<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Profil &#8211; Nata Indonesia</title>
	<atom:link href="https://nataindonesia.com/category/profil/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nataindonesia.com</link>
	<description>Narasi Kita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 15 Jun 2025 12:39:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2022/12/nata-indonesia-32x32.png</url>
	<title>Profil &#8211; Nata Indonesia</title>
	<link>https://nataindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Aqil Wahid: Dari Sumenep untuk Masa Depan AI Indonesia</title>
		<link>https://nataindonesia.com/aqil-wahid-dari-sumenep-untuk-masa-depan-ai-indonesia/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/aqil-wahid-dari-sumenep-untuk-masa-depan-ai-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nata]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Jun 2025 12:39:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Profil]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[AI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=7368</guid>

					<description><![CDATA[Nataindonesia.com &#8211; Sumenep, pulau di ujung timur Madura, mungkin tidak pernah membayangkan bahwa salah satu...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nataindonesia.com</strong> &#8211; Sumenep, pulau di ujung timur Madura, mungkin tidak pernah membayangkan bahwa salah satu putranya akan menekuni bidang yang terdengar asing bagi banyak warga: kecerdasan buatan. Namun, dari tanah penuh tradisi itu, lahir sosok muda bernama <a href="https://nataindonesia.com/aqil-wahid-masa-depan-sumenep-dan-teknologi-ai/">Ach Nur Aqil Wahid</a>—seorang talenta AI yang kini tengah membangun jembatan antara teknologi dan tanah kelahiran.</p>
<p>Nama Aqil mulai dikenal sebagai salah satu pemuda Madura yang menekuni bidang AI secara serius dan berkelanjutan. Ironisnya, sebagian besar karyanya justru lebih dulu dimanfaatkan oleh pihak-pihak dari luar Madura. Sebuah ironi sekaligus tantangan yang justru memperkuat tekadnya untuk suatu hari kembali—membawa pulang teknologi ke tempat asalnya.</p>
<p>Saat ini, Aqil sedang menempuh studi Magister AI di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta—salah satu kampus paling bergengsi di Indonesia. Sembari kuliah, ia juga aktif sebagai instruktur di Inixindo Jogja, sebuah perusahaan konsultan IT yang bergerak di bidang pelatihan dan pengembangan SDM digital.</p>
<h2>Dari Madura ke Yogyakarta: Mimpi Kemajuan Daerah</h2>
<p>Lahir di Sumenep 23 tahun lalu, masa kecil Aqil dilalui seperti anak-anak pada umumnya. Ia menempuh pendidikan dasar di SDN Pabian dan SMP Negeri 1 Sumenep, lalu melanjutkan ke SMA Negeri 1 Sumenep.</p>
<p>Kesempatan kuliah sempat membawanya memilih antara Universitas Telkom Surabaya dan Universitas Trunojoyo Madura. Namun, atas dorongan sang ayah, Aqil akhirnya merantau ke Yogyakarta—bukan ke kampus ternama, tapi Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), dengan fokus studi di bidang Artificial Intelligence.</p>
<p>Di sanalah tekadnya mengkristal. Aqil menyelesaikan studi sarjananya hanya dalam waktu 3,5 tahun, dan bahkan mengonversi tugas akhir menjadi riset akademik berbasis isu lokal: penerapan Association Rule untuk diagnosa penyakit di wilayah Sumenep, menggunakan <strong>algoritma FP-Growth</strong>. Riset itu berhasil dipublikasikan di jurnal nasional.</p>
<h2>Merancang Masa Depan Lewat Teknologi</h2>
<p>Bakat Aqil terus menguat. Ia menjadi asisten dosen, ikut dalam proyek riset, dan mengambil magang di <strong>PT Widya Robotic</strong>, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang computer vision. Menjelang kelulusan, ia sempat memimpin tim riset dan pengembangan AI di PT Ide Jualan Creative—perusahaan digital yang mengembangkan solusi AI untuk sektor komersial.</p>
<p>Namun lebih dari sekadar karier, Aqil menyimpan visi besar. “Kalau revolusi industri pertama membantu tenaga manusia, maka AI hari ini membantu pikiran manusia untuk mencipta dan berkarya,” ujarnya. Diwawancara nataindonesia.com pada Ahad 15 Juni 2025.</p>
<p>Bagi Aqil, AI bukan sekadar alat, tapi sebuah tonggak peradaban baru. Dalam pandangannya, Indonesia tidak bisa terus berjalan lambat sementara negara-negara maju sudah memanfaatkan AI untuk percepatan industri dan pelayanan publik.</p>
<p>“AI adalah keniscayaan. Seperti media cetak yang perlahan tergantikan oleh media digital, AI juga akan menggantikan cara kerja lama. Pilihannya sederhana: dimanfaatkan atau ditinggalkan,” kata Aqil.</p>
<h2>Mimpi yang Masih Terus Ia Ukir: Sumenep 4.0</h2>
<p>Kini, Aqil tengah menyiapkan langkah pulang. Bukan pulang dalam arti fisik, tapi pulang sebagai intelektual muda yang ingin memberi kontribusi nyata. Ia bermimpi membangun sistem pelayanan publik yang lebih efisien di Kabupaten Sumenep, berbasis kecerdasan buatan.</p>
<p>“AI bisa membantu pemerintah bekerja lebih cepat, lebih akurat, dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ucapnya penuh keyakinan.</p>
<p>Tapi, seperti semua teknologi besar, kunci penerapannya bukan terletak pada sistem itu sendiri, melainkan pada kemauan para pemimpin.</p>
<p>“Pertanyaannya sekarang, apakah para pemangku kebijakan siap digilas oleh perkembangan AI, atau justru memilih berdiri di atas gelombangnya? Semua tergantung pada keberanian mengambil keputusan hari ini,” pungkas Aqil.</p>
<p>Dari seorang anak kampung di ujung Madura, Aqil memilih untuk tidak hanya mengejar masa depan. Ia mencoba menciptakannya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/aqil-wahid-dari-sumenep-untuk-masa-depan-ai-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aqil Wahid: Masa Depan Sumenep dan Teknologi AI</title>
		<link>https://nataindonesia.com/aqil-wahid-masa-depan-sumenep-dan-teknologi-ai/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/aqil-wahid-masa-depan-sumenep-dan-teknologi-ai/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nata]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Jun 2025 12:21:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Profil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=7365</guid>

					<description><![CDATA[Nataindonesia.com &#8211; Nama Ach Nur Aqil Wahid mulai dikenal sebagai salah satu talenta muda Madura...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nataindonesia.com</strong> &#8211; Nama Ach Nur Aqil Wahid mulai dikenal sebagai salah satu talenta muda Madura yang menekuni bidang AI (kecerdasan buatan). Ia banyak melahirkan karya-karya AI-nya tapi dimanfaatkan oleh orang luar Madura.</p>
<p>Saat ini, Aqil lagi menempuh studi Magister AI di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Sambil kuliah, Aqil juga menjadi instruktur di Inixindo Jogja-perusahaan konsultan IT.</p>
<p>Aqil lahir di Sumenep, 23 tahun lalu. Aqil kecil tumbuh dan menempuh pendidikan di tanah kelahirannya: SDN Pabian dan SMP 1 Sumenep.</p>
<p>Setelah lulus SMA Negeri 1 Sumenep. Aqil sempat diterima di Universitas Telkom Surabaya dan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan. Namun, atas saran sang ayah, Aqil memilih untuk menimba ilmu di Yogyakarta meski di kampus swasta.</p>
<p>Keputusan itu membawanya ke Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) dengan fokus studi pada bidang Artificial Intelligence. Aqil menyelesaikan pendidikan sarjana satu hanya dalam waktu 3,5 tahun.</p>
<p>Tugas akhir sarjananya ia buat riset yang dikonversi ke Skripsi. Objek risetnya di Sumenep-sebagai bentuk kepedulian terhadap kampung halamannya.</p>
<p>Aqil buat riset Penerapan Association Rule terhadap Diagnosa Penyakit Menggunakan Algoritma FP-Growth. Karyanya berhasil dipublikasikan di jurnal nasional.</p>
<p>Di usia 22 tahun. Aqil kuliah magister AI di UGM, kampus bergengsi yang menjadi impian banyak anak muda Indonesia.</p>
<p>Kemampuan Aqil dimulai sejak masa kuliah S1. Dia jadi asisten dosen dan kerap diajak riset oleh dosennya.</p>
<p>Usai jadi asisten dosen. Aqil ambil mata kuliah magang di PT Widya Robotic-perusahaan yang bergerak di bidang computer vision.</p>
<p>Jelang lulus program sarjana satu. Aqil sempat bekerja sebagai leader riset dan pengembangan produk AI di PT Ide Jualan Creative, perusahaan digital yang membidik solusi cerdas berbasis AI untuk sektor komersial.</p>
<p>Dalam pandangan Aqil, AI bukan sekadar teknologi, melainkan lompatan peradaban.</p>
<p>“Kalau revolusi industri pertama membantu tenaga manusia, maka teknologi AI hari ini membantu pikiran manusia untuk mencipta dan berkarya,” ujarnya.</p>
<p>Aqil melihat AI sebagai keniscayaan zaman. &#8220;Seperti media cetak yang mulai tergantikan oleh media online, perkembangan teknologi AI pun tak bisa ditolak. Pilihannya cuma dua: dimanfaatkan atau ditinggalkan,&#8221; katanya.</p>
<p>Kata Aqil, di Indonesia, diskursus tentang AI baru serius dibicarakan dalam dua tahun terakhir.</p>
<p>Sementara di banyak negara maju, pemanfaatan AI sudah dimulai sejak lima tahun lalu—dan terbukti bahwa Teknologi AI mempercepat pertumbuhan perusahaan raksasa dunia.</p>
<p>Kini, Aqil ingin kembali memberi kontribusi nyata bagi tanah kelahirannya. Ia bermimpi menerapkan teknologi AI dalam sistem pelayanan publik di Kabupaten Sumenep.</p>
<p>“AI bisa membantu pemerintah bekerja lebih cepat, akurat, dan dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat,” tegasnya.</p>
<p>Namun, menurutnya, semua kembali kepada kemauan para pemangku kebijakan.</p>
<p>“Pertanyaannya sekarang, apakah para pemimpin mau digilas oleh perkembangan AI, atau justru memilih untuk memanfaatkannya? Semua tergantung pada keberanian mengambil keputusan hari ini,” pungkasnya.<strong> (Red/yus)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/aqil-wahid-masa-depan-sumenep-dan-teknologi-ai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KPU Sumenep Serahkan SK Penetapan Fauzi-Imam sebagai Bupati-Wakil Bupati Terpilih 2024</title>
		<link>https://nataindonesia.com/kpu-sumenep-serahkan-sk-penetapan-fauzi-imam-sebagai-bupati-wakil-bupati-terpilih-2024/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/kpu-sumenep-serahkan-sk-penetapan-fauzi-imam-sebagai-bupati-wakil-bupati-terpilih-2024/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nata]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Feb 2025 09:40:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Profil]]></category>
		<category><![CDATA[Achmad Fauzi Wongsojudo]]></category>
		<category><![CDATA[KH Imam Hasyim]]></category>
		<category><![CDATA[KPU Sumenep]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=6727</guid>

					<description><![CDATA[Nataindonesia.com &#8211; Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep menyerahkan Surat Keputusan (SK) penetapan calon Bupati...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nataindonesia.com</strong> &#8211; <a href="https://nataindonesia.com/kpu-sumenep-tetapkan-achmad-fauzi-wongsojudo-kh-imam-hasyim-bupati-wakil-bupati-terpilih-2024/">Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten</a> Sumenep menyerahkan Surat Keputusan (SK) penetapan calon Bupati &#8211; Wakil Bupati Sumenep terpilih 2024 kepada pasangan Achmad Fauzi Wongsojudo dan KH Imam Hasyim. Penyerahan SK berlangsung di Hotel El Malik pada Jumat 7 Februari 2025.</p>
<p>Bupati terpilih Achmad Fauzi Wongsojudo pada acara tersebut hadir secara daring. Dalam pidatonya Fauzi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan Pilkada, mulai dari KPU, Bawaslu, Forkopimda, hingga masyarakat Sumenep.</p>
<p>“Khususnya kepada masyarakat Sumenep yang telah berpartisipasi dalam pesta demokrasi 2024. Pemerintahan ke depan harus mampu membangun Sumenep yang lebih baik,” ujarnya.</p>
<p>Fauzi juga menyampaikan penghormatan kepada pasangan lawannya, KH Ali Fikri dan KH Unais Ali Hisyam. “Kami sampaikan terima kasih kepada kompetitor kami, Ali Fikri-Unais Ali Hisyam. Semoga kita diberikan kelancaran dalam beraktivitas dan terus mengabdi di mana pun berada. Mari kita bersama-sama membangun Sumenep dengan harmonis dan penuh kebahagiaan,” ujarnya.</p>
<p>Wakil Bupati terpilih KH Imam Hasyim hadir secara daring juga. Ia menegaskan komitmennya untuk merangkul seluruh masyarakat tanpa membeda-bedakan latar belakang politik. “Kami selalu siap untuk merangkul semua lapisan masyarakat. Tidak akan ada perbedaan. Semua adalah rakyat Sumenep, termasuk saudara-saudara kita di kepulauan,” tandasnya.</p>
<p>Semula hasil Pilkada Sumenep 2024 sempat disengketakan kepada Mahkamah Agung (MK). Namun MK memutuskan, permohonan Perkara Nomor 206/PHPU.BUP-XXIII/2025 yang dimohonkan Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sumenep Nomor Urut 1 Ali Fikri dan Muh Unais Ali Hisyam tidak dapat diterima. Sebab, permohonan disampaikan ke MK melewati tenggang waktu pengajuan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Bupati Sumenep Tahun 2024 sebagaimana diatur Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada) dan Peraturan MK Nomor 3 Tahun 2024.</p>
<p>“Dalam pokok permohonan, menyatakan permohonan Pemohon Nomor 206/PHPU.BUP-XXIII/2025 tidak dapat diterima,” ucap Ketua MK Suhartoyo dalam sidang pengucapan putusan dengan didampingi delapan hakim konstitusi lainnya pada Rabu (5/2/2025) malam di Ruang Sidang Pleno Lantai 2 Gedung I MK, Jakarta. (Red/BRi)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/kpu-sumenep-serahkan-sk-penetapan-fauzi-imam-sebagai-bupati-wakil-bupati-terpilih-2024/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketua DPW NasDem Jatim Lita Machfud Arifin Resmi Dilantik Ketua PD XIII HIPWI-FKPPI</title>
		<link>https://nataindonesia.com/ketua-dpw-nasdem-jatim-lita-machfud-arifin-resmi-dilantik-ketua-pd-xiii-hipwi-fkppi/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/ketua-dpw-nasdem-jatim-lita-machfud-arifin-resmi-dilantik-ketua-pd-xiii-hipwi-fkppi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nata]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Jan 2025 17:34:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Profil]]></category>
		<category><![CDATA[DPW Nasdem Jatim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=6418</guid>

					<description><![CDATA[Nataindonesia.com. Surabaya -Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Nasdem Lita Machfud Arifin resmi dilantik sebagai...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nataindonesia.com.</strong> Surabaya -Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Nasdem Lita Machfud Arifin resmi dilantik sebagai Ketua Pengurus Daerah (PD) XIII Himpunan Pengusaha dan Wiraswasta (HIPWI) dan Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI POLRI (FKPPI) Jawa Timur (Jatim). Bertempat di Jombang Jawa Timur, 19 Januari 2025.</p>
<p>Dalam sambutannya Lita mengatakan, ia siap untuk membesarkan HIPWI Jatim dan mengembalikan masa keemasan FKPPI seperti masa mudanya. Kala itu, Kata Lita, FKPPI menjadi kebanggaan anak-anak muda, demikian juga bagi keluarga besar TNI Polri.</p>
<p>&#8220;Semoga dengan kehadiran saya di lingkungan FKPPI Jawa Timur bisa memberi warna baru dan ikut serta membesarkan HIPWI,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia menjelaskan, untuk mencapai target di atas, dibutuhkan dukungan dari para Pengurus Daerah HIPWI serta pengurus cabang se Jawa Timur. &#8211; Acuan kerjanya yakni kebermanfaatan bagi anggota dan masyarakat umum.</p>
<p>&#8220;Kedepan bantu saya, kita sama-sama bekerja keras untuk memajukan dan membangun HIPWI-FKPPI Provinsi Jawa Timur lebih baik dan berkualitas serta melaksanakan visi dan misi HIPWI sebagaimana tercantum dalam AD ART,&#8221; urai Lita.</p>
<p>Lita menegaskan, HIPWI juga harus bisa memiliki fungsi sebagai dinamisator, mediator, stabilisator, katalisator dan komunikator dalam kepentingan stabilitas perekonomian berwawasan kebangsaan. HIPWI, sambungnya, bisa turut serta berperan mencapai Indonesia Emas 2045.</p>
<p>&#8220;Kita perlu ingat bahwa perekonomian Indonesia secara umum ditopang oleh keberadaan jutaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),&#8221; tegasnya.</p>
<h3>Sekilas Profil Lita Machfud Arifin</h3>
<p>Lita Machfud Arifin menduduki beberapa jabatan, di antaranya:</p>
<ul>
<li>Ketua DPW Partai Nasdem Jatim</li>
<li>Ketua DPD Partai NasDem Kota Surabaya</li>
<li>Anggota DPR RI Komisi 10.</li>
<li>Pengurus Dekranas periode 2025-2029 dan ini adalah periode keduanya.</li>
</ul>
<p>Selai itu, ia juga sempat menjadi Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Timur dan pada masa itu pengembangan UMKM dibawah Bhayangkari yang dipimpinnya beberapa kali mengikuti kegiatan pemeran sampai ke mancanegara.</p>
<p>Lita berasal dari keluarga anggota TNI angkatan Darat, dahulu di Kodam 4 Sri Wijaya. Lalu menikah dengan bapak Irjen (Purn) Pol. Machfud Arifin yang terakhir menjabat kapolda Jawa Timur. Pada saat ini suaminya juga Anggota DPR RI Fraksi NasDem Komisi 1 yang membidangi Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi), Tentara Nasional Indonesia/Mabes TNI AD, TNI AL dan TNI AU, Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). (Red/nt)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/ketua-dpw-nasdem-jatim-lita-machfud-arifin-resmi-dilantik-ketua-pd-xiii-hipwi-fkppi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KH Maulidi Alhasani Pesantren Sukorejo: KH Ali Fikri Suri Tauladan</title>
		<link>https://nataindonesia.com/kh-maulidi-alhasani-pesantren-sukorejo-kh-ali-fikri-suri-tauladan/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/kh-maulidi-alhasani-pesantren-sukorejo-kh-ali-fikri-suri-tauladan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nata]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Oct 2024 16:34:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Profil]]></category>
		<category><![CDATA[KH Ali Fikri]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada Sumenep 2024]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=5877</guid>

					<description><![CDATA[Nataindonesia.com &#8211; Pengasuh Asrama Nurul Ihsan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo KH Maulidi Alhasani mengungkapkan,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nataindonesia.com</strong> &#8211; Pengasuh Asrama Nurul Ihsan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo KH Maulidi Alhasani mengungkapkan, Calon Bupati (Cabup) Sumenep <a href="https://nataindonesia.com/kh-ali-fikri-kh-unais-resmi-mendaftar-ke-kpu-sumenep-siap-lawan-petahana/">KH Ali Fikri</a> adalah suri tauladan yang baik bagi umat atau masyarakat.</p>
<p>“Boleh dikata, kalau kita adu moral beliau inilah yang patut menjadi uswah hasanah (suri tauladan),” ujarnya, disampaikan saat menghadiri acara serap aspirasi bersama masyarakat Pulau Sapudi, Kecamatan Gayam dan Nonggunong, Kepulauan Kabupaten Sumenep, pada Sabtu 19 Oktober 2024.</p>
<p>Kiai Maulidi menjelaskan, putra dari KH A Warits Ilyas itu memiliki modal intelektualitas dan kapabilitas yang mumpuni. Lebih-lebih dalam kehidupan sehari-hari ketika bergaul dengan masyarakat, yakni selalu menampakkan integritas dan moralitas yang sangat mengagumkan.</p>
<p>“Kami (masyarakat Sapudi) sangat mengenal sosok beliau,” katanya.</p>
<p>Ia berharap, jika Mas Kiai -sapaan akrab Kiai Fikri- terpilih sebagai orang nomor satu di Kabupaten Sumenep, statusnya sebagai ulama atau kiai tetap ditonjolkan. Sebab, kata Kiai Maulidi, hal itu sangat sejalan dengan karakteristik masyarakat Sumenep yang dekat dengan nilai-nilai religius.</p>
<p>“Demikian juga masyarakat pulau Sapudi secara khusus, kami sangat mengedepankan nilai-nilai religiusitas dalam kehidupan sehari-hari,” urainya.</p>
<p>Selain itu, Kiai Maulidi meminta Mas Kiai istiqamah berkunjung dan menyapa masyarakat pulau Sapudi. Menurutnya, pemimpin akan dikatakan benar-benar merakyat jika mampu berbuat adil bagi. Baik untuk masyarakat di daratan maupun untuk kepulauan.</p>
<p>“Kalau ditakdir menjadi bupati, kami minta tidak melupakan masyarakat Sapudi. Bagaimanpun, kami adalah konstituen, yang mendukung, dan mendoakan beliau dalam kontestasi Pilkada Sumenep 2024 ini,” tandasnya.</p>
<p>Kiai Fikri juga hadir dalam pertemuan tersebut dengan rombongannya. Mereka menyapa masyarakat dan menjelaskan visi misinya untuk melakukan perubahan dan perbaikan di Kabupaten Sumenep. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/kh-maulidi-alhasani-pesantren-sukorejo-kh-ali-fikri-suri-tauladan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Anggota DPRD Jatim Mathur Husyairi Serap Aspirasi Nelayan di Madura</title>
		<link>https://nataindonesia.com/anggota-dprd-jatim-mathur-husyairi-serap-aspirasi-nelayan-di-madura/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/anggota-dprd-jatim-mathur-husyairi-serap-aspirasi-nelayan-di-madura/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nata]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Dec 2023 04:07:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Profil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=5293</guid>

					<description><![CDATA[Serap Aspirasi Nelayan Madura Anggota Dewan Perwakilan Rakyat  Daerah (DPRD) Jawa Timur (Jatim) Dapil Madura,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h1>Serap Aspirasi Nelayan Madura</h1>
<p>Anggota Dewan Perwakilan Rakyat  Daerah (DPRD) Jawa Timur (Jatim) Dapil Madura, Mathur Husyairi lakukan serap aspirasi (Reses) III 2023 bersama nelayan di desa Gebang, Kecamatan Bangkalan Kabupaten Bangkalan, Madura, pada Ahad 03 Desember 2023.</p>
<p>Mathur dalam sambutannya menyinggung soal nasib nelayan khusus di desa Gebang. Ia juga menyampaikan dirinya membutuhkan masukan dari nelayan.</p>
<p>Supandi selaku wakil ketua rokat tasek Desa Gebang. Menyampaikan keluhannya terkait dengan nelayan yang menggunakan mesin trol yang selalu mengganggu nelayan tradisional.</p>
<p>&#8220;Minta tolong pak nelayan yang menggunakan trol itu ditindak karena mengganggu sekali, selain itu pak tangkis laut,&#8221; keluhnya.</p>
<p>Selain itu, para nelayan membutuhkan mesin tempel dan jaring bagi Kurang lebih 60 perahu yang belum memiliki mesinnya.</p>
<p>Menanggapi itu, Mathur menjelaskan terkait dengan nelayan yang menggunakan trol, ia mengatakan harus ada ketegasan dari pemerintah, hanya saja selama ini selalu beralasan klasik. &#8220;Yakni, keterbatasan anggaran,&#8221;jelasnya.</p>
<p>Politisi PBB itu memberikan tawaran untuk mengatasi nelayan trol agar bisa tertangani. Salah satunya, adalah dengan membuat pelaku nelayan tersebut viral.</p>
<p>&#8220;Diviralkan saja, nanti saling koordinasi agar nanti saya kawal ke pihak yang berwenang,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Nanti segala bentuk aspirasi yang disampaikan akan diperjuangkan di tingkat provinsi dengan melakukan koordinasi dengan dinas kabupaten.</p>
<p>&#8220;Tentu, semua aspirasi saya terima dan akan kita tindaklanjuti ke pemprov Jatim, karena pemerintah ini harus melayani juga kepada masyarakat nelayan,&#8221; jelasnya.(rilis)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/anggota-dprd-jatim-mathur-husyairi-serap-aspirasi-nelayan-di-madura/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Volksraad, Jalur Politik Parlemen Melawan Belanda</title>
		<link>https://nataindonesia.com/volksraad-jalur-politik-parlemen-melawan-belanda/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/volksraad-jalur-politik-parlemen-melawan-belanda/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nata]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Nov 2023 06:46:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Profil]]></category>
		<category><![CDATA[Penjajan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Parlemen]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Volksraad]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=4821</guid>

					<description><![CDATA[Politik Alat Perlawanan kepada Belanda Perjuangan Bangsa Indonesia bebas dari penjajah Belanda sangat panjang hingga...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h1>Politik Alat Perlawanan kepada Belanda</h1>
<p>Perjuangan Bangsa Indonesia bebas dari penjajah Belanda sangat panjang hingga memakan waktu 3,5 Abad. Ada yang melalui perlawanan gerilya atau perang secara fisik,  ada pula yang lewat parlemen, perlawanan secara politik.</p>
<p>Belanda yang semula datang ke Nusantara untuk berdagang perlahan kemudian melakukan penjajahan. Rayuan dan Intimidasi kepada pengkhiat rakyat memberi jalan mulus bagi belanda untuk berbuat sewenang-wenang terhadap pribumi. Mereka perlahan juga mulai memberlakukan aturan-aturan pemerintahan hindia belanda yang merugikan pribumi dan hanya menguntungkan belanda.</p>
<p>Seiring waktu, belanda semakin kejam kepada pribumi. Disaat demikian, Pribumi sudah tidak tahan dan meminta penegakan hukum yang adil kepada pemerintahan Hindi Belanda. Pribumi mulai susah dikontrol dan melawan. Para Pejuang kemudian mendesak Agar Kaum pribumu juga dilibatkan dalam menentukan kebijakan pemerintahan Hindia-belanda. Seperi penerapam hukum, hasil bumi dan keuangan.</p>
<p>Akhirnya Gubernur Jenderal Hindia-Belanda Johan Paul van Limburg Stirum pada 1916 menyetujui hadirnya lembaga parlemen yang bernama Dewan Kolonial. Disinilah titik awal perjuangan pendahulu bangsa melakukan perjuangan kemerdekaan melalui parlemen. Di Titik ini pula, cikal bakal lahirnya lembaga pemerintahan legeslatif Indonesia yang kita kenal sekarang sebagai Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).</p>
<p>Dewan Kolonial sebelum disahkan secara undang-undang, kemudian diganti nama oleh Hinda-Belanda menjadi Volksraad yang bila diterjemah ke dalam bahasa Indonesia berarti &#8220;Dewan Rakyat &#8211;  Volksraad sebenarnya adalah sebuah parlemen kerakyatan yang ada di Belanda yang kemudian juga diadobsi untuk diterapkan di tanah nusantara.</p>
<p>Volksraad lalu dibentuk secara resmi lewat keputusan Indische Staatsregeling, wet op de Staatsinrichting van Nederlandsh-Indie, Pasal 53 sampai Pasal 80 bagian Kedua tanggal 16 Desember 1916. Tak hanya itu, kehadiran Volksraad turut diumumkan dalam Staatsblat No. 114 tahun 1916.</p>
<p>Semula Pemerintah Hindia-Belanda memandang Volksraad hanyalah alat untuk meredam pemberontakn pribumu seperti yang dipelopori oleh kelompok-kelompok pergerakan Sarekat Islam (SI), pimpinan dari Hadji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto.</p>
<p>Kolonial Belanda beranggapan, Volksraad tidak akan membahayakan kekuasaan kepentingan belanda. Kendati demikian, jauh dari ekspektasi Pemerintahan Hindia Belanda, Volksraad ternyata menjelma menjadi wadah perlawanan para kaum nasionalis melalui parlemen. Dari sini juga lahir nama-nama besar pejuang bangsa seperti M.H. Thamrin, Abdoel Moeis, Otto Iskandar Di Nata, dan lain sebagainya. Contoh perlawanan nyata lewat parlemen ini</p>
<p>Seperti yang dilakukan oleh Agus Salim Pada 1922, pada saat sidang, ia tiba-tiba tampil beda. Agus di atas podium berpidato menggunakan bahasa Melayu. Tentu Tindakannya ini merupakan bentuk perlawanan dan penegasan bahwa pribumi punya hak atas dirinya sendiri sebagai bangsa yang berdaulat dengan memakai bahasa sendiri.</p>
<p>Tindakan Salim semula mendapat kecamatan dari anggota lain, kemudian Salim menjawab bahwa Volksraad tidak mengatur penggunaan Bahasa dalam sidang. Padahal kala itu ada hukum tak tertulis bahwa rapat Volksraad wajib memakai bahasa belanda.</p>
<p>Keberanian Salim kemudian juga diiukti oleh M.H. Thamrin. Pada tahun 1938, Thamrin untuk pertama kalinya berpidato di Volksraad menggunakan bahasa Melayu yang kemudian pasca kemerdekaan dikenal sebagai Bahasa Indonesia.</p>
<h2>Keanggotaan Awal Volksraad</h2>
<p>Pada 21 Januari 1918, hasil pemungutan suara untuk anggota Volksraad diumumkan. Anggota terpilih dari kalangan pribumi didominasi oleh kaum priayi, di antaranya: Abdoel Moeis, M. Aboekasa Atmodirono, R. Kamil, Radjiman Wedyodiningrat, R. Sastrowidjono, Abdoel Rivai, R.A.A.A. Djajadiningrat, R.A.A. Koesoemo Joedo, R.M.A.A. Koesoemo Oetojo, dan A.L. Waworoentoe.</p>
<p>Menurut Fajlurrahman Jurdi dalam Hukum Tata Negara Indonesia, Volksraad memiliki struktur keanggotaan yang terdiri dari satu orang ketua yang diangkat oleh raja dan 38 orang anggota &#8211; Komposisinya yakni 15 orang kalangan pribumi, dan 23 orang mewakili golongan Eropa dan Timur Asing– yang diangkat berdasar pemilihan, perwakilan provinsi, dan pengangkatan.</p>
<p>Tugas dan fungsi Volksraad baru secara resmi terlaksana pada 18 Mei 1918. Disahkan oleh Gubernur Hindia Belanda Jenderal Graaf van Limburg Stirum dan yang menjadi Ketua Volksraad pertama adalah J.C. Koningsberger.</p>
<p>Seiring waktu, Jumlah keanggotaan pribumi yang hanya 39 persen terus naik menjadi 42 persen pada 1927, kemudian 50 persen pada tahun 1931.</p>
<p>Volksraad benar-benar dimanfaatkan dengan maksmila oleh para pejuang. Sejak tahuj 1930-1940 Volksraad dijadikan kendarran oleh para pejuang untuk melakukan lobi dalam hubungan intetnasional. Bahkan melalui volksraad pula, para pejuang berhasil mengajukan petisi musyawarah kepada Ratu Elizabet mengenai hajat hidup bangsa nusantara , Kendati Pengajuan petisi itu ditolak, namun hal itu telah membuktikan kepada dunia luar bahwa bangsa Indonesia mulai bangkit dari penjajahan.</p>
<p>Pada saat itu, pihak Hindia belanda langsung mengeluarkan aturan baru, yaitu mengubah fungsi Volksraad menjadi dewan penasehat. Penentuan kebijakan sudah mulai dibatasi. Dengan kata lain, anggota Volksraad hanya bisa memberikan usulan untuk sebuah kebijakan, sementara keputusan secara utuh tetap berada dalam tangan Pemerintahan Hindia Belanda.</p>
<h3>Volksraas Bubar</h3>
<p>Segala aktivitas Volksraad berakhir saat pasukan Jepang mendarat di Hindia Belanda pada 1942. Bagi para penjajah baru itu keberadaan Volksraad tidak diakui karena bekas peninggalan koloni sebelumnya. Kemudian setelah Indonesia merdeka, dewan legislatif dibentuk kembali dengan nama Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP). Didirikan pada 29 Agustus 1945, dengan ketua pertamanya Kasman Singodimedjo. Sedangkan nama DPR sebagai lembaga legeslatif pemerintahan seperti sekarang ini baru dibentuk pada tahun 1971. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/volksraad-jalur-politik-parlemen-melawan-belanda/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nasihat dan Restu Nyai Rina Mariana untuk Mbak Nong Menuju Parlemen</title>
		<link>https://nataindonesia.com/nasihat-dan-restu-nyai-rina-mariana-untuk-mbak-nong-menuju-parlemen/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/nasihat-dan-restu-nyai-rina-mariana-untuk-mbak-nong-menuju-parlemen/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nata]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Sep 2023 09:23:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Profil]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=4491</guid>

					<description><![CDATA[Nata Indonesia &#8211; Nurjannah alias Mbak Nong mulai banyak mendapat masukan dari kalangan perempuan dan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nata Indonesia</strong> &#8211; Nurjannah alias Mbak Nong mulai banyak mendapat masukan dari kalangan perempuan dan nyai dalam menjajaki dunia politik. Nyai Rina Mariana yang akrab disapa Nyai Embeng ikut memberikan nasihat dan arahan. Ia tidak lain merupakan Putri Politisi GOLKAR almarhum Kh Wakir.</p>
<p>Mereka bertemu di  Java In Cafe Sumenep pada Rabu Malam(13/09/2023) dan melakukan diskusi kecil mengenai peran perempuan dan pemerintahan di Kabupaten Sumenep. Mbak Nong sebagai pendatang baru Caleg DPRD Dapil I dari PKB Sumenep dinilai pantas mewakili para santriwati sebagai penyuara aspira perempuan di parlemen.</p>
<p>Untuk memenangkan aspirasi dalam dunia politik butuh keteguhan dan perjuangan yang tidak mudah. Nyai Rina Mariana menjelaskan, politik itu dinamis dan penuh dinamika, perlu trik dan intrik. Namun mesti tetap menjaga kehormatan tanpa menggunakan cara licik. Misal memfitnah lawan atau mencibir keburukannya.</p>
<p>Kata Nyai Rina, ada banyak pola elegan untuk memenangkan hati rakyat. Yang terpenting, sambungnya, calon pemimpin mesti paham permasalahan akar rumput dan hadir menawarkan solusi.</p>
<p>&#8220;Jadi kita harus memahami karakteristik masyarakat dalam suatu lingkungan, karena ada sebagian masyarakat idealis dan ada yang pragmatis. Penanggulangan yang idealis kadang lebih sulit karena perlu meyakinkan melalui visi dan misi, sedangkan yang pragmatis tidak perlu teori,&#8221; urainya.</p>
<p>&#8220;Lalu kita mau memahami dari segi mana terhadap fenomena masyarakat tersebut, tentu dalam politik kita harus mampu membacanya jika kita ingin sukses,&#8221; imbuh Nyai Rina.</p>
<p>Nyai Rina kemudian memberi keyakinan bahwa Mbak Nong akan sukses dalam Pileg 2024 mendatang.</p>
<p>Nyai Rina mengingatkan, Mbak Nong tidak boleh lupa atas janji politik yang dituturkan kepada masyarakat dan tim yang mendukungnya, baik  personal ataupun kelembagaan.</p>
<p>&#8220;Sebab janji itu adalah hutang yang mesti dipertanggung jawabkan,&#8221; katanya.</p>
<p>Mbak Nong yang tengah hamil muda mengungkapkan rasa terimakasih yang besar kepada wanita tersebut. Mbak Nong menyatakan bahwa Nyai Rina telah memberikan banhyak inspirasi bagi dirinya.</p>
<p>&#8220;Dia adalah senior sekaligus guru bagi saya. Ia adalah perempuan hebat yang bisa saya unduh ilmunya,&#8221; katanya.</p>
<p>Mbak Nong mengaku, dunia politik memang merupakan hal baru bagi dirinya. &#8220;Dunia politik baru dalam file memori otak saya, namun dalam setahun ini intensitas saya bergaul dengan banyak komunitas, banyak pihak, terasa mulai tidak asing bahkan menikmati seni politik itu sendiri,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>&#8220;Dalam politik saya dapat belajar berbagai karakter manusia baik teman, sahabat bahkan lawan. Walau ada yang menyatakan tidak ada teman abadi dalam politik, hal itu boleh benar bisa saja salah, bagi saya persahabatan adalah segalanya,&#8221; pungkas Mbak Nong saat diwawncara oleh Nataindonesia.com. (mud/red)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/nasihat-dan-restu-nyai-rina-mariana-untuk-mbak-nong-menuju-parlemen/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hairul Anwar di Tengah Mahasiswa Santri Banyuanyar</title>
		<link>https://nataindonesia.com/hairul-anwar-di-tengah-mahasiswa-santri-banyuanyar/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/hairul-anwar-di-tengah-mahasiswa-santri-banyuanyar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nata]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Jul 2023 14:17:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Profil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=4420</guid>

					<description><![CDATA[Nata Indonesia &#8211; Tokoh muda Sumenep Hairul Anwar dipercaya Forum Komunikasi Mahaswa Santri Banyuanyar (FKMSB)...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nata Indonesia</strong> &#8211; Tokoh muda Sumenep Hairul Anwar dipercaya Forum Komunikasi Mahaswa Santri Banyuanyar (FKMSB) untuk memberikan bekal wawasan kesalehan sosial dan intelektual pada Talk Show bertema &#8220;Kesalehan santri di era baru; saleh spiritual, saleh sosial, saleh intelektual dan saleh digital&#8221;.</p>
<p>Talk Show itu merupakan rangkaian dari acara pelantikan FKMSB Sumenep 2023, dengan menghadirkan dua pemateri yakni pengasuh Pesantren Robin Sumenep K Ahmad Halimi membahas kesalehan spiritual-sosial dan Hairul Anwar membahas kesalehan santri intelektual serta kesalehan digital. Bertempat di Aula Kampus STKIP PGRI Sumenep pada 29 Juli 2023.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Hairul banyak menguraikan tentang dampak perubahan iklim global yang mengakibatkan pada pertanian. Menurutnya, santri sebagai akademisi mesti peka terhadap perkembangan zaman sekaligus bagaimana bagaiaman peran teknologi dalam membantu masyarakat.</p>
<p>Selain itu, Hairul menegaskan bahwa santri sebagai sebagai pemuda yang relegius harus mengoptimalkan potensi dirinya dalam mengabdi kepada negara dan bangsa.</p>
<p>&#8220;Intelektual kalian itu mesti terus diasah dan bagaimana bisa bermanfaat untuk kehidupan sosial kita, sebagai kaum terdidik tidak boleh diam melihat kondisi sosial yang tidak stabil,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sementara Ketua FKMSB Sumenep M Iqbal mengaku, pihaknya megnundang Hairul Anwar karena dinilai sebagai tokoh muda Sumenep yang memiliki gagasan dan kinerja yang patut ditiru oleh anak muda.</p>
<p>&#8220;Saya melihat beliau memiliki gagasan leadership dan gagasan yang patut kami tiru, apalagi ia sebagai pengusaha muda yang sukses,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>&#8220;Ke depan kami juga akan gandeng tokoh-tokoh lain seperti Hairul Anwar dalam gerakan kami mengawal pembangunan Sumenep,&#8221; pungkas Iqbal. (red)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/hairul-anwar-di-tengah-mahasiswa-santri-banyuanyar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Inspiratif! 4 Fakta Tegar Aditya Sukses Capai Finansial Freedom di Usia Muda </title>
		<link>https://nataindonesia.com/inspiratif-4-fakta-tegar-aditya-sukses-capai-finansial-freedom-di-usia-muda/</link>
					<comments>https://nataindonesia.com/inspiratif-4-fakta-tegar-aditya-sukses-capai-finansial-freedom-di-usia-muda/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nata]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 May 2023 06:31:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Profil]]></category>
		<category><![CDATA[Tegar Aditya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nataindonesia.com/?p=4278</guid>

					<description><![CDATA[Nata Indonesia &#8211; Tegar Aditya, pria kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur sukses mencapai kekayaan finansial freedom...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nata Indonesia</strong> &#8211; Tegar Aditya, pria kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur sukses mencapai kekayaan finansial freedom di usia muda. Ia tengah menjadi sorotan baru di Situbondo lantaran berbagai usahanya yang sukses. Hal itu tidak lepas dari peran sang istrinya  Ila Milandari, wanita cantik dan tegar dalam mendampingi pasangannya.</p>
<p>Tegar untuk mencapai kesuksesannya tersebut tidak lepas dari usaha dan kinerja kerasnya. Baginya, pendidikan merupakan bekal yang tidak bisa lepas dalam mencapai sebuah kuseksan, apalagi di usia muda. Ia sudah berhasil membangun berbagai macam bisnis, hal ini bisa menjadi inspirasi bagi kalangan anak muda dan mahasiswa atau pelajar.</p>
<p>Berikut beberapa fakta menarik tentang sosok Tegar Aditya , Pebisnis muda yang layak dijadikan sosok inspiratif:</p>
<p>1. Sosok Pembelajar dan Pantang Menyerah</p>
<p>Tegar tumbuh sebagai sosok yang selalu ingin belajar dan tidak mudah menyerah. Gagal kuliah 2 tahun cukup  memberikan Rasa minder sehingga dia malu bertemu dengan teman seumurannya.  Namun hal tersebut tidak mematahkan semangatnya. Dia kemudian memutuskan untuk menggunakan 2 tahun tersebut untuk mencari pekerjaan sambilan dan pengalaman dibidang marketing dan komunikasi.</p>
<p>Ketika tabungan dan dana yang dikumpulkan cukup. Di bangku kuliah ia memilih jurusan hubungan internasional, maka tak ayal Tegar memiliki kemampuan yang baik dalam berelasi, berinteraksi, hingga berdiplomasi  untuk memajukan setiap usaha yang dibidanginya. Untuk memperluas pengalamannya, ia juga pernah bekerja sebagai pegawai kantoran melalui tahap seleksi bergengsi yaitu Officer Development Program (ODP) selama 4 tahun di BNI pusat jakarta tepatnya di divisi internasional bagian expor impor. Pengalamannya selama pendidikan ODP dan sebagai pegawai kantoran di BNI PUSAT di Jakarta ini juga ikut bersumbangsih dalam proses perjalanan hidupnya hingga menuai sukses di usia muda.</p>
<p>2. Jenius dan Berprestasi</p>
<p>Semasa sekolah, Tegar tidak hanya berdiam diri mengikuti arus. Ia menghabiskan waktu belianya dengan belajar dan aktif mengikuti berbagai macam perlombaan. Sejak di bangku sekolah dasar ia selalu meraih juara kelas dan sering menjuarai berbagai ajang perlombaan di sekolah. Sosok Tegar tidak pernah terlepas dari julukan siswa berprestasi. Kejeniusan dan kepribadiannya yang pantang menyerah sejak kecil sukses mengantarkannya sebagai sosok sukses di usia mudanya saat ini.</p>
<figure id="attachment_4279" aria-describedby="caption-attachment-4279" style="width: 240px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-4279 size-medium" src="https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2023/05/Snapinsta.app_274469091_661357321977634_4601887366937444043_n_1080-240x300.jpg" alt="" width="240" height="300" srcset="https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2023/05/Snapinsta.app_274469091_661357321977634_4601887366937444043_n_1080-240x300.jpg 240w, https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2023/05/Snapinsta.app_274469091_661357321977634_4601887366937444043_n_1080-819x1024.jpg 819w, https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2023/05/Snapinsta.app_274469091_661357321977634_4601887366937444043_n_1080-768x960.jpg 768w, https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2023/05/Snapinsta.app_274469091_661357321977634_4601887366937444043_n_1080-19x24.jpg 19w, https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2023/05/Snapinsta.app_274469091_661357321977634_4601887366937444043_n_1080-29x36.jpg 29w, https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2023/05/Snapinsta.app_274469091_661357321977634_4601887366937444043_n_1080-38x48.jpg 38w, https://nataindonesia.com/wp-content/uploads/2023/05/Snapinsta.app_274469091_661357321977634_4601887366937444043_n_1080.jpg 858w" sizes="(max-width: 240px) 100vw, 240px" /><figcaption id="caption-attachment-4279" class="wp-caption-text"> Tegar Aditya dampingi Menparekraf Sandiaga Uno (istimewa/nataindonesia.com)</figcaption></figure>
<p>3. Seorang Investor Handal</p>
<p>Sebelum merambah ke dunia bisnis, Tegar memanfaatkan segala peluang dan waktu untuk mencari ilmu ketika masih dijakarta. Salah satunya ilmu manajemen keuangan,trading dan investasi. Setelah sukses menabung dari aktif income dan pasif income selama ia bekerja ia kemudian memilih jalur investasi atau portofolio income.  kesuksesan nya dalam pengelolaan keuangan tersebut membuat dia berani mengambil langkah untuk resign dari pekerjaannya dan alhasil keputusan tersebut membuat dia semakin sukses dan semakin bisa mengembangkan investasinya ke berbagai bidang usaha lainnya.</p>
<p>4. Pemilik Berbagai Macam Bisnis di Usia Muda</p>
<p>Setelah sukses menjadi seorang trader dan  investor saham, Tegar bersama istrinya -Ila Milandari-, mulai bergerak di bidang bisnis. Ada berbagai macam bisnis yang ia dirikan mulai pabrik kosmetik kanaka indoutama, kanaka kost yang terletak di Situbondo dan Banyuwangi, bisnis appartement, bisnis Food and Beverage, salon, dll. Sifat pekerja kerasnya dalam mengembangkan bisnis pada akhirnya berbuah manis. Kini, Ia menjadi sosok panutan bagi para pengusaha muda berkat berbagai macam bisnisnya yang terus berkembang pesat.</p>
<p>Itulah berbagai fakta menarik tentang Tegar Aditya , sosok entrepreneur sekaligus investor muda yang sukses meraih finansial freedom diusia muda, dengan berbagai kepribadian positifnya yang patut ditiru dan dijadikan inspirasi kita semua.</p>
<p>Penulis: Kamila</p>
<p>Editor: Hasan Zuri</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nataindonesia.com/inspiratif-4-fakta-tegar-aditya-sukses-capai-finansial-freedom-di-usia-muda/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
