daerah. Dari pupuk organik hingga benih lokal, dari hasil panen segar hingga olahan kreatif, semuanya dipamerkan dengan semangat inovasi.</p>
<p>Antusiasme warga Sumenep luar biasa. Mereka datang tidak hanya sebagai pembeli, tetapi sebagai pembelajar. Anak-anak sekolah, ibu rumah tangga, hingga pelaku usaha kecil tampak antusias mengikuti demo budidaya dan diskusi ringan dengan para petani.</p>
<p>&#8220;Bazar ini menjadi jembatan antara generasi, antara tradisi dan teknologi, antara harapan dan kenyataan,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Di tempat yang dahulu menjadi pusat pemerintahan raja-raja Madura, kini petani berdiri sejajar sebagai pahlawan pangan. Bazar Tani ini bukan hanya kegiatan tahunan, tetapi sebuah bab baru dalam sejarah Sumenep dimana pertanian, budaya, dan kesejahteraan bersatu dalam satu narasi: <em><strong>kemajuan yang berakar pada tradisi.</strong></em></p>
<p>(Red/bhr).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/bazar-tani-di-jantung-keraton-ketika-sejarah-dan-harapan-petani-coba-diwujudkan-oleh-dkpp-sumenep/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DKPP Sumenep Kenalkan Aplikasi Silangtani Sumenep, Tersedia di Playstore: Berikut Fungsinya</title>
		<link>https://nataindonesia.com/dkpp-sumenep-kenalkan-aplikasi-silangtani-sumenep-tersedia-di-playstore-berikut-fungsinya/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/dkpp-sumenep-kenalkan-aplikasi-silangtani-sumenep-tersedia-di-playstore-berikut-fungsinya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nata]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Jan 2025 11:40:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[DKPP Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian Sumenep]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=6633</guid>

					<description><![CDATA[Nataindonesia.com &#8211; Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep perlahan menggiring pertanian di Kota...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nataindonesia.com</strong> &#8211; Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep perlahan menggiring pertanian di Kota Keris menuju pertanian moderen. Sistem penjualan hasil pertanian mulai disediakan dalam bentuk aplikasi.</p>
<p>Inovasi baru ini membuka cakrawala baru bagi anak muda tentang pertanian dan nilai ekonomis dari ladang dan sawah yang ada di Kabupaten Sumenep.</p>
<p>Dengan berbagai inovasi, bertani bukan lagi pekerjaan yang dipandang kurang etis dalam strata sosial.</p>
<p>Hasil pertanian masyarakat yang dikemas dengan lebih menarik, secara otomatis juga bakal meningkatkan nilai jual dan meningkatkan daya tarik pembeli.</p>
<p>Kabupaten Sumenep memiliki luas lahan pertanian dengan luas lahan 131.000 hektare yang tersebar di 27 Kecamatan. Hal itu telah menghasilkan ragam pertanian masyarakat. Hal ini juga peluang untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pertanian.</p>
<p>Berdasar uraian di atas, <a href="https://nataindonesia.com/dkpp-sumenep-siap-menyongsong-ketahanan-pangan-nasional/">DKPP Kabupaten Sumenep</a> ambil langkah inovatif dengan membuat aplikasi “Silangtani Sumenep”. &#8211;Aplikasi ini merupakan sebuah platform tempat pelelangan komoditas hasil pertanian para petani yang ada di Kabupaten Sumenep.</p>
<p>Kata Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid, melalui aplikasi Silangtani Sumenep, pasar bakal lebih mudah dijangkau dan bisa menciptakan pasar yang lebih luas.</p>
<p>“Aplikasi ini sebagai langkah nyata dalam memperkuat hilirisasi pertanian,” kata Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid kepada media ini. Jumat (31/01/2025).</p>
<p>Melalui aplikasi ini, setelah panen, para petani dapat mengunggah komoditas pertaniannya, dan dapat dijangkau oleh para pembeli yang tidak hanya dari daerah Sumenep, melainkan juga daerah luar.</p>
<p>“Minimal, calon pembeli baik dari Sumenep maupun luar daerah mendapatkan informasi terkait hasil pertanian masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, Apps Silangtani Sumenep bakal segera dikenalkan kepada masyarakat melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang ada Kecamatan. “Semoga dapat membantu memperkuat hilirisasi komoditas pertanian masyarakat,” harapnya.</p>
<p>Kendati demikian, Aplikasi Silangtani Sumenep diakui masih masih dalam tahap pengembangan oleh tim Cyber yang bekerjasama dengan DKPP Sumenep. Seperti scurity dan fitur-fitur penunjang yang lebih menarik serta mudah digunakan.</p>
<p>“Kemarin kami sudah diskusi terkait kemanan ini, seterusnya akan secara berkala dilakukan pemantauan dan evaluasi. Sehingga para pengguna mendapatkan keamanan,” tegasnya.</p>
<p>Penting diketahui, Apps Silangtani Sumenep telah tersedia di Playstore. Masyarakat untuk menggunakannya bisa langsung mengunduh melalui smartphone masing.<strong> (Red/BRi)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/dkpp-sumenep-kenalkan-aplikasi-silangtani-sumenep-tersedia-di-playstore-berikut-fungsinya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DKPP Sumenep Siap Menyongsong Ketahanan Pangan Nasional</title>
		<link>https://nataindonesia.com/dkpp-sumenep-siap-menyongsong-ketahanan-pangan-nasional/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/dkpp-sumenep-siap-menyongsong-ketahanan-pangan-nasional/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nata]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jan 2025 10:08:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[DKPP Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian Sumenep]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=6499</guid>

					<description><![CDATA[Nataindonesia.com &#8211; Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep sukses membangun kolaborasi dalam mendukung...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nataindonesia.com</strong> &#8211; Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep sukses membangun kolaborasi dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan apresiasi tinggi terhadap semua pihak yang terlibat.</p>
<p>Diterangkan oleh DKPP Sumenep, Kabupaten Sumenep merupakan daerah yang mempunyai hamparan pertanian yang cukup luas. Sehingga, beberapa komoditas menjadi komoditi andalan bahkan terbesar se Jawa Timur.</p>
<p>Beberapa komidit andalan yang dimiliki Sumenep adalah kelapa, cabe rawit, cabe jamu, bawang merah, dan tembakau. Selain itu, untuk tanaman padi, jagung dan sayuran menjadi komoditas yang tidak luput dari perhatian pemerintah dalam membangun ketahan pangan.</p>
<p>Untuk mencapai target pencapaian ketahanan pangan nasional, DKPP mempererat kerjasama dengan menggelar Temu Ramah dan Apresiasi dengan tema “Mengasah Kuat Menuai Hasil: Refleksi dan Harapan Tahun 2025”. Bertempat di Pendopo Agung Keraton Sumenep, pada Kamis 23 Januari 2025.</p>
<p>Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Sumenep berserta jajaran Forkopimda dan Pimpinan OPD, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Pertanian se Madura, Perwakilan PT Pokphand, Perwakilan Pupuk Indonesia Wilayah Provinsi Jawa Timur, ratusan penyuluh pertanian, ratusan kios pupuk, distributor pupuk, asosiasi bawang merah, asosiasi pisang, petani milenial, Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani), Inseminator, Perkumpulan Kelompok Tani Sumekar dan sejumlah tokoh lainnya.</p>
<p>Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi atas kerja keras semua pihak yang terlibat dalam mendukung sektor pertanian di Kabupaten Sumenep. &#8212; Menurutnya, kolaborasi sangat penting untuk mencapai ketahanan pangan dan keberlanjutan pertanian yang lebih baik di masa depan.</p>
<p>“Pertanian adalah tulang punggung ekonomi kita. Saya harap, melalui refleksi ini, kita semua semakin solid dalam bekerja dan terus berinovasi untuk menghadapi tantangan di tahun 2025,” terang Bupati Fauzi.</p>
<p>Kepala DKPP Kabupaten Sumenep Chainur Rasyid menjelaskan, pertemuan tersebut merupakan ruang bersama untuk mengevaluasi capaian di tahun-tahun sebelumnya. “Sekaligus untuk menyusun strategi yang lebih baik ke depan,” jelas Kepala DKKP Sumenep yang familiar disapa Kadis Inung.</p>
<p>Kadis Inung mengungkapkan, saat ini DKPP Sumenep siap melaunching aplikasi hasil olahan pertanian Sumenep. Hal itu, sambungnya, sebagai upaya menindaklanjuti arahan Menteri Pertanian yaitu Menuju Pertanian yang Tangguh, Modern dan Mandiri.</p>
<p>“Dan saat ini kami mempersiapkan aplikasi yang dapat memudahkan sektor pertanian di Kabupaten Sumenep yaitu Aplikasi Si Teken dan Aplikasi Silang Tani,” papar Kadis Inung. <strong>(Red/NR)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/dkpp-sumenep-siap-menyongsong-ketahanan-pangan-nasional/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
