<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dinas kesehatan sumenep &#8211; Nata Indonesia</title>
	<atom:link href="https://nataindonesia.com/tag/dinas-kesehatan-sumenep/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nataindonesia.com</link>
	<description>Narasi Kita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 18 Oct 2025 03:31:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2022/12/nata-indonesia-32x32.png</url>
	<title>Dinas kesehatan sumenep &#8211; Nata Indonesia</title>
	<link>https://nataindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Stunting Di Sumenep Terus Menurun, Dinkes Kobarkan Semangat GENTING</title>
		<link>https://nataindonesia.com/stunting-di-sumenep-terus-menurun-dinkes-kobarkan-semangat-genting/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/stunting-di-sumenep-terus-menurun-dinkes-kobarkan-semangat-genting/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mr. B]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Oct 2025 03:30:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas kesehatan sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Sumenep]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=7813</guid>

					<description><![CDATA[Nataindonesia.com • Dalam semangat yang membara demi masa depan anak-anak Indonesia, Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nataindonesia.com</strong> • Dalam semangat yang membara demi masa depan anak-anak Indonesia, Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) kembali menegaskan komitmennya yang tak tergoyahkan dalam memerangi stunting. Melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Dinkes Sumenep menggelorakan semangat gotong royong lintas sektor demi menciptakan generasi emas yang sehat, cerdas, dan tangguh menuju Indonesia Emas 2045.</p>
<p>Pada Kamis (16/10/2025), Rapat Koordinasi Tim Pengendalian GENTING digelar di Ruang Rapat Potre Koneng Bappeda Sumenep. Suasana penuh semangat dan tekad menyelimuti ruangan saat perwakilan dari BUMN, BUMD, swasta, perguruan tinggi, lembaga sosial, komunitas, dan media berkumpul sebagai Orang Tua Asuh (OTA) bagi keluarga berisiko stunting. Ini bukan sekadar rapat ini adalah deklarasi perjuangan bersama.</p>
<p>Kepala Dinkes P2KB Sumenep, Ellya Fardansah, dalam arahannya menyampaikan dengan penuh keyakinan bahwa GENTING bukan hanya program, melainkan gerakan moral dan sosial yang lahir dari kepedulian mendalam terhadap masa depan bangsa.</p>
<p>“Stunting bukan sekadar kekurangan gizi. Ini adalah ancaman nyata terhadap kualitas generasi penerus. Penurunan IQ hingga 11 poin bukan angka biasa itu adalah alarm keras yang harus kita jawab dengan tindakan nyata,” tegas Ellya, dengan suara yang menggugah.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa GENTING berlandaskan pada Keputusan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 329/KEP/G2/2024, yang menjadi panduan resmi pelaksanaan gerakan ini. Dinkes Sumenep tidak hanya menjalankan mandat, tetapi menghidupkan semangat kolektif untuk menekan angka stunting hingga titik terendah.</p>
<p>Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan KB, Ida Winarni, turut memaparkan capaian luar biasa yang telah diraih. Dalam empat tahun terakhir, prevalensi stunting di Sumenep berhasil ditekan secara signifikan:</p>
<p><strong>| Tahun | Prevalensi Stunting |</strong></p>
<p>| 2021     | 29%    |</p>
<p>| 2022     | 21,9% |</p>
<p>| 2023     | 16,7% |</p>
<p>| 2024     | 11,2%  |</p>
<p>“Kami optimis tahun 2025 bisa menembus angka di bawah 10 persen. Ini bukan sekadar target, ini adalah janji kami kepada anak-anak Sumenep,” ujar Ida dengan penuh haru.</p>
<p>Ida juga menekankan bahwa perjuangan melawan stunting adalah maraton, bukan sprint. Setiap kelahiran baru adalah peluang untuk mencegah, bukan menyesal. Melalui edukasi, pemenuhan gizi, dan pendampingan keluarga, Dinkes Sumenep bertekad memastikan tidak ada anak yang lahir dalam kondisi stunting.</p>
<p>Dengan GENTING, Dinkes Sumenep tidak hanya membangun sinergi antarsektor, tetapi juga menyalakan obor harapan bagi masa depan yang lebih cerah. Ini adalah gerakan yang menolak menyerah, menolak diam, dan menolak membiarkan satu pun anak tumbuh tanpa potensi maksimalnya.</p>
<p>(Red/Bhr).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/stunting-di-sumenep-terus-menurun-dinkes-kobarkan-semangat-genting/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dinas Kesehatan Sumenep Torehkan Prestasi Gemilang dalam Cakupan Imunisasi Massal Campak</title>
		<link>https://nataindonesia.com/dinas-kesehatan-sumenep-torehkan-prestasi-gemilang-dalam-cakupan-imunisasi-massal-campak/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/dinas-kesehatan-sumenep-torehkan-prestasi-gemilang-dalam-cakupan-imunisasi-massal-campak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mr. B]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2025 04:25:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Campak]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas kesehatan sumenep]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=7585</guid>

					<description><![CDATA[Nataindonesia.com • Sumenep kembali menorehkan pencapaian luar biasa dalam bidang kesehatan masyarakat. Berdasarkan data resmi...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nataindonesia.com</strong> • Sumenep kembali menorehkan pencapaian luar biasa dalam bidang kesehatan masyarakat. Berdasarkan data resmi dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, cakupan Outbreak Response Immunization (ORI) campak hingga Kamis, 18 September 2025, telah mencapai angka mengesankan sebesar 89,9 persen dari total sasaran 73.969 anak. Artinya, sebanyak 66.465 anak telah berhasil mendapatkan imunisasi campak sebagai bagian dari upaya perlindungan kesehatan nasional.</p>
<p>Keberhasilan ini semakin bersinar dengan capaian luar biasa dari 14 puskesmas yang berhasil masuk kategori hijau, yakni dengan capaian di atas 95 persen. Puskesmas Giligenting memimpin dengan capaian tertinggi 99,1 persen, diikuti oleh Pandian (97,9%), Sapeken dan Batupatih (97,3%), serta Bluto (96,2%). Puskesmas lainnya seperti Batuan, Dasuk, Legung Timur, Pragaan, Pamolokan, Saronggi, Ambunten, Moncek Tengah, dan Kangayan juga menunjukkan performa luar biasa dengan capaian di atas 95 persen.</p>
<p>Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Achmad Syamsuri, menyampaikan bahwa capaian ini mencerminkan komitmen dan kerja keras seluruh tenaga kesehatan di Sumenep.</p>
<p>“Sebagian besar puskesmas telah melampaui target nasional. Ini adalah bukti nyata bahwa Sumenep mampu menjadi teladan dalam pelaksanaanimunisasi massal,” ujarnya dengan bangga.</p>
<p>Meski demikian, tantangan tetap ada. Beberapa puskesmas seperti Dungkek (60,4%), Batang-Batang (68,4%), dan Rubaru (69,6%) masih menghadapi hambatan dalam mencapai target. Namun, semangat untuk mengejar ketertinggalan tetap menyala. Puskesmas Gapura (75,5%) dan Kalianget (80,5%) menunjukkan tren positif menuju capaian optimal.</p>
<p>Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya maksimalisasi cakupan, pelaksanaan ORI campak di Kabupaten Sumenep mendapat tambahan waktu hingga 27 September 2025. Keputusan ini merupakan hasil koordinasi intensif antara Dinkes P2KB Sumenep, Kementerian Kesehatan, WHO, UNICEF, dan Universitas Airlangga.</p>
<p>“Tambahan waktu ini adalah peluang emas untuk menyempurnakan capaian dan memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari perlindungan imunisasi,” tutup Syamsuri.</p>
<p>(Red/bhr).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/dinas-kesehatan-sumenep-torehkan-prestasi-gemilang-dalam-cakupan-imunisasi-massal-campak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dinkes P2KB Sumenep Bergerak Cepat Tangani KLB Campak, Gandeng FKM Unair untuk Perkuat Penyelidikan Epidemiologi</title>
		<link>https://nataindonesia.com/dinkes-p2kb-sumenep-bergerak-cepat-tangani-klb-campak-gandeng-fkm-unair-untuk-perkuat-penyelidikan-epidemiologi/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/dinkes-p2kb-sumenep-bergerak-cepat-tangani-klb-campak-gandeng-fkm-unair-untuk-perkuat-penyelidikan-epidemiologi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mr. B]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2025 05:00:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Sumenep Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas kesehatan sumenep]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=7581</guid>

					<description><![CDATA[Nataindonesia.com • Sumenep, Jawa Timur — Menyikapi status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak yang ditetapkan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nataindonesia.com</strong> • Sumenep, Jawa Timur — Menyikapi status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak yang ditetapkan sejak Agustus 2025, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep langsung mengambil langkah cepat dan terukur. Salah satu upaya strategis yang dilakukan adalah mengintensifkan kegiatan Penyelidikan Epidemiologi (PE) secara menyeluruh di wilayah terdampak.</p>
<p>Sebagai bentuk komitmen dalam penanganan yang berbasis ilmiah dan kolaboratif, Dinkes P2KB menggandeng Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Kolaborasi ini memperkuat pelaksanaan PE sekaligus mempercepat respons lapangan terhadap kasus-kasus baru.</p>
<p>“Kami bergerak cepat. Kolaborasi ini tidak hanya mendukung pelaksanaan imunisasi massal, tetapi juga memperkuat edukasi masyarakat dan pendalaman kasus melalui PE campak,” tegas Achmad Syamsuri, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Sumenep, Rabu (3/9/2025).</p>
<p>Tim dari FKM Unair telah aktif sejak pekan lalu dan kembali diperkuat dengan tambahan personel pada awal September. Sebanyak dua belas orang, termasuk mentor ahli, kini ditugaskan khusus di Sumenep untuk mendukung pelaksanaan PE secara intensif.</p>
<p>“Kehadiran tim akademisi menjadi nilai tambah. Mereka membantu memastikan penanganan kasus dilakukan secara komprehensif dan berbasis data,” tambah Syamsuri.</p>
<p>Di sisi lain, imunisasi massal terhadap anak-anak terus digelar secara konsisten di berbagai titik. Dinkes juga menggalakkan penyuluhan intensif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi campak.</p>
<p>“Ini adalah bentuk respons cepat kami untuk menekan penyebaran kasus, terutama di tengah meningkatnya laporan gejala campak dari masyarakat,” tutup Syamsuri.</p>
<p>Dengan langkah-langkah sigap dan kolaboratif ini, Dinkes P2KB Sumenep menunjukkan komitmen kuat dalam melindungi kesehatan masyarakat dan mencegah meluasnya wabah campak di wilayahnya.</p>
<p>(Red/Bhr).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/dinkes-p2kb-sumenep-bergerak-cepat-tangani-klb-campak-gandeng-fkm-unair-untuk-perkuat-penyelidikan-epidemiologi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
