<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bawang merah variates Rubaru &#8211; Nata Indonesia</title>
	<atom:link href="https://nataindonesia.com/tag/bawang-merah-variates-rubaru/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nataindonesia.com</link>
	<description>Narasi Kita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 20 Feb 2025 13:06:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2022/12/nata-indonesia-32x32.png</url>
	<title>Bawang merah variates Rubaru &#8211; Nata Indonesia</title>
	<link>https://nataindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bantuan BSPS di Desa Rubaru Diduga jadi Bancakan Bersama Jajaran Pemdes</title>
		<link>https://nataindonesia.com/bantuan-bsps-di-desa-rubaru-diduga-jadi-bancakan-bersama-jajaran-pemdes/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/bantuan-bsps-di-desa-rubaru-diduga-jadi-bancakan-bersama-jajaran-pemdes/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nata]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Feb 2025 06:46:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Bawang merah variates Rubaru]]></category>
		<category><![CDATA[BSPS Dikorupsi]]></category>
		<category><![CDATA[BSPS Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Program BSPS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=6835</guid>

					<description><![CDATA[Nataindonesia.com &#8211; Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang menyebabkan penerima terlilit hutang yakni terjadi...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nataindonesia.com</strong> &#8211; Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang menyebabkan penerima terlilit hutang yakni terjadi di Desa Rubaru Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep. Diduga kuat menjadi bancakan bersama para aparatur pemerintahan desa setempat (Pemdes) setempat. Keluarga Kades terpilih (wafat tidak dilantik) disinyalir otak utama pemangkasan bantuan tersebut.</p>
<p>Pelaksana Jabatan Kepala Desa (PJ Kades) Rubaru Fathor Rahman saat dikonfirmasi mengenai kasus tersebut, ia tidak memberikan jawaban apapun. Upaya konfirmasi dilakukan pada Kamis 20 Februari 2025. Semula sambungan telpon sempat diangkat, lalu saat dijelaskan bahwa bakal konfirmasi mengenai kasus tersebut, sambungan telpon langsung dimatikan oleh Fathor. Kemudian coba ditanyakan lewat chat WhatsApp, ia tidak memberikan respon apapun.</p>
<p>Sekretaris Desa Rubaru, Chairul Anam saat dikonfirmasi pada 13 Februari lalu, ia mengatakan tidak mengetahui mengenai <a href="https://nataindonesia.com/bsps-di-rubaru-penerima-terlilit-hutang-sebagian-lagi-fiktif/">penyaluran BSPS</a>, bahkan ia mengaku tidak mengetahui daftar para penerima.</p>
<p>&#8220;Saya tidak tahu, datanyapun saya tidak punya,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Nataindonesia.com juga melakukan konfirmasi kepada Pendamping BSPS Desa Rubaru, Eko Wahyudi. Ia tidak lain merupakan putra Kades terpilih yang meninggal.</p>
<p>Eko mengaku bahwa hingga Februari 2025 pengerjaan BSPS anggaran 2024 di desanya tersebut belum tuntas. &#8220;Iya ini tinggal dua, belum selesai karena tidak ada tukang,&#8221; katanya.</p>
<p>Pada hari berikutnya, ia dikonfirmasi mengenai pemotongan bantuan yang mestinya diberikan kepada penerima. Namun Eko tidak merespon dan enggan berbicara.</p>
<p>Berdasar pengakuan Eko, jumlah penerima BSPS di Desa Rubaru yakni 49 orang. Total anggaran yang turun ke Rubaru berkisar Rp 980 juta.</p>
<p>Besaran anggaran tersebut diduga kuat telah dikorupsi oleh para petinggi pemdes setempat. Pasalnya, sebagian bahan yang diberikan kepada penerima merupakan barang bekas.</p>
<p>Selain itu, para penerima dijanjikan bakal diberi uang untuk pembayaran tukang Rp 2.5 Juta, Kendati demikian, berdasar pengakuan penerima dari kampung Kombira, Desa Rubaru, uang tersebut tidak pernah diberikan hingga ia terpaksa berhutang hingga Rp 4 juta. Hal itu digunakan untuk kekurangan biaya pembangunan. Bahkan yang lebih miris, sebagian penerima haknya tidak diberikan sama sekali.<strong> (Red/NR)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/bantuan-bsps-di-desa-rubaru-diduga-jadi-bancakan-bersama-jajaran-pemdes/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bawang Merah Sumenep Anjlok, Petani Muda Minta Pemerintah Turun Tangan</title>
		<link>https://nataindonesia.com/bawang-merah-sumenep-anjlok-petani-muda-minta-pemerintah-turun-tangan/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/bawang-merah-sumenep-anjlok-petani-muda-minta-pemerintah-turun-tangan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nata]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jul 2024 11:54:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Bawang merah variates Rubaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=5668</guid>

					<description><![CDATA[Nataindonesia.com &#8211; Harga jual bawang merah petani pada musim panen di Sumenep menurun dari harga...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nataindonesia.com</strong> &#8211; Harga jual bawang merah petani pada musim panen di Sumenep menurun dari harga biasanya. Para petani terancam bakal rugi besar akibat harga pasar yang tidak menguntungkan.</p>
<p>Kata salah satu petani bawang merah di Kecamatan Rubaru Moh Kholid mengatakan, kini harga bawang Super Rp 15 ribu, Super Sedang Rp 12 ribu dan harga bawang standar Sumenep Rp Rp 10 ribu.</p>
<p>Harga di atas, kata Kholid, merupakan harga yang sangat tidak menguntungkan bagi petani. &#8220;Kalau harga misal stagnan Rp 15 ribu itu petani masih memungkinkan hanya balik modal, itu belum dihitung biaya kerja selama dua bulan,&#8221; ungkapnya, Senin 15 Juli 2024.</p>
<p>Ia menjelaskan, harga standar bawang merah yang bisa membuat untung petani yakni di kisaran Rp 15 ribu hingga Rp 24 ribu. Hal tersebut merupakan harga yang sudah dikatakan cukup oleh petani untuk ambil untung sebesar 30 persen dari modal yang dikeluarkan.</p>
<p>&#8220;Itu untungnya tidak banyak, ya tergantung luas lahan dan banyaknya hasil tanam juga,&#8221; katanya .</p>
<p>Menurut Kholid, harga bawang merah lokal Sumenep yang membuat harganya turun adalah akibat pasokan bawang merah dari luar yang masuk ke Kota Keris. Hal tersebut sudah sering menjadi keluhan para petani setiap musim panen.</p>
<p>&#8220;Akhirnya kadang kita harus cari pasar sendiri ke luar Madura,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Penting diketahui, <a href="https://nataindonesia.com/petani-di-balik-ekspor-bawang-goreng-sumenep-ke-belanda/">bawang merah variates Rubaru</a> merupakan salah satu bawang merah terbaik yang ada di Indonesia. Bahkan para petani melalui <a href="https://nataindonesia.com/dkpp-sumenep-beri-pelatihan-managemen-pengembangan-bagi-koperasi-petani/">PT Permata Indah Rubaru (PIR)</a> sudah sempat ekspor produk bawang merah.</p>
<p>Kendati demikian, para petani masih sering dihadapkan oleh masalah klasik, yakni persaingan pasar yang tidak menguntungkan bagi petani.</p>
<p>Kholid berharap, pemerintah bisa memberikan perhatian yang serius terhadap petani bawang merah, terutama yang ada di Rubaru.</p>
<p>&#8220;Kalau masalah pasar ini petani tidak bisa berbuat banyak, pemerintah harus ambil kebijakan tidak bisa hanya minta petani meningkatkan kualitas, tapi pemasarannya juga,&#8221; pungkas Holid. (Nif/red)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/bawang-merah-sumenep-anjlok-petani-muda-minta-pemerintah-turun-tangan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DKPP Sumenep Beri Pelatihan Managemen Pengembangan bagi Koperasi Petani</title>
		<link>https://nataindonesia.com/dkpp-sumenep-beri-pelatihan-managemen-pengembangan-bagi-koperasi-petani/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/dkpp-sumenep-beri-pelatihan-managemen-pengembangan-bagi-koperasi-petani/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nata]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Jun 2024 05:49:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Bawang merah variates Rubaru]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian Sumenep]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=5599</guid>

					<description><![CDATA[Nataindonesia.com &#8211; Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep Managemen Pengelolaan Korporasi Petani Upland untuk...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nataindonesia.com</strong> &#8211; Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep Managemen Pengelolaan Korporasi Petani Upland untuk meningkatkan penjualan produk dua koperasi pertanian yang dinaunginya. Bertempat di Hotel Grand Inna Tunjungan Surabaya, berlangsung sejak 12-15 Juni 2024.</p>
<p>Ada dua koperasi yang mengikuti pelatihan tersebut yakni Koperasi PIR Rubaru dan Koperasi Keraton Langit Pasongsongan. Total peserta yang mengikuti pelatihan tersebut yakni berjumlah 20 orang.</p>
<p>Keduanya merupakan korporasi binaan DKPP Sumenep yang fokus meningkatkan penjualan bawang merah khas Sumenep, mulai dari bahan baku hingga olahan.</p>
<p>Target pelatihan yakni untuk meningkatkan penjualan bawang mentah di pasar lokal, meningkatkan penjualan produk olahan dan meningkatkan kualitas menejemen korporasi petani.</p>
<p>Salah satu peserta pelatihan Moh Holid mengatakan, pihaknya menilai bahwa DKPP Sumenep patut diapresiasi karena telah mengupayakan para petani bawang merah terus berkembang dan bisa meningkatkan nilai jual bawang merah lokal.</p>
<p>&#8220;Kita para petani memang sangat butuh dukungan dari pemerintah, terutama kalau sudah mengenai jangkauan pasar penjualan,&#8221; katanya.</p>
<p>Holid sendiri merupakan Manager Marketing di Koperasi PT PIR sekaligus petani muda yang senantiasa mengembangkan produk olahan Bawang Merah khas Sumenep.</p>
<p>Menurutnya, <a href="https://nataindonesia.com/petani-di-balik-ekspor-bawang-goreng-sumenep-ke-belanda/">Bawang Merah khas Sumenep</a>, terutama variates Rubaru merupakan bawang merah terbaik yang ada di Indonesia. Kualitasnya juga sudah diakui hingga ke manca Negera.</p>
<p>&#8220;Cuma masalahnya kita kadang kalah bersaing di pasar lokal karena Managemen yang belum maksimal. Jadi ini pelatihan sangat penting bagi kami semua,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sekadar diketahui, kini DKPP Sumenep juga telah memberikan bantuan berupa bibit dan pupuk kepada para petani bawang merah. Hal itu mereka lakukan sudah setiap tahun selama tiga tahun terakhir. (nif/red)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/dkpp-sumenep-beri-pelatihan-managemen-pengembangan-bagi-koperasi-petani/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Petani di Balik Ekspor Bawang Goreng Sumenep ke Belanda</title>
		<link>https://nataindonesia.com/petani-di-balik-ekspor-bawang-goreng-sumenep-ke-belanda/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/petani-di-balik-ekspor-bawang-goreng-sumenep-ke-belanda/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nata]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Nov 2023 13:04:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Bawang Goreng]]></category>
		<category><![CDATA[bawang goreng rubaru]]></category>
		<category><![CDATA[Bawang Goreng Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Bawang merah variates Rubaru]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspor bawang goreng rubaru]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[PT Permata Indah Rubaru]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=4803</guid>

					<description><![CDATA[Nata Indonesia &#8211; Bawang Goreng Sumenep tembus pasar internasional. Awal Titik terang para petani bawang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nata Indonesia</strong> &#8211; Bawang Goreng Sumenep tembus pasar internasional. Awal Titik terang para petani bawang merah Rubaru untuk mendongkrak pendapatannya.</p>
<p>Melalui PT Permata Indah Rubaru (PIR), bawang merah variates Rubaru dalam bentuk goreng berhasil diekspor ke Belanda. Bupati Sumenep Achmad Fauzi ikut merayakan kesuksesan ini dengan melakukan pelepasan ekspor pada Rabu 1 November 2023, di Kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Sumenep.</p>
<p>Bawang Merah Variates Rubaru sudah lama dikenal sebagai salah satu bawang merah terbaik di Indonesia. Ciri utamanya memiliki aromatik khas dibanding bawang merah yang ada di daera lain di Indonesia.</p>
<p>Harga jual bawang merah Rubaru juga di atas harga rata-rata di banding bawang merah daerah lain. Harganya bisa mencapai Rp 30 ribu/kg. Sementara bawang merah lain harganya di kisaran paling mahal Rp 20 ribu/kg.</p>
<p>Kendati demikian, harga bawang merah rubaru sempat rusak akibat persaingan harga dengan daerah lain. Faktor lain perusak harganya adalah penurunan kualitas bawang rubaru yang tercampur dengan bibit luar Sumenep.</p>
<p>Para Petani sempat kebingunan akan kejadian tersebut. Hingga akhirnya, muncul ide untuk mengembangkan bawang merah rubaru dengan membuat berbagai produk olahan bawang goreng. Ide ini tidak lain diinisiasi oleh para Petani Muda Rubaru.</p>
<h2>Awal Mula Bawang Merah Goreng Rubaru Sumenep</h2>
<p>Berawal dari ide Fauzan bersama istrinya, pasangan suami istri itu pada sekitar 2018-2019 mencoba membuat produk olahan bawang merah Rubaru. Keduanya juga memperkenalkan kepada kelompok teman-temannya yang memang tergabung dalam kelompok petani muda.</p>
<p>Fauzan bersama teman-temannya mulai memperkenal produk olahan bawang merah Rubaru di pasar lokal. Namun perkembangannya tidak begitu signifikan. Kemudian, Fauzan mencoba untuk membuat kemasan bernama &#8220;Dafis Tumpeng&#8221;. Hal ini juga belum membuahkan hasil yang signifikan. Penjualan produk bawang goreng Rubaru tidak ada pekermbangan.</p>
<p>Para Petani Muda Rubaru, pada 2021 lalu kemudian meresmikan kelompoknya dalam naungan Badan Usaha Milik Petani (BUMP) Permata Indah Rubaru (PIR). Di sinilah para petani mulai berkolaborasi untuk membuat kualitas produk bawang Rubaru semakin baik dengan pola manejemen yang lebih terstruktur. Baik dari pengemasan produk hingga pola manejemen pemasaran.</p>
<p>Melihat potensi tetsebut, Pemerintah Sumenep kemudian ikut turun tangan membantu para petani untuk mengembangkan produk pertanian bawang merah Rubaru.</p>
<p>BUMP PIR pun berganti menjadi Koperasi Permata Indah Rubaru dan pada tahap selanjutnya koperasi itu melahirkan PT Permata Indah Rubaru yang menaungi segala produk bawang merah Rubaru.</p>
<p>&#8220;Sejak dibantu pemerintah Alhamdulillah produk kami itu semakin dikenal luas ke berbagai kota yang ada di Indonesia, karena kami mendapat fasiltas pemasaran,&#8221; kata Manager Marketing PT Permata Indah Rubaru, Rohmat Kurnianto -akran disapa Mr. Kim- pada Rabu 1 November 2023, ditemui Nataindonesoa.com di Kantornya, Jl Raya Rubaru Desa Mandala, Kecamatan Rubaru.</p>
<h3>Bawang Goreng Sumenep, Variates Rubaru Tembus Pasar Belanda</h3>
<p>Nama bawang goreng Rubaru kini sudah lebih dikenal sebagai Bawang Goreng Sumenep. Hal ini demi mendongkrak pasar dengan mengambil nama &#8220;Sumenep&#8221; yang lebih dikenal oleh publik.</p>
<p>Kim menuturkan, Kesuksesan Bawang Goreg Sumenep Variates Rubaru bisa tembus pasar internasional bermula saat ia bertemu dengan Ibu Helen dan Ibu Monique dan, salah satu Diaspora Belanda. Mereka bertemu dalam saat mengikuti pelatihan pengembangan produk di Kota Malang pada 2022 lalu.</p>
<p>&#8220;Waktu itu saya bersama ditektur dan teman-teman PIR ikut pelatihan dan bertemua dengan Ibu Monique dan Ibu Helen. Ya kami terus melakukan komunikasi inten dengan beliau sebagai orang yang lebih berpengalaman,&#8221; urai Kim.</p>
<p>Lewat komunikasi itu, Kim memperkenalkan produk-produk Bawang Goreng Sumenep Variates Rubaru. Ternyata Ibu Helen tertarik dengan produk Bawang Goreng Sumenep hingga akhirnya lahir kesepakatan kerjasama.</p>
<p>&#8220;Dia tertarik dengan produk kami karena kita memiliki katalog dan story telling yang sudah jelas. Nah pada Oktober lalu bikin saya cukup kaget, karena beliau langsung minta produk kami untuk diekspor ke Belanda. Kami bersama-sama teman-teman PIR tentu sangat bangga,&#8221; terangnya.</p>
<p>Jumlah Bawang Goreng Sumenep yang diekspor oleh PT PIR ke Belanda mencapai 828,01 kg. Dengan rincian, Fried Crispy Shallot in standing pouch kemasan 100 gram &#8212; 2.300 pcs berat 281, 75 kg. Fried Crispy Shallot in Vacuum Sealed Plastic kemasan 500 gram &#8212; 546,26 Kg.</p>
<p>Kini PT Permata Indah Rubaru bersama para petani muda Rubaru juga telah mampu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat. Berdasar keterangan Kim, PT PIR telah mimiliki 43 karyawan dengan gaji Rp 50 ribu/hari.</p>
<p>&#8220;Gajinya memang masih kecil karena kami baru mau berkembang, tapi nanti itu pasti bertambah seiring perkembangan perushaan,&#8221; pungkas Kim. (ari/red)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/petani-di-balik-ekspor-bawang-goreng-sumenep-ke-belanda/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
